Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
END



Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰


...** selamat membaca **...


Setelah rara sembuh dan pulang kerumahnya anggara tak pernah lagi menemuinya, anggara juga tak mengabari rara selama seminggu, rara menjadi uring²an dan tak bersemangat melalukan aktivitas apapun, orangtua rara merasa sedih dan bingung harus melakukan apa untuk menghibur putri kesayangan mereka


" gimana nih pi mami gak tega lihat anak kita begitu? " ucap mami melihat kondisi anak perempuannya


" mau gimana lagi mi.. anggara lagi sibuk dia telpon papi tadi di kantor, mami jangan kasih tau rara ya kalo orangtua anggara mau kesini sebentar lagi " ucap papi sedikit mengecilkan suaranya


" yang benar pi? kita gak ada persiapan loh " tanya mami mulai panik


" mami masaknya di banyakin aja kita makan malam sama mereka disini " saran papi


" jadi tenang mami, kebetulan mami masak banyak malam ini, mereka udah di mana pi? " tanya mami lega


" lagi di jalan kayaknya " ucap papi santai sambil menyeruput kopinya


" Assalamualaikum " ucap papa anggara sambil mengetuk pintu


" wa'alaikumsalam, silahkan masuk dit " ucap papi sambil melipat koran yang ia pegang


" baru sampai kamu dit, silahkan duduk " ucap papi tersenyum ramah


" iya wan, jalanan macet banget " ucap dito papanya anggara


" apa kabar dit? lama tidak bertemu?! " tanya papi basa basi


" alhamdulillah baik, kamu gimana? " tanya papa anggara bali


" alhamdulillah saya baik " ucap papi tersenyum


" oh iya kenalin ini istri saya namanya diana " ucap papa anggara memperkenalkan istrinya


" kenalin juga ini istri saya namanya renata " ucap papi memperkenalkan istrinya juga


" kita udah saling kenal pi, iya gak mbak? " ucap mami kepada mama anggara


" iya mas, saya udah pernah bertemu renata di mall " ucap mama anggara tersenyum


" bagus lah kalo udah saling kenal, tinggal nentuin tanggal aja ni " canda papi


" iya wan saya udah gak sabar punya menantu dan nimang cucu " canda papa anggara


" keadaan rara gimana renata? aku baru sempat ke sini.. maaf ya aku gak sempat jenguk rara di rumah sakit kemarin, aku harus nemanin mas dito ke luar kota " ucap mamanya anggara merasa bersalah


" gak papa mbak, rara udah mendingan kok cuma ya gitu mbak dia uring²an semenjak anggara menghilang dan gak ada ngehubungi dia selama seminggu ini " ucap mami menjelaskan keadaan anaknya


" anak itu suka banget nyari masalah nanti dia sendiri yang pusing jadinya " ucap mama anggara sambil menggeleng²


" bentar ya mbak saya panggil rara dulu " pamit mami hendak pergi


" iya ren " ucap mama anggara


mami langsung menuju kamar rara di lantai 2 tak lama mengetuk pintu rara segera keluar dengan wajah kusut


" kamu kenapa sayang kok mukanya kusut begitu? " tanya mami pura² tak tau apa²


" rara gak papa mi " jawab rara dengan senyum terpaksa


" sekang kamu mandi dan siap² kita makan malam, mami tunggu di bawah " ucap mami


" iya mi " jawab rara lesu


tak lama bersiap² rara turun ke bawah untuk makan malam bersama orangtuanya, rara tak mengetahui keberadaan orangtua anggara di rumahnya dengan langkah santai rara menemui mereka


" malam mi pi " ucap rara lesu


" malam sayang, salim dulu sama om dan tante nak " ucap mami


" tante? kok ada mereka di sini mi? " ucap rara lagi dengan wajah kaget melihat keberadaan mama anggara di rumahnya tanpa memberi tahunya terlebih dahulu


" hai sayang.. apa kabar nak? " sapa mama anggara


" alhamdulillah rara baik tante, tante apa kabar? " ucap rara sambil menyalim tangan mama anggara


