
Didalam mobil, canggung seketika tercipta. Baik Oya ataupun Shin Ho, tak berbicara sepatah katapun. Sepanjang perjalanan keduanya hanya diam membisu dengan pikiran masing-masing.
" Aku melihatmu telfonan dengan seseorang." Shin Ho memulai pembicaraan ketika merasa Oya hanya diam bagai patung disampingnya.
" Iya, dia temanku." jawab Oya dengan cepat.
Mendengar ucapan Oya, seketika Shin Ho menyunggingkan senyum tipis. "Aku tidak bertanya dia siapa, tapi kau sudah menjawabnya."
Blues.
Wajah Oya langsung merah merona, merasa malu mendengar perkataan Shin Ho. Ia terlalu gugup sehingga tidak mempertimbangkan apa yang hendak dikata. Sebenarnya Oya baru merasakan perasaan ini, setelah peristiwa pelukan itu yang terjadi beberapa hari lalu.
" Apa dia seorang lelaki?" tanya Shin Ho kemudian.
" Iya." jawab Oya dengan singkat karena sejujurnya dirinya masih merasa malu.
" Aku akan ke acara temanku, jadi aku tidak bisa berlama-lama. Aku akan menurunkan mu didepan rumah dan pergi lagi." ujar Shin Ho sembari fokus pada kemudinya.
Oya terdiam, dia tak menyahuti perkataan pria tampan itu.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit, melewati kemacetan kota Seoul, kini Shin Ho sudah tiba ditempat tujuan. Oya segera keluar dari mobil tanpa banyak bicara dengan sebelumnya tak lupa berpamitan pada Shin Ho.
...🌸🌸🌸...
Kediaman Choi.
Bangunan megah Choi Sun, selain isi rumahnya yang mewah, terdapat juga halaman yang sangat luas dan disitulah semua tamu berkumpul saat ini.
Hanya pesta sederhana, namun halaman rumah Tuan Choi kini terlihat sangat mewah dengan lampu hias yang memperindah tempat itu. Tuan Choi dan Nyonya Young saat ini sibuk menjamu semua tamu yang datang, rekan bisnisnya dan para kolega-koleganya.
" Wah, Tuan Choi.. istrimu tidak pernah berubah. Selalu terlihat cantik dan muda." puji salah satu rekan bisnis Tuan Choi.
Nyonya Young yang mendengarnya hanya membalas dengan senyuman tipis.
" Nyonya Young, gaun yang kau pakai sangat cantik. Apakah itu dirancang sendiri?" sahut istri rekan bisnis Tuan Choi.
" Iya, aku merancangnya sendiri." jawab Nyonya Young dengan ramah.
" Wah, Nyonya.. kau selalu patut dijadikan panutan. Berhenti menjadi model, sekarang menjadi desainer lagi." puji tamu yang lain.
" Terima kasih." Nyonya Young masih memperlihatkan senyuman manisnya pada semua rekan dan istri rekan bisnis suaminya.
Namun senyumnya perlahan memudar saat ekor matanya menangkap sosok Shi Woon dan Shin Ho yang seolah bertingkah aneh.
" Sayang, aku harus mengurus sesuatu." seru Nyonya Young berbisik pelan pada suaminya.
Tuan Choi hanya mengangguk tanpa berniat untuk bersuara, sementara Nyonya Young segera berlalu dengan langkah gontai. Namun tujuannya bukan untuk menyusul kedua pria muda itu, melainkan menemui asisten setianya.
" Hei, Jung. Sepertinya Shi Woon dan Shin Ho merencanakan sesuatu, perhatikan dia dan lapor padaku jika ada yang aneh dari mereka." titah Nyonya Young pada asistennya yang selalu setia menemani dirinya, jauh sebelum berhenti menggeluti dunia modeling.
" Baik, Nyonya." ucap asisten Jung dan segera pergi.