Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 64



" Tunggu, aku ingin melihat sesuatu didalam."


Jauh melangkah bersama kekasihnya, Emily tiba-tiba menghentikan langkahnya didepan sebuah toko sepatu. Ia menarik tangan Shi Woon, ingin membawa pria tampan itu kedalam sana. Namun disaat Shi Woon hendak melangkah masuk kedalam toko, ia menangkap sosok mencurigakan yang sejak beberapa menit lalu mengintai mereka berdua.


" Masuklah lebih dulu. Aku akan menyusul nanti." ucap Shi Woon karena merasa harus membereskan sesuatu dulu.


" Kenapa begitu, kau ingin kemana?" tanya Emily.


" Aku harus menelfon Shin Ho, sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu." jelas Shi Woon.


" Baiklah." seru Emily dan segera masuk kedalam toko. Sementara Shi Woon, pria itu juga segera menghampiri tiga pria berbadan kekar dengan setelan jas serba hitam yang diyakini nya adalah suruhan sang Ayah.


" Ada apa, kenapa kalian mengikuti aku?" tanya Shi Woon to the point dengan raut wajah datarnya.


" Tuan Choi ingin bertemu anda." lapor salah satu pria bertubuh kekar itu.


" Cih, untuk apa?" tanya Shi Woon tersenyum getir.


" Tuan besar ingin bermain golf bersama anda."


" Katakan padanya, aku tidak bisa. Jelaskan bahwa aku sedang berkencan. Aku akan menemuinya setelah kencan ku selesai." ujar Shi Woon segera pergi dengan aura dinginnya.


" Tuan besar tidak ingin ditolak."


Suara berat salah satu dari tiga pria itu menghentikan langkah kaki Shi Woon. Pria muda itu berbalik dan menatap nanar pada ketiga bodyguard Ayahnya. Ia menghela nafas, merasa bahwa tidak akan mudah lepas begitu saja.


Merogoh saku jas overcoatnya, Shi Woon meraih ponselnya dan segera menghubungi Ayahnya. Tak membutuhkan waktu lama panggilannya pun langsung terhubung.


" Aku tidak bisa menemui, Ayah. Aku sedang berkencan, nanti malam saja jika ingin bicara denganku."


Setelah mengatakan tujuannya menghubungi Tuan Choi yang notabene adalah Ayahnya, Shi Woon segera memutus sepihak panggilannya. Ia bahkan tak memperdulikan tatapan dari ketiga bodyguard Ayahnya.


" Kalian pergilah, jangan menggangguku." titah Shi Woon dan segera berlalu karena ingin menemui kekasihnya.


****


Disatu sisi, ada Emily yang baru saja selesai berbelanja. Ia menenteng dua paperbag putih dengan brand sepatu ternama— nike.


" Terima kasih." ucap Emily pada kedua pegawai cantik yang melayaninya sejak tadi. Setelahnya ia segera keluar, dan bertepatan itu dirinya berpapasan dengan Shi Woon.


" Oh, kau dari mana saja. Lihatlah, aku baru saja berbelanja." seru Emily dengan girang. Ia meraih tangan kekar Shi Woon, dan membawa prianya itu duduk dibangku depan toko.


" Lihatlah, aku membeli sesuatu untukmu." ucapnya dengan senyum merekah seraya mengeluarkan sepatu mahal yang baru dibelinya.


" Sepatu?" Shi Woon menautkan kedua alisnya, menatap nanar pada sepatu putih didepannya.


" Kenapa, kau tidak suka?" raut wajah bahagia Emily seketika berubah redup.


" Tidak, aku suka." jawab Shi Woon dengan cepat.


" Lalu kenapa kau melihat sepatunya seperti itu?" ucap Emily.


" Hanya saja.. sebaiknya jangan memberiku hadiah. Kau tau.. memberikan hadiah sepatu untuk pacar itu akan menjadi hal buruk kedepannya. Sebab sepatu itu akan membawa jauh seseorang yang kita sayang." terang Shi Woon yang juga merasa tak enak karena seakan menolak pemberian Emily.


Mendengar penuturan Shi Woon, Emily menghela nafas. Ia tak habis pikir mengapa kekasihnya selalu saja mengatakan mitos yang menurutnya hanya omong kosong belaka.


Berdiri dari duduknya, Emily memasukkan kembali sepatu putih itu kedalam paperbag. Ia merasa kecewa karena Shi Woon telah menolak hadiah yang sudah dibelinya hanya karena sebuah mitos.