" tante baik sayang, maaf ya tante baru bisa nemuin kamu sekarang.. tante kangen banget sama kamu nak " ucap mama anggara sambil memeluk rara


" gak papa tante, rara juga kangen banget sama tante " ucap rara sambil membalas pelukan mama anggara


" kamu kangen sama tante? atau anak tante? " goda mama anggara


" tante bisa aja deh, keduanya tante " ucap rara sambil tersenyum


" oh iya kenalin ini papanya anggara " ucap mama anggara memperkenalkan suaminya


" apa kabar om? " sapa rara sambil menyalim tangannya


" om baik nak, ternyata kamu cantik banget gak salah anggara milih kamu untuk jadi calon istrinya " ucap papanya anggara sambil tersenyum


" om bisa aja deh " ucap rara tersipu malu


" gak nyangka ya wan sebentar lagi kita jadi besan, saya lama mencari keberadaan kamu ternyata Allah punya rencana lain untuk mempertemukan kita lagi bahkan kita akan semakin erat sekarang " ucap papanya anggara senang


" iya dit saya juga gak nyangka bisa seperti ini sekarang " ucap papi tersenyum


" mereka cuma datang berdua aja ya kok kak anggara gak kelihatan? apa dia gak kangen sama gue? " ucap rara dalam hati sambil melihat sekeliling mencari keberadaan pujaan hatinya


" kamu cari anggara ya nak? " tanya mama anggara yang sedari tadi memperhatikan rara yang sedang mencari sesuatu


" iya tante, dia gak ikut ke sini ya? " tanya rara sambil menatap mata mama anggara


" maaf ya sayang, anggara sedang keluar kota mangkanya gak sempat ngehubungi kamu " ucap mama anggara pura² bersedih


" gak papa tante rara ngerti kok " ucap rara dengan senyum terpaksa


" gak papa tapi mukanya sedih gitu " ledek anggara tiba² muncul dari arah pintu masuk


" kok kamu di sini? bukannya kamu.. " ucap rara kaget


" aku sengaja minta tolong mama buat bilang ke kamu kalo aku sedang ke luar kota padahal gak, aku beli sesuatu dulu baru ke sini " ucap anggara menjelaskan kepada rara sambil menyalim tangan kedua orangtua rara


" kamu kemana aja sih? aku tu kangen banget sama kamu " ucap rara manja sambil memeluk anggara


" sayang peluknya jangan di sini malu tau di lihatin orangtua kita " bisik anggara membuat rara langsung tersadar dan melepaskan pelukannya


" sabar ya sayang kita nentuin tanggal dulu buat pernikahan kalian " ledek mama anggara melihat rara yang sedang salah tingkah


" maaf ya rara kelepasan " ucap rara menyengir


" gak papa sayang kita maklum kok, kita kan juga pernah muda, ya gak pa " ledek mama anggara


" iya ma, kayaknya kita harus ambil langkah cepat nih ma anaknya udah gak sabar kayaknya " ledek papa membuat rara bertambah salah tingkah


" udah dong pa ma raranya jadi malu, maklum lah kita kan udah seminggu gak ketemu ya saling kangen dong, mama sama papa kayak gak pernah muda aja " ucap anggara membela rara


" mama sama papa cuma bercanda aja sayang, yaudah gih kalian kangen²an di taman di samping rumah aja, mama sama papa mau bicara serius sama orangtua rara " usir mama anggara


" mama paling pengertian deh soal beginian, love you ma " canda anggara sambil memeluk mamanya


" mami papi anggara pinjam rara sebentar ya " izin anggara kepada orangtua rara


" emang aku barang apa dipinjam segala " canda rara


" bukan sayang tapi kamu itu calon istri aku dan calon ibu dari anak²ku nanti, sebelum sah izin dulu sama orangtua kamu buat bawa kamu sebentar " ucap anggara


" apaan sih.. malu tau " ucap rara tersipu malu


" boleh nak tapi gak boleh macam² dulu ya tunggu sampai halal " canda papi


" siap pi " ucap anggara tersenyum


" anggara aja udah panggil orangtua kamu papi mami, kamu juga dong ra panggil kita mama dan papa " ucap mama anggara


