Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
KETAUAN PAPI



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


** selamat membaca **


Keesokan harinya


* kamar rara *


" kok gue jadi deg-degan gini sih " ucap rara duduk di depan cermin sambil memegang dadanya


" kayak baru pertama kali bertemu sama dia, apa dia masih ngenalin gue dengan tampilan seperti ini? udah setahun gue gak bertemu dia, apa dia masih sayang sama gue? atau dia udah berpaling? kok gue jadi galau gini sih? " ucap rara sambil termenung


" udah ah ngapain gue mikirin itu! gue harus siap² dan turun ke bawah " ucap rara sambil mempercepat makeupnya


Setelah bersiap² rara segera turun untuk sarapan


" pagi mi, pagi pi " ucap rara sambil mencium kedua pipi mami dan papinya


" pagi sayang " ucap mami dan papi berbarengan


" semenjak rara tinggal di sana udah kayak bule aja tuh rambut " ledek reno


" biarin aja.. rara kan bosan dengan warna rambut biasanya mangkanya rara cat warna begini, mami dan papi gak marah kan rara cat rambut? " ucap rara


" selagi kamu gak ngelakuin hal² negatif papi gak akan marah kok " ucap papi


" tu kan papi aja gak marah 😝 " ucap rara meledek reno


" awas ya kamu dek " ucap reno


" kamu mau kemana dek udah rapi aja? " tanya keano


" rara mau jalan² kak " ucap rara


" kemana? " tanya devano


" kepo deh " ledek rara


" giliran kean yang nanya langsung di jawab kalo kakak malah di bilang kepo " ucap devano


" hahaha kamukan temen berantemnya rara wajar dong kalo dia sama kamu bawa'annya gak bisa akur " ledek alvaro


" apaan sih malah ngeledekin adek sendiri bukannya di bela " ucap devano kesal


" udah² lanjutin makannya jangan pada berantem " ucap papi melerai mereka


" iya pi " ucap devano dan alvaro berbarengan


" kita udah selesai makannya mi pi, kita duluan ya pergi ke kantor " ucap reno


" iya mi pi, kita pergi dulu " ucap alvaro


" yaudah kalian hati² yaa " ucap mami


" papi mau barengan gak? " tanya reno


" gak usah nak, nanti papi di antar supir aja " ucap papi


" yaudah deh pi kita pergi dulu yaa " ucap mereka berbarengan


" hati² ya kak.. semangat kerjanya jangan fokus sama cewek mulu " ledek rara kepada kakak²nya yang hendak pergi


" mulai yaa.. sekarang udah pinter ngeledekin kakak " ucap reno


" biarin.. ingat yaa cuma rara perempuan yang kalian sayangi setelah mami dan bunda gak boleh ada yang gantiin rara di hati kalian " ucap rara membuat kedua orangtuanya tertawa


" kamu ini ada² aja sih nak " ucap mami mengeleng² melihat kelakuan putrinya


" rara gak mau mi nanti mereka udah punya pacar malah ngelupain rara lagi " ucap rara


" yaampun dek kita gak akan gantiin posisi kamu kok tenang aja deh " ucap reno sambil tertawa


" iya dek dari dulu sampai kapanpun kamu tetap kesayangan kami kok " ucap alvaro


" kamu selamanya akan jadi kesayangan kami dek, gak ada yang bisa gantiin posisi kamu dihati kami semua " ucap keano


" aaaa rara jadi baper dengar omongan kalian semua " ucap rara


" udah deh bawel kamu gak usah mikirin yang aneh² deh kamu itu gak ada yang bisa gantiin, cuma kamu satu²nya adik yang paling ngeselin dan paling bawel tapi ngangenin sih buat kita " ucap devano


" mulai deh kakak ngajakin ribut mulu udah sana kakak pergi aja " ucap rara mengusir devano


" jahat banget kamu dek ngusir kakak " protes devano


" siapa yang ngusir kakak? tuh lihat jam berapa sekarang jangan mentang² manajer bisa seenaknya datang " ucap rara meledek kakak²nya


" bener kata rara mending kalian pada pergi daripada telat, tunjukin dong ke bawahan kalian kalo manajernya bisa tepat waktu " ucap mami


" papi juga mi? " canda papi


" iya dong pi, papikan direktur utama harus tepat waktu dong datangnya " ucap rara


" yaudah deh papi pergi sekarang aja biar bawahan² papi pada nyontohin papi datang tepat waktu " ucap papi semangat


" mami ke kantor papi agak siangan yaa tunggu rara pergi dulu, kasian dia baru pulang malah ditinggal sendirian di rumah " ucap mami


" gak papa mi, mami pergi aja rara bentar lagi juga mau pergi ke kampus nesya sama tiara " ucap rara


" jam berapa mau perginya? " tanya mami


" bentar lagi mi, tiara lagi siap² katanya " ucap rara


" yaudah deh mami siap² dulu papi tunggu sebentar yaa " ucap mami langsung pergi ke kamarnya


" kamu mau nemuin nesya atau anggara? " ledek reno


" apaan sih kak " bantah rara


" siapa anggara? " tanya papi membuat rara salah tingkah


" aduh papi malah nanya dia lagi.. kalo papi tau dia pacar gue marah gak yaa? " ucap rara dalam hati


" rara? " panggil papi membuat rara tersadar dari lamunannya


" hm.. iya pi? kamu kenapa bengong? papi nanya kok gak di jawab? " tanya papi


" itu temen pi " ucap rara


" bohong pi! itu pacarnya rara " ucap reno


" benar itu rara? " tanya papi dengan tatapan menyelidiki


" maaf pi 😣, rara.. " ucap rara takut untuk melanjutkan omongannya


" benar pi dia pacar rara " ucap mami sambil menghampiri mereka


" maafin rara pi, rara gak bisa tepatin janji rara yang dulu untuk tidak pacaran sebelum lulus kuliah ☹️ " ucap rara


" selagi dia gak ngelakuin hal² negatif mami mendukung rara pi, karna menurut mami anggara ini anaknya baik dan semenjak rara kenal dia rara gak nakal seperti dulu lagi " ucap mami membela rara


" papi mau tau laki² yang menjadi pacar anak papi ini seperti apa? " ucap papi membuat rara kaget


" kamu bisa bawa anggara ke sini nak? " tanya mami


" tapi mi? " bantah rara takut


" gak papa sayang, papi gak akan marah kalo kamu gak ngelakuin hal yang aneh² " ucap mami meyakinkan rara


" baiklah, rara akan bawa anggara nemuin papi dan mami " ucap rara kurang yakin


" yaudah kita pergi sekarang aja yuk pi nanti telat loh " ucap mami sengaja mengajak papi agar rara tidak merasa takut lagi


" mami pergi dulu ya nak " ucap mami sambil mencium kening rara


" iya mi, hati² " ucap rara berusaha menghilangkan kegugupannya


" kalo ada apa² hubungi papi ya nak " ucap papi sambil mencium kening rara


" iya pi " ucap rara tersenyum


setelah kepergian mereka rara baru bisa bernapas lega


" ini semua gara² kak reno! kenapa dia nyebutin anggara sih jadinya ketauan papi kan " ucap rara kesal


" gimana nih? apa nanti papi marahin anggara? aduh kok gue jadi bingung sih " ucap rara


" rara? " panggil tiara dari luar rumah


" iya² bentar " ucap rara segera keluar rumah menemui tiara


" kenapa tuh muka di tekuk? " tanya tiara setelah melihat kedatangan rara


" nanti gue ceritain, ayo pergi sekarang " ajak rara untuk masuk kedalam mobilnya


" ngapain lo masuk ke mobil yang itu? " ucap rara menunjuk mobil lamanya


" bukannya naik mobil ini yaa? " tanya tiara bingung


" kalo naik mobil yang itu ketahuan dong " ucap rara


" jadi mobil yang mana? " tanya tiara


" yang ini tiara " ucap rara


" ini bukannya mobil sport keluaran terbaru waktu itu yaa? yang lo pengen banget akhirnya terwujud juga " ucap tiara


" iya, ini hadiah ulang tahun dari ayah tapi jarang gue pakai " ucap rara


" pakai ini aja kn gak ada yang tau tuh " ucap tiara


" kan dari tadi gue ngomong itu tiara " ucap rara geram


" hehe maaf.. ayo kita pergi " ucap tiara


" ayo.. " ucap ajak rara