Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 19



" Hei, kalian makan saja sepuasnya. Aku akan mentraktir malam ini." seru Shi Woon memberi pengumuman pada rekannya.


Rekan dokter dan perawat yang duduk disatu meja dengan Shi Woon tentu merasa canggung selain karena Shi Woon adalah kepala rumah sakit, pria gagah itu juga adalah anak dari si pemilik rumah sakit Choi Sun dan juga CS Group— sebuah perusahaan pembuat dan penyedia alat kesehatan.


" Dokter Woon, kau juga makanlah." seru salah seorang dokter.


" Aish, kalian ini.. panggil saja aku Shi Woon. Lagipula ini bukan ditempat kerja, jadi kita bebas." seloroh Shi Woon menepuk bahu rekannya.


" Ah, baiklah.. mari bersulang." ucap Shi Woon kemudian mengangkat gelasnya yang sudah terisi penuh oleh somaek, campuran soju dan maekju.


Semua kian mengikut, mengangkat gelas dan bersulang bersama Shi Woon yang tampak antusias.


" Kak, bisakah makan lebih cepat. Aku mau pulang." bisik Emily pada Kakaknya.


" Tunggulah, sebentar lagi kita pulang." balas Oya yang ikut berbisik.


Kedua kakak-beradik itu tentu diamati oleh Shi Woon yang sejak tadi hanya berani mencuri - curi pandang. Terus mengamati hingga tak lama dering ponsel Shi Woon mengganggunya. Ia segera menjawab panggilan itu.


" Woon, kau dimana? Aku harus memberitahumu sesuatu."


Terdengar suara Shin Ho dari seberang sana, langsung menyambar saat panggilan sudah terhubung.


" Oh, Shin Ho. Kemarilah, aku sedang berpesta dengan rekan kerjaku. Aku kirimkan lokasinya, ya." cerocos Shi Woon.


" Apa kau bersama dia?" tanya Shin Ho, membicarakan perihal wanita yang dicintai oleh sahabatnya.


" Humm, aku ingin melihatnya lebih lama. Jadi aku mengajaknya juga." Shi Woon tak banyak bicara karena kedua matanya fokus membidik Emily yang begitu serius melahap bulgogi dan meneguk soju setelahnya.


" Aku akan menunggu dirumahmu. Cepatlah datang, ini tentang Nyonya Yoo." Shin Ho segera memutus panggilannya.


Sementara Shi Woon, Ia mengernyit bingung saat Shin Ho tiba - tiba membicarakan mendiang Ibu tirinya.


" Dokter Woon, bisakah aku dan adikku ikut? Lagipula kita tetangga." Oya terlihat ragu meminta tolong pada pria tampan didepannya. Sedangkan Emily, sejak tadi dia hanya diam dan tak terganggu oleh kehadiran Shi Woon.


" Tentu saja, ayo." seru Shi Woon yang berjalan lebih dulu.


Ketiganya pun segera meninggalkan kedai secara bersamaan.


***


Setelah mengemudi hampir setengah jam Shi Woon, Oya, dan juga Emily kini sudah tiba dirumah. Kedua wanita cantik itu segera keluar dari mobil Shi Woon, sementara Shi Woon sendiri memarkirkan mobilnya dulu.


Dari kejauhan, Emily melihat sosok pria tak asing. Ia adalah Shin Ho yang tengah menelfon didepan tangga.


" Kenapa Emily?" tanya Oya karena adiknya mendadak mematung ditempat.


" Tunggu, Kak." Emily menghampiri dan menyapa Shin Ho.


" Emily, kau darimana?" tanya Shin Ho tersenyum.


" Ah, aku pergi bersama Kakakku. Atasannya mengadakan makan malam tim." jelas Emily seadanya.


" Humm, benarkah? Aku sedang menunggu temanku karena kebetulan dia juga keluar makan malam." balas Shin Ho.


" Lalu dimana Kakakmu?" lanjut Shin Ho lagi.


" Oh itu dia." ucap Emily, menoleh pada Oya yang berdiri tak jauh darinya. Tak lama Shi Woon menyusul, terlihat dibelakang Oya.


Melihat dua orang itu, seketika Shin Ho terkesiap. Pandangannya terarah pada Shi Woon yang berdiri dibelakang Oya. Jantungnya bertalu - talu, keterkejutannya sungguh membuat dirinya membeku ditempat.