" iya tan.. eh mama " ucap rara gugup


" nah gitu dong, gak papa sekarang masih grogi lama² terbiasa kok nanti manggil kita papa dan mama " ucap papa anggara


" iya pa " ucap rara grogi


" yaudah yuk kita ke taman aja biar orangtua kita yang atur " ajak anggara sambil menggandeng tangan rara


mereka menuju ke taman disamping rumah rara dan duduk di salah satu ayunan disana, rara mulai merebahkan kepalanya di bahu anggara


" kamu kemana aja sih? ngilang gak ada kabar? gak kangen apa sama aku? " ucap rara dengan lembut


" maafin aku ya sayang aku gak ngabarin kamu kalo aku keluar kota semuanya mendadak, bisnis papa bermasalah di sana aku gak tau harus apa.. berhari² aku nyari solusi untuk nyelesai'in semua permasalahannya dan alhamdulillah sekarang udah beres walaupun aku harus jauh dari kamu " ucap anggara menjelaskan semuanya


" kamu tau gak sangking kangennya aku sama kamu, foto kamu aja aku bawa kemana² loh, aku taruh dimeja kerja aku dan kalo aku kangen kamu tinggal peluk aja foto kamu walaupun gak hilang sepenuhnya sih, lihat senyum kamu yang manis aja aku jadi semangat untuk nyelesaikan pekerjaan aku dengan cepat, biar aku bisa bertemu sama kamu lagi " ucap anggara


" maafin aku ya gak bilang sama kamu dulu kalo aku bawa orangtua aku ke sini buat nemuin orangtua kamu, rara.. kali ini aku benar² serius sama kamu, aku mau melamar kamu jadi istri aku, aku gak bisa kehilangan kamu lagi sayang, aku sadar.. aku bukan laki² yang sempurna, aku banyak kekurangan dengan adanya kamu, kamu jadi pelengkap hidup aku, kamu mau kan menikah denganku? aku janji gak akan nyakitin kamu lagi! di hati aku cuma ada kamu ra dari pertama kali bertemu sampai sekarang, aku janji akan bahagiain kamu sekarang dan selamanya " ucap anggara serius sambil menggenggam tangan rara dan membuka kotak cincin yang ia beli tadi sebelum ke rumah rara


" aku mau jadi istri kamu, maafin aku ya sempat curiga sama kamu karna kamu gak ada kabar, lain kali kalo kamu pergi kamu kabari aku dulu minimal chat kek biar aku gak salah paham, kamu mau kejadian dulu terulang lagi? gak kan! kamu harus ubah sikap kamu yang begitu, aku gak suka " ucap rara manja


" siap tuan putri hamba akan merubah sikap buruk hamba " ucap anggara dengan satu tangan di dada


...***...


Seminggu kemudian


Kini tiba lah hari yang di tunggu² yaitu pernikahan rara dan anggara yang sebentar lagi akan di mulai, rara yang memakai balutan gaun putih dengan berbagai macam mutiara yang memenuhi gaunnya tampak terlihat cantik bagaikan bidadari yang menunggu pangerannya tiba, rara memandang dirinya yang tampak berbeda dengan olesan makeup


" gue gak nyangka hari ini datang juga, orang yang dulu gue benci bahkan musuh gue di sekolah sekarang jadi suami gue.. semoga gue dan anggara berjodoh selamanya sampai maut memisahkan.. " ucap rara menghadap cermin sambil tersenyum


" aamiinn " ucap sahabat² yang tiba² muncul di balik pintu


" yaampun kalian ngagetin gue aja deh " ucap rara tersenyum


" ups.. sorry nyonya anggara " ledek sahabat² rara


" apaan sih " elak rara tersipu malu


" cieee yang bentar lagi resmi jadi NYONYA ANGGARA " ledek nesya sambil menekan kata nyonya anggara membuat rara bertambah malu


" udah deh jangan ledekin gue mulu, untung aja muka gue udah ada makeup jadi gak kelihatan banget merahnya " canda rara


" nanti kalo udah sah buatin gue keponakan yang cantik dan ganteng ya " canda tiara


