
Hari itu berlalu terasa cepat hingga tak terasa usia Shi Woon sudah enam tahun dan Hong Sik dua belas tahun. Diusia enam tahun Shi Woon, entah semuanya berawal dari mana dan karena apa, namun Nyonya Yoo menghembuskan nafas terakhirnya tepat saat Shi Woon berada didalam kamarnya. Hingga saat itu adalah awal dimana hubungan Shi Woon dan sang kakak juga Ayahnya menjadi renggang.
Terlebih lagi Nyonya Young— adik Nyonya Yoo yang dinikahkan dengan Tuan Choi. Hubungan Shi Woon semakin memiliki jarak jauh dari Hong Sik setelah kehadiran istri ketiga Tuan Choi itu.
...🌸🌸🌸...
Kedai Hanchu, Seoul.
Wanita cantik dengan rambut hitam lebat yang dibiarkan tergerai begitu saja. Ia duduk disalah satu kursi didalam kedai itu. Lima botol soju yang sudah kosong, berjejer diatas meja, dihadapannya. Tentu saja, semua sudah diminum habis oleh wanita cantik itu yang tak lain adalah Emily.
Hingga sekarang adalah botol soju keenam dihadapannya yang baru saja dibuka. Kesadarannya masih ada empat puluh persen, namun Ia tetap tak berhenti meneguk minuman pahit didepannya.
Tepat saat akan menuang soju itu kedalam gelas mini, seorang pria tiba - tiba datang dan mengambil alih botol soju itu. Pria itu langsung duduk dihadapan Emily dan meneguk isi soju hingga tandas.
" Setengah jam.. dan kau baru datang." seru Emily tersenyum getir menatap pria didepannya.
" Kenapa kau minum seperti ini, bukankah berbahaya untuk lambungmu?" omel pria itu yang ternyata adalah Shin Ho.
Ia menatap nanar pada Emily yang menampilkan raut wajah sendu, seolah sahabatnya itu tengah diliput oleh masalah. Terlebih lagi saat menghabiskan beberapa botol soju, karena Emily yang dikenalnya tidak pernah menyentuh minuman alkohol seperti ini sebab selain berbahaya untuk lambung, Emily juga anti pada minuman beralkohol. Namun malam ini, wanita yang sudah dikenalnya selama empat tahun itu justru menghabiskan banyak minuman.
***
" Aku tidak tau Shin Ho." lirih Emily dengan pandangan kosong. Tangannya perlahan menyentuh dada disebelah kiri.
" Seperti ada yang sakit, tapi tidak tau apakah itu luka atau hanya kekecewaan." tambahnya dengan setengah sadar.
Shin Ho menghela nafas, karena jika mendengar ucapan Emily, Ia sudah tau akan bagaimana akhirnya. Pasti akan membahas pria empat tahun lalu.
" Aku mencintainya.. atau hanya mengagumi sikapnya?" celoteh Emily lagi.
" Kenapa kau selalu membicarakan dia saat kita berdua. Aku ingin.. sekali saja kenang masa pertemuan pertama kita." tutur Shin Ho dengan suara pelan sembari menatap lekat wajah redup Emily.
Emily tersenyum kecut.
" Aku tidak membahasnya, aku hanya membahas tetangga baruku." mata Emily mulai sayu.
Tak lama Ia merogo tasnya yang berada disampingnya.
" Ini, kau tau ini apa."
Emily mengeluarkan plester luka dari dalam tasnya. Dirinya memperlihatkan pada Shin Ho plester luka itu yang semula dibungkus kain berwarna pink dengan rapi
Shin Ho mengernyit.
" Ini adalah plester luka dari laki - laki itu. Katanya.. mungkin aku terluka karena kesalahannya, jadi dia memberiku ini untuk menutupi lukaku." lanjut Emily.
" Empat tahun berlalu, aku baru merasakan sakit. Apakah plester ini ku pakai saja?" Emily terus meracau dengan lemah.
" Ayo kita pulang, sepertinya kau mabuk berat."
Shin Ho mengalihkan pembicaraan dan segera beranjak. Ia membantu Emily berdiri dan memapahnya keluar dari kedai minuman itu.
...🌸🌸🌸...
Choi Shi Woon (Dokter Woon)
Amelia Ismail (Emily)
Choi Hong Sik (Hong Sik)
Ahn Shin Ho
Oya Ismail ( Perawat Oya atau biasa disapa Oya)
Park Lii Kyung (Lii Kyung)
Kim Young He (Nyonya Young)