
Saat akan meninggalkan kediaman Choi, Nyonya Young dicegat oleh dua putra tirinya yang baru saja keluar dari mobil. Mereka adalah Shi Woon dan Shin Ho.
" Ada apa lagi dengan kalian?" Nyonya Young mulai merasa kesal karena sejak tadi jalannya selalu dihalangi.
" Kita perlu bicara." ujar Shin Ho dengan dingin.
" Aku sibuk, dan akan pergi kesuatu tempat." balas Nyonya Young dengan santai.
" Kalau begitu kami akan ikut denganmu." sahut Shi Woon yang tak kalah dingin dari sahabatnya.
Nyonya Young menghela nafas kasar. Ia benar-benar tak punya jalan lain selain mendengarkan kedua putra tirinya berbicara.
****
Berada didalam kamar Nyonya Young, Shi Woon dan Shin Ho kini menatap intens pada siempunya kamar yang tengah duduk dengan nyaman disofa empuk.
" Berikan kami dokumen itu." pinta Shi Woon yang sejak tadi tak bisa menahan diri untuk mengutarakan tujuan kedatangannya.
" Apa yang akan ku dapatkan jika memberikan dokumen itu?" tanya Nyonya Young.
Shi Woon dan Shin Ho terdiam sejenak, keduanya tak tau harus menjawab apa.
" Kau akan menjadi Ibu kami." ucap Shi Woon kemudian. Ia saat ini sangat membutuhkan berkas dari gudang rumah sakit itu karena didalam berkas itu ada laporan lengkap tentang kematian Nyonya Yoo. Selain untuk membuktikan bahwa Nyonya Young adalah dalang dibalik kematian Nyonya Yoo, ia juga ingin menunjukkan pada Ayahnya bahwa bukan dirinya penyebab meninggalnya Nyonya Yoo.
" Aku tidak akan memberikannya." ujar Nyonya Young dengan enteng. Ia beranjak dari duduknya, dan mendekat pada kedua putra tirinya.
" Kim Young He!" bentak Shi Woon dengan kasar. Ia sungguh geram pada wanita cantik didepannya.
" Cih, kalian ini seperti tidak berpendidikan saja. Bukankah Tuan Choi mengirim kalian keluar negeri untuk belajar agar jadi lebih baik, lalu apakah kalian tidak diajari cara berperilaku yang baik kepada orang tua?"
" Jika kalian ingin sesuatu, harusnya minta baik-baik. Panggil aku Ibu, dan minta apa yang kalian mau." tambahnya, segera berbalik badan dan tersenyum puas.
Suasana tiba-tiba hening, tak ada kata yang keluar dari bibir kedua pria tampan itu.
" Ibu.."
Deg.
Suara lirih Shin Ho seketika membuat Nyonya Young mematung ditempat. Pikirannya langsung membeku, seolah suara Shin Ho mengetuk hati terdalamnya. Ada yang aneh, membuat wanita dewasa itu langsung memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa berdenyut.
Dan entah mengapa, sebuah ingatan menyedihkan seketika melintas dibenaknya. Dadanya terasa sesak, matanya berkaca-kaca saat sebuah ingatan itu berkumpul dan tersusun rapi dipikirannya.
Ia kini mengingat kembali kenangan yang sempat hilang tiga puluh tahun lalu. Kecelakaan yang dulu terjadi, membuatnya mengalami amnesia traumatis
" Choi Sun." lirihnya memegangi kepalanya yang terasa berputar. Kali ini ingatan itu menjadi sangat jelas, awal semua dimulai yang ternyata dari rencana yang disusun rapi oleh Tuan Choi dimasa lalu.
Shi Woon dan Shin Ho yang melihat tingkah Ibu tirinya langsung merasa bingung. Heran karena wanita cantik itu bersikap seolah menahan sakit.
" Ibu.. apa yang terjadi?" suara Shin Ho menyadarkan Nyonya Young. Wanita dengan rambut tergerai itu menoleh, dan menatap Shin Ho. Hatinya bergetar setiap kali Shin Ho memanggilnya Ibu.
" Shin Ho, sebaiknya kita pergi. Aku yakin dia tidak akan mengatakan apapun." Shi Woon menghampiri sahabatnya, dan melempar tatapan kesalnya pada Nyonya Young.
Keduanya pun segera berlalu, meninggalkan Nyonya Young begitu saja.
[Kira-kira apa yang terjadi dimasa lalu, ya?🤔 Yuk baca terus Hidden The Love biar tau ...]