Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 90



" Oya, apakah dia benar adikmu?" setelah mengamati cukup lama, Kim- Jeon akhirnya memberanikan diri untuk mengajukan tanya, meski sejujurnya merasa tak enak karena Oya masih berkabung dalam kesedihan.


" Ih, kau itu.. jangan bertanya dulu." bisik Na- Heol pelan sembari menyenggol lengan Kim- Jeon.


" Siapa perawat yang bertanggung jawab untuk hasil pemeriksaannya?"


Suara berat nan maskulin terdengar dari seorang pria tampan yang berkarisma. Pria muda yang mengenakan jubah dokter itu tiba-tiba saja memeriksa kondisi Emily. Oya dan Kim- Jeon, serta Na- Heol mengernyit. Ketiga wanita cantik itu kebingungan.


" Aku. Aku yang memeriksanya." menarik diri dari keterdiamannya sesaat, Kim- Jeon berbicara dengan cepat.


" Coba kulihat hasilnya." pinta pria itu yang bernama Tae Joon— Dokter Tae Joon.


Buru-buru Kim- Jeon memberikan laporannya, namun hanya berselang sedetik, Dokter Tae Joon mengembalikannya.


" Siapkan ruang operasi, dan konfirmasi dengan dokter anestesi nya." titah Dokter Tae Joon.


" Tapi pasien tidak harus dioperasi Dokter." sergah Oya dengan cepat.


" Kenapa begitu?" Dokter Tae Joon membidik Oya dengan tatapan datar, seolah menyudutkan wanita cantik itu.


" Karena kupikir tidak ada yang parah sehingga harus dioperasi." tutur Oya dengan tegas.


" Cih, kau sombong sekali. Belum juga menjadi dokter, kau sudah sok tau." sinis Dokter Tae Joon. Setelahnya ia beralih pada Kim- Jeon dan menurunkan titah pada perawat senior itu untuk menyiapkan ruang operasi.


" Kau tidak akan melakukan operasi!"


Sepersekian detik Dokter Tae Joon yang masih belum meninggalkan ruang IGD, tiba-tiba sudah terdengar suara familiar dari ambang pintu. Suara tegas dari sosok Shi Woon yang perlahan mendekat dan menatap tajam Dokter Tae Joon.


" Yakk, Shi Woon.. dia butuh dioperasi. Pasien mengalami pendarahan hebat, jika lukanya tidak ditutup dia bisa meninggal." terang Dokter Tae Joon dengan tegas.


" Tidak semua pasien yang mengalami pendarahan butuh operasi, jadi aku yang akan merawatnya sampai dia sembuh." tutur Shi Woon tak kalah tegas dengan sorot mata yang tajam.


" Terserah kau saja, tapi aku akan tetap mengoperasi pasiennya." Dokter Tae Joon menutup percakapan dan hendak berlalu.


Mendengar peringatan keras dari Shi Woon, Dokter Tae Joon menghela nafas kasar. Ia lalu segera pergi, meninggalkan ruang IGD. Sementara Shi Woon, buru-buru mendekat pada Emily dan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada sang kekasih yang masih terbaring lemah dengan bantuan oksigen.


****


Tiga jam berlalu.


Mengurus perawatan Emily seorang diri, kini Shi Woon sudah memindahkan wanitanya itu diruang rawat VIP. Meski Emily belum sadar, namun Shi Woon sudah sangat bersyukur karena kekasihnya itu sudah melewati masa kritis.


Masih menemani Emily sejak tiga jam lalu, Shi Woon masih enggan tuk meninggalkan wanita cantik itu meski ada Oya yang selalu ada didekat Emily sejak tadi.


" Dokter Woon, sebaiknya kau istirahat. Aku yang akan menjaga Emily." ujar Oya saat melihat pria disamping adiknya itu tampak lelah.


" Tidak, aku yang akan menemaninya. Kau saja yang istirahat, bukankah kau juga masih ada jam kerja?" tutur Shi Woon melirik jam dipergelangan tangannya.


Oya mengangguk, dan mau tak mau ia segera berlalu karena memang dirinya ada jadwal untuk memeriksa pasien dikamar rawat lainnya.


Kini tinggallah Shi Woon dan Emily yang berdua didalam kamar rawat. Suasana sangat tenang, tak ada suara apapun. Shi Woon menggenggam jemari sang kekasih sembari menatap intens wajah cantik Emily.


" Cantik." lirihnya yang kemudian menghadiahi kecupan ringan dikening Emily.


" Yakk, berhenti menatap orang yang sedang sakit. Itu tidak baik." celetuk seseorang dari ambang pintu.


Sontak Shi Woon menoleh pada sumber suara, dan kemudian menghela nafas kasar saat mendapati orang itu yang rupanya adalah Shin Ho.


" Bisakah kita bicara sebentar saja?" tanya Shin Ho.


" Kau ingin bicara apa?" tanya balik Shi Woon dengan wajah datarnya.


" Ini tentang kecelakaan Emily." jawab Shin Ho yang langsung membuat Shi Woon berdiri dari duduknya.


" Benarkah? Apa kau menemukan pelakunya?" tanya Shi Woon dengan tak sabaran. Shin Ho tak menjawab, dan segera hengkang. Sementara Shi Woon, ia segera menyusul sahabatnya dengan sebelumnya memastikan kondisi sang kekasih yang baik-baik saja untuk ditinggal seorang diri.