Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 18



" Tidak."


Akhirnya Shi Woon bersuara setelah Ia lama berdiam diri.


" Aish, kau tau apa itu grimpoteuthis?" tanya Shi Woon dengan mimik wajah yang serius.


Shin Ho terdiam, Ia tampak berfikir.


" Tunggu." ucapnya sembari berselancar pada laptop didepannya. Shi Woon pun menunggu dengan senang hati.


Satu detik kemudian.


" Siapa yang mengataimu dengan nama aneh itu?" tanya Shin Ho menatap nanar pada sahabatnya.


" Kau pikir siapa, dia tentu wanita yang sama." jawab Shi Woon ketus.


Mendengar jawaban Shi Woon, sontak Shin Ho tergelak. Shi Woon keherangan dan segera beranjak dari kursi. Ia menghampiri dan melihat layar laptop sahabatnya. Seketika itu juga dirinya terkejut mendapati gambar yang ditunjukkan oleh layar laptop Shin Ho.


Mulutnya menganga. Bagaimana tidak, grimpoteuthis ternyata adalah sebuah hewan langka yang memiliki mata kecil dan menyerupai hewan cumi - cumi.


" Kau mirip Woon." seloroh Shin Ho setelah menghentikan gelak tawanya. Sementara Shi Woon masih mengamati gambar itu.


" Kalau dilihat lagi.. matamu benar - benar sama. Cuman dia versi hewan dan kau manusia. Hahahah.." kembali Shin Ho terpingkal - pingkal setelah mengamati dengan jelas wajah Shi Woon.


" Kurang ajar." gerutu Shi Woon kesal dan langsung menutup laptop Shin Ho dengan kasar.


" Tunggu." ucap Shi Woon tiba - tiba. Wajahnya tampak serius dan Ia tengah berfikir. Sedangkan Shin Ho, Ia kini sudah menghentikan tawanya.


" Grimpoteuthis adalah hewan langka, berarti aku itu langka dalam hidupnya." lanjutnya tersenyum kikuk.


" Hah?" Shin Ho menatap jengah pada Shi Woon setelah mendengar ucapan santai sahabatnya.


Sementara Shin Ho, Ia hanya menggeleng kepala melihat Shi Woon yang berbicara konyol.


" Astaga, bagaimana bisa aku menghabiskan waktu dengan pria seperti ini selama tiga puluh tahun?" gumamnya yang menatap miris pada Shi Woon.


" Apa yang harus kulakukan, sepertinya otaknya baru saja terbentur." Shin Ho masih bergumam, melihat Shi Woon yang kegirangan seorang diri.


***


Rumah Sakit Universitas Choi Sun, Seoul.


Dirumah sakit, Shi Woon baru saja tiba. Ia keluar dari mobilnya dengan mimik wajah yang begitu bahagia dan langsung masuk kedalam lobby. Ia juga menyapa perawat dan dokter yang tak sengaja dirinya jumpai.


Berjalan menuju lift, Ia juga tak sengaja bertemu dengan Oya. Sontak dirinya menyapa dengan ramah wanita dewasa itu.


" Perawat Oya, hari ini aku ada jadwal operasi kan?" tanya Shi Woon tersenyum manis.


" Iya Dokter Woon." jawab Oya, memaksakan senyumnya.


" Dengar, perawat dan dokter yang hari ini bekerja sama denganku, beritahu mereka kalau aku mentraktir makan malam. Oh, satu lagi.. kau juga beritahu mereka kalau wajib membawa satu anggota keluarga." titah Shi Woon yang masih tersenyum.


" A.. Ah, iya Dokter Woon." Oya terbata - bata menanggapi perintah atasannya.


Setelah mengatakan apa yang hendak dikata, Shi Woon segera berlalu kedalam lift.


" Wah, dia sungguh aneh. Kenapa harus membawa anggota keluarga." benak Oya yang masih sempat melihat sekilas Shi Woon didalam lift.


***


Dimalam hari— disebuah kedai sederhana yang dipilih Shi Woon untuk mengadakan makan malam tim bersama rekannya. Ia dan dua dokter lainnya serta lima perawat yang masing - masing membawa satu anggota keluarga, saat ini tengah menikmati makan malam dengan hidangan bulgogi (daging ) dan galbi ( iga panggang ), serta beberapa botol soju, maekju dan bir.