Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 28



Rumah Sakit Universitas Choi Sun.


Ditengah hari dengan cuaca yang dingin, tampak Shi Woon tengah duduk dikursi takhta nya. Sepuluh menit Ia berdiam diri didalam ruangannya, dengan pandangan terarah pada paket didepannya.


Ya, sama seperti Shin Ho, Ia juga menerima sebuah paket. Namun beda nya, isi paket itu berupa gambar bunga azalea. Hanya gambar tanpa pesan apapun.


Menghela nafas, Shi Woon dengan malas beranjak dengan membawa paket itu ditangannya. Disaat Ia hendak membuang paket itu kedalam tempat sampah, pintu ruangannya tiba - tiba dibuka. Sontak Shi Woon menoleh, sementara tangannya masih memegang barang itu.


" Shin Ho, ada apa?" Shi Woon mengajukan tanya pada sahabatnya yang tiba - tiba datang tanpa pemberitahuan.


" Aku..."


Ucapan Shin Ho menggantung saat pandangannya tak sengaja beralih pada apa yang dipegang sahabatnya.


" Apa itu?" tanya Shin Ho.


" Oh, ini. Aku mendapat paket dari seseorang yang dititipkan dimeja resepsionis." jawab Shi Woon seadanya.


Ia lalu segera membuang paket itu dan kembali duduk dikursi kebesarannya.


" Apa isinya?" tanya Shin Ho yang seakan penasaran.


" Bukan apa - apa. Mungkin seseorang mengerjaiku, atau seseorang itu kurang kerjaan. Isinya tidak penting." jawab Shi Woon lagi dengan santai.


" Ah, ada apa kau kemari?" tanya Shi Woon kemudian.


" A.. Aku... " Shin Ho terlihat ragu. Ia terdiam sesaat, dengan masih berdiam diri didepan meja Shi Woon.


Shi Woon menautkan alisnya, menunggu apa yang akan dikatakan sahabatnya. Sementara Shin Ho, pria itu masih berfikir sejenak. Sebenarnya Ia datang menemui Shi Woon untuk mengatakan yang sebenarnya bahwa dirinya juga menyukai Emily, namun entah mengapa disaat Shi Woon menatapnya, Ia malah menjadi gugup dan seolah tak bisa berkata jujur.


" Ada apa?" Shi Woon mengulang tanya.


" Wah, ternyata kau datang hanya untuk mengatakan itu?" tutur Shi Woon dengan senyum tertahan.


" Baiklah, aku memang ada rencana bertemu dengannya nanti malam." seru Shi Woon dengan riang.


Shin Ho hanya mengangguk, namun gestur tubuhnya terlihat kikuk.


" Baiklah, kau lanjut saja. Aku pergi dulu." pamit Shin Ho hendak pergi.


" Tunggu." tahan Shi Woon membuat langkah kaki Shin Ho terhenti.


" Bagaimana penyelidikanmu?" tambah Shi Woon, mempertanyakan perihal penyelidikan kematian mendiang Nyonya Yoo.


" Masih seperti biasa. Semua sangat sulit karena Nyonya Yoo meninggal dikamarnya sendiri dan terlebihnya dirumah kediaman Choi yang begitu banyak pengawal." jelas Shin Ho.


Shi Woon mengangguk.


" Baiklah, kau boleh pergi." ucap Shi Woon.


Tanpa membuang banyak waktu, Shin Ho segera berlalu secepat kilat. Setibanya diluar ruangan, Ia tiba - tiba dikejutkan dengan kehadiran Oya yang begitu mendadak muncul didepannya.


Oya tak bereaksi, Ia hanya menatap sekilas pada Shin Ho dan segera berlalu.


" Aneh.. waktu itu dia mengomel saat aku memeluknya, tapi sekarang dia seperti orang asing saja." benak Shin Ho menatap pada Oya yang perlahan menghilang seiring jauh melangkah.


...🌸🌸🌸...


Waktu berlalu cepat dan kini hari sudah menjelang malam. Pukul enam petang, Korea Selatan kini diguyur oleh hujan salju pertama. Cuaca begitu dingin, serasa menembus kulit meski sudah memakai jaket yang sangat tebal.


Emily kini berada didalam toko rotinya, dengan pandangan terarah keluar jendela kaca, menatap butir - butir salju yang turun dari langit. Fikirannya berpusat pada cinta pertamanya empat tahun lalu.