" bentar lagi rara jadi istri kak anggara, waktu kita bersamanya mulai berkurang dong, gue jadi sedih apa nanti setelah kita menikah semua masih bisa begini ya? " ucap faranisa mulai murung


" iya ya rara bentar lagi rara akan jadi seorang istri, terus salah satu dari kita nyusul rara, nanti kita gak bisa seperti dulu lagi dong tidur bareng, makan bareng, curhat bareng, nangis bareng, semuanya kita lakuin bareng " ucap refina ikut murung


" udah dong guys jangan sedih begitu, kita masih bisa begitu kok, mungkin ini udah saatnya kita mikirin masa depan yang sesungguhnya yaitu jadi seorang istri untuk suami kita kelak dan gue tetap rara sahabat kalian gak akan pernah berubah sampai kapanpun, walaupun gue sebentar lagi menikah gue gak akan lupain kalian, mau gimana pun kalian sahabat gue yang selalu nemanin gue disaat sedih maupun senang, gue akan usahain bagiin waktu gue buat kalian juga, kalian itu keluarga kedua gue jadi gue gak mungkin gak ada waktu buat kalian " ucap rara memegang tangan sahabat²nya


" jujur gue sedih banget harus melepaskan lo buat orang lain, gue takut kehilangan sosok sahabat seperti lo raa, bagi gue lo sosok sahabat sekaligus saudara buat gue, di satu sisi gue sedih harus berpisah dari lo dan di satu sisi lain gue bahagia melihat lo bahagia menikah dengan orang yang cinta sama lo, semoga lo langgeng sama kak anggara " ucap tiara terharu


" makasih ya tia, gue gak tau harus bilang apa lagi, gue bersyukur di beri sahabat seperti kalian " ucap rara terharu


" gue juga bersyukur punya sahabat seperti kalian " ucap nesya sambil memeluk rara dan di ikuti dengan semua sahabatnya


" gue berharap setelah gue menikah, kalian juga ikut menikah dengan orang yang tepat buat kalian " ucap rara melepaskan pelukannya


" ingat pesan gue apapun yang terjadi kelak kita akan tetap jadi sahabat sampai maut memisahkan " ucap rara mulai meneteskan airmatanya


" aaaa rara gue jadi terharu " ucap nesya memeluk rara lagi


" gue juga, selamanya kita tetap begini ya guys jangan pernah berubah " ucap refina ikut memeluk rara dan diikuti yang lain


" ehem... maaf ya bunda ganggu, di sambung nanti lagi pelukannya, pengantin prianya udah datang ayo turun " ajak bunda


" bunda rara deg-degan nih " ucap rara mulai gugup


" jangan takut ra kita di samping lo kok " ucap sahabat² rara


" iya sayang rileks aja gausah tegang gitu mukanya, ada bunda di sini " ucap bunda menenangkan rara


" iya nak mami juga di sini bersama kamu, jangan takut ya " ucap mami tiba² muncul dari arah pintu


" iya ra kita semua di dekat lo kok jadi lo gausah gugup, lo gak sendiri sekarang " ucap tiara membuat rara tersenyum bahagia


" terimakasih ya semua " ucap rara


" ayo turun nak ijab kabulnya akan di mulai " ucap bunda


" kamu cantik banget nak mami aja sampai pangling apa lagi anggara ya " ucap mami sambil menggandeng rara menuruni tangga


" mami apaan sih rara makin gugup nih " ucap rara tersipu malu


" kamu memang cantik sayang bunda aja iri lihat kecantikan kamu " canda bunda


" makasih ya mami bunda rara jadi gak gugup lagi dan terimakasih untuk semuanya rara sayang mami dan bunda " ucap rara sambil melihat bunda dan maminya yang berada di sebelah kanan dan kirinya


" apa lagi mami nak, mami lebih sayang kamu, kamu segalanya bagi mami, semoga kamu bahagia ya nak dengan pilihanmu, mami akan doakan yang terbaik untukmu " ucap mami sambil memeluk rara dari samping


" terimakasih mami " ucap rara terharu


" nanti kita lanjutin ya nak sekarang kamu duduk di samping calon suamimu dulu akad sebentar lagi akan di mulai " ucap bunda


" iya bunda " ucap rara segera melangkah menuju ketempat laki² yang sebentar lagi jadi suaminya


" udah kali bro lihatnya, fokus aja sama ijab kabulnya setelah itu dia resmi jadi milik lo, mau lo apain juga pasti gak ada yang marah " bisik revano kepada anggara yang sedari tadi melihat rara tanpa berkedip


" apaan sih lo ngagetin aja deh " ucap anggara salah tingkah


" semangat sayang jangan sampai salah ya ucapinnya, aku di samping kamu kok " bisik rara yang baru saja duduk di samping anggara


" doain aku ya semoga gak salah " bisik balik anggara sambil menatap mata rara tanpa berkedip


" siap calon imam " bisik rara membuat anggara tersenyum


tak berapa lama akad pun segera dimulai dengan satu tarikan nafas anggara menyebutkannya tanpa ada yang salah sedikitpun, semua yang berada disana mengucapkan alhamdulillah dan berdoa agar anggara dan rara menjadi keluarga samawa


setelah akad nikah selesai kini tiba lah acara resepsi dan acara ngumpul keluarga


" ciee yang udah sah dempetan mulu kayak perangko " ledek tiara menghampiri rara dan anggara yang sedang berduaan di samping kolam renang


" apaan sih ganggu aja lo, iri bilang " ledek balik rara


" idihh siapa juga yang iri " elak tiara


" yang lain mana kok lo sendirian? " tanya rara


" tuh mereka " ucap tiara menunjuk sahabat²nya yang sedang duduk sambil makan makanan yang di sediakan


" makan mulu deh kerjaan mereka tapi gak gendut² ya " ledek rara sambil tertawa


" iya ya cacingan kali " ledek tiara ikut tertawa


" lahap bener mereka makan, kita kerjain yuk " ucap rara kepada tiara


" jangan gitu deh sayang kasian sahabat² kamu " ucap anggara yang sedari tadi hanya mendengar percakapan mereka


" gak papa sayang, lagian aku gak aneh² kok tenang aja " ucap rara kepada suaminya


" berasa jadi obat nyamuk gue " ucap tiara lirih


" siapa suruh lo kesini sendirian, mana kak wahyu? " tanya rara mengalihkan pembicaraan


" ngurusin pacar keduanya " ucap tiara mendadak bete


" pacar kedua? maksud lo? " tanya rara bingung


" handphonenya lah, lo gak lihat tuh sibuk nelpon mulu guenya di anggurin " gerutu tiara sambil melipat kedua tangannya didada


" sayang.. kamu tolong bilangin sama kak wahyu ya tiara kesepian nih daripada dia gangguin kita mulu mending kamu bilangin ke kak wahyu suruh nemenin dia aja " ledek rara


" rese ya lo mentang² baru nikah nempel mulu gak mau ganggu " ucap tiara kesal


" apasih yang gak buat kamu sayang, aku kesana dulu ya bye.. muahh " ucap anggara sambil mencium kening rara lalu pergi


" wlee.. sok romantis.. mau manasin gue gak gini caranya " ledek tiara sambil pura² muntah


" mangkanya buruan nikah biar gak di anggurin " ledek rara lalu pergi meninggal tiara yang terlihat kesal


" rese ya lo! tunggu rara jangan tinggalin gue " gerutu tiara sambil mengejar rara


" makan mulu kerjaan lo pada " ucap rara menghampiri ketiga sahabatnya yang sedang menyantap makanan


" selagi gratis nikmatin aja " ucap nesya tanpa rasa malu


" gak hilang² ya kebiasaan lo " ledek rara


" biarin, wlee " ucap nesya sambil menjulurkan lidahnya


" gue tau nih cara buat kalian berhenti makan " ucap rara tersenyum misterius


" jangan aneh² ya raa " ancam nesya


" gak kok tenang aja, bentar ya " ucap rara meninggalkan mereka semua


tak lama rara kembali lagi sambil membawa revano, aditya, rangga, wahyu dan suaminya


" ngapain sih lo ajak mereka ke sini ra? ngilangin nafsu makan aja deh " ucap nesya sambil buang