Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 35



" Dokter Shin, ada kiriman paket dari seseorang." seru sang perawat dari meja resepsionis, menyadarkan Shin Ho yang sejak tadi melamun disepanjang langkahnya.


Shin Ho menoleh, menerima paket itu tanpa ekspresi apapun diwajah tampannya. Setelahnya Ia kembali melangkah menuju ruangannya.


Tiba didalam ruangannya, Shin Ho menaruh paketnya diatas meja dan segera meraih jubah putihnya yang tergantung. Dia lalu memakainya dan segera duduk dikursi kebesarannya. Pikirannya kini masih berfokus pada Emily, ucapannya malam itu masih terngiang bahwa dirinya akan mengencani Oya.


" Aku pasti gila, bagaimana bisa aku bicara asal malam itu." lirihnya yang lalu meraih ponsel dan menghubungi Shi Woon.


" Hei, Shi Woon. Kau dimana?" tanya Shin Ho saat panggilan ponselnya sudah terhubung.


" Dirumah sakit, aku sibuk. Sampai nanti." balas Shi Woon seadanya dan lalu memutus panggilan.


Shin Ho mengernyit, merasa ada yang aneh pada sahabatnya. Dari nada suara yang didengarnya sudah menjelaskan bahwa sosok Shi Woon sebenarnya tak baik-baik saja untuk saat ini.


Tak ingin menambah beban pikiran, Shin Ho pun beralih pada paket didepannya. Ia membuka kotak itu dan isinya sama seperti hari sebelumnya yakni sebuah buket azalea serta terdapat secarik kertas terselip pada bunga cantik itu.


" Kenapa kau mengabaikanku? Bisa saja ini adalah hari terakhir aku mengirimkanmu petunjuk atas pencarianmu selama beberapa tahun.


Kesulitan bernapas, lumpuh, koma, hingga bahkan kematian. Semua itu disebabkan oleh sicantik bunga azalea."


Serentetan kalimat, pertanda peringatan, terkutip dalam kertas kecil itu. Shin Ho yang membacanya terkesiap. Seketika dirinya teringat pada cerita Pak Han mengenai kematian Nyonya Yoo, dimana gejala awal sakit wanita paruh baya itu adalah sesak nafas dan tak lama lumpuh hingga koma beberapa tahun yang kemudian dirawat dikamar sendiri dan berakhir dengan menghembuskan nafas terakhir.


Shin Ho kini mengerti, bahwa penyebab kematian Ibu tiri Shi Woon bukanlah karena penyakit stroke yang diderita melainkan karena bunga azalea.


" Berarti Nyonya Yoo stroke setelah mengonsumsi air bunga ini." gumamnya yang lalu segera berlari keluar dari ruangannya tanpa melupakan ponsel dan juga secarik kertas yang telah dibacanya.


****


Tak lama, Shin Ho sudah tiba dirumah sakit Choi Sun. Ia pun segera keluar dari mobilnya dengan terburu-buru namun rupanya Ia sudah mendapati Shi Woon yang tengah berdiri diluar bangunan kokoh itu.


" Shi Woon." panggil Shin Ho.


Shi Woon menoleh dengan wajah datar tanpa ekspresi. Sedangkan Shin Ho menghela nafas mendapati sikap sahabatnya yang sedikit berubah.


" Kenapa kau diluar, cuaca sangat dingin." tutur Shin Ho.


" Cih, kenapa kau mengkhawatirkanku. Aku memakai mantel tebal." balas Shi Woon tersenyum getir sembari menyembunyikan kedua tangannya didalam saku jaket overcoatnya.


Mendengar penuturan Shi Woon, Shin Ho pun turut tersenyum.


" Kau kenapa?" tanya Shin Ho to the point.


Shi Woon mengernyit. "Apa maksudmu?"


" Aku tau kau menyembunyikan sesuatu, jadi jujurlah. Apa aku melakukan sesuatu yang membuatmu kesal?" Shin Ho memperjelas ucapannya.


" Tidak ada." jawab Shi Woon hendak pergi.


" Kematian Nyonya Yoo, aku sudah menemukan penyebabnya." suara Shin Ho menghentikan langkah kaki Shi Woon.


Shi Woon menoleh dan menatap nanar pada sahabatnya. "Apa penyebabnya?"