Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 11



Didalam mobil, Emily sudah tak sadarkan diri. Wanita cantik dengan makeup natural, terlelap begitu saja saat sudah masuk kedalam mobil.


Shin Ho membantu memasang seat bealt untuk Emily, hingga tanpa sadar dirinya begitu dekat dengan wajah Emily. Shin Ho terus memusatkan pandangannya pada bibir Emily yang terkatup rapat.


Sedetik kemudian senyumnya terlihat dibalik wajah tampannya itu. Ia mungkin tidak bisa mendapatkan hati Emily, namun dirinya cukup bersyukur karena selalu bisa didekat Emily dalam keadaan bahagia ataupun sedih.


Puas mengamati setiap lekukan wajah cantik Emily, Shin Ho segera menarik diri dan mengambil alih kemudi.


Sepanjang perjalanan yang dilalui, suasana didalam mobil begitu senyap. Emily tidur begitu tenang, namun Shin Ho justru merasa kesepian.


" Shin Ho, kau adalah teman terbaikku. Jangan pernah mengubah status persahabatan kita, ya."


Deg.


Ditengah keheningan, Emily tiba - tiba bertutur ucap. Mengigau dalam lelapnya. Kalimat ringan yang diluncurkan Emily dari bibir tipisnya mungkin terdengar biasa bagi orang lain tapi tidak dengan Shin Ho.


Pria gagah itu tersenyum getir, merasakan kecewa dihatinya. Ucapan Emily tentu saja terasa menusuk dijantung karena perkataan Emily barusan, seolah memukul halus Shin Ho agar tersadar bahwa dirinya tidak boleh berharap lebih dari sekedar sahabat.


Ia menoleh, menatap sekilas pada wanita cantik disampingnya. Setelahnya Ia kembali fokus mengemudi dengan sudut bibirnya yang tertarik sedikit hingga menampilkan senyum tipis.


" Baiklah, aku akan menjaga persahabatan kita. Berusahalah mencari laki - laki itu, jika kau sudah dapat maka aku akan mengikhlaskan perasaanku."


Meski ucapannya tak dapat didengar Emily, Shin Ho tetap berbicara dengan tulus. Sebuah kata - kata yang langsung dari lubuk hatinya.


...🌸🌸🌸...


Hampir tiba dirumah, Emily seketika tersadar. Ia bangun dari tidurnya dengan mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia menoleh kesamping, dan rupanya Shin Ho masih mengemudi disampingnya.


" Turunkan aku disini saja." ucap Emily tiba - tiba.


Shin perlahan menepikan mobilnya. Ia beralih dan menatap wanita yang dicintainya.


" Terima kasih, kau selalu menjagaku. Suatu saat... "


Shittt.


Ucapan Emily menggantung saat jari telunjuk Shin Ho membungkam bibirnya.


" Besok aku ulang tahun. Tiga tahun lalu kau minta maaf karena kau tidak mengingat ulang tahunku, itu sebabnya kau mengatakan akan memberiku tiga kesempatan untuk membuat permohonan. Aku baru menggunakan satu permohonan, berarti masih tersisa dua. Izinkan aku memohon nanti, bukan sekarang."


Shin Ho mengingatkan ucapan Emily sendiri.


Emily terdiam, dan setelahnya kembali memperlihatkan senyumannya.


" Baiklah, dua permohonan itu, lakukan saat kau mau saja." ucapnya.


Lama keduanya terdiam, akhirnya Emily berpamitan dan segera keluar dari mobil Shin Ho.


***


Setelah berjalan kaki beberapa menit, Emily kini sudah tiba di depan gedung, tempat dimana dia tinggal dan yang dianggap rumahnya. Meski sudah berjalan lumayan jauh, namun rasa mabuknya tak juga hilang.


Ia lalu segera menapaki anak tangga dengan perlahan menuju lantai dua. Sepanjang langkah kakinya, Ia terus menunduk hingga tak terasa langkah kakinya berhenti tepat dibibir tangga saat mendapati seseorang yang berdiri menghadangnya.


Perlahan Emily mendongak, menatap orang itu yang berdiri kaku dihadapannya.


" Kau.. rupanya kau memang selalu kurang kerjaan." Emily tersenyum.


Senyumannya sangat tulus hingga seakan dirinya bahagia mendapati orang itu yang ternyata adalah Shi Woon.