Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 73



" Kau mengabaikan Ayah, dan memilih bersama wanita itu. Apa kau tidak tau, jika Ayah ingin.. maka hanya mengeluarkan selembar kertas, Ayah sudah bisa membuat wanita itu menderita. Jadi jangan pernah mengabaikan panggilan Ayah." jelas Tuan Choi dengan sangat angkuh.


" Jangan ganggu dia, Ayah." Shi Woon sontak merendah dihadapan Ayahnya. Memang jika menyangkut orang yang disayanginya, maka Shi Woon akan langsung khawatir.


" Ayah akan menjodohkanmu dengan Lii Kyung. Pertunangan kalian akan diadakan bertepatan dengan tahun baru nanti." ujar Tuan Choi berdiri dari duduknya dan menghampiri sang putra bungsu.


" Apa?" Shi Woon terkejut, ia menatap tak percaya pada pria paruh baya didepannya. Semua sangat tiba-tiba, ia tentu belum siap untuk itu terlebih lagi dirinya tidak menyukai Lii Kyung.


" Ayah.. kupikir Ayah terlalu lancang mengatur hidupku. Apa Ayah lupa, selama lima bulan terakhir aku tidak pernah lagi memakai uang Ayah untuk kehidupan pribadiku." Shi Woon terlihat menahan amarahnya, sorot matanya pada Tuan Choi sangat tajam.


" Tapi kau lupa.. Ayah yang membuatmu menjadi seperti sekarang." Tuan Choi mengingatkan status pria muda didepannya sebagi putra bungsunya.


Shi Woon kehabisan kata-kata. Ia terdiam, menggigit bibir bawahnya, setelah itu menghela nafas berat.


" Kenapa harus Lii Kyung?" tanyanya kemudian.


Tuan Choi yang mendengar pertanyaan putranya seketika diam membisu. Ia juga memalingkan wajahnya, tak ingin membalas tatapan putranya.


" Jadi benar dugaanku. " Shi Woon tersenyum getir, wajahnya memerah, matanya berkaca-kaca.


" Kenapa harus Lii Kyung yang dijodohkan denganku, padahal Ayah sudah tau kalau wanita itu menyukai Kakakku." tanya Shi Woon dengan intonasi meninggi.


" Shi Woon!" suara Tuan Choi tak kalah dari putranya. Ia meneriaki Shi Woon dan memberi tatapan tajam.


" Ah, aku tau.. karena Ayah tidak ingin anak haram seperti Lii Kyung terlibat dalam hidup putra kesayangan Ayah, putra terbaik Ayah. Benarkan?" Shi Woon mendelik tajam pada Tuan Choi, sementara Tuan Choi sontak tak dapat berbicara sepatah katapun.


Melihat pria paruh baya didepannya diam saja, Shi Woon kembali tersenyum getir. Saat ini ia benar-benar sangat kecewa pada pria yang selama ini dipanggilnya Ayah.


Prakk..


Belum sempat Tuan Choi memberi jawaban pada Shi Woon, tiba-tiba terdengar suara gelas pecah dari ambang pintu. Keduanya pun langsung menoleh pada sumber suara, dan terkejut mendapati sosok wanita cantik yang sudah berdiri kaku didepan pintu.


" Lii Kyung?" lirih Shi Woon sembari menatap wanita cantik itu.


" Lii Kyung, Paman... "


" Maafkan aku.. aku tidak sengaja mendengar kalian bicara." Lii Kyung dengan cepat memotong ucapan Tuan Choi. Wanita cantik itu merasa sangat malu, ia bahkan tak sanggup mengangkat pandangannya saat ini.


" Aku permisi." tambahnya segera berlalu.


Shi Woon yang melihat jelas raut wajah Lii Kyung langsung menyusul sahabatnya itu. Ia merasa tak enak hati membiarkan Lii Kyung pergi begitu saja karena bagaimanapun wanita itu adalah sahabatnya.


****


Berlari keluar dari kediaman Choi, Lii Kyung langsung masuk kedalam mobilnya, hendak meninggalkan rumah megah itu. Namun Shi Woon yang tadi menyusulnya tiba-tiba datang, dan membuka pintu mobilnya.


" Keluarlah, kita bicara dulu." seru Shi Woon dengan tegas.


Lii Kyung segera keluar, namun bukan untuk mendengarkan penjelasan Shi Woon. Ia justru berlari menjauh, meninggalkan sahabatnya. Bukan karena dirinya marah, tapi terlalu malu untuk bertatap muka dengan pria gagah itu.


" Lii Kyung.." teriak Shi Woon namun malah diabaikan begitu saja. Ia akhirnya mau tak mau mengejar Lii Kyung, ingin memberi penjelasan agar sahabatnya itu tak salah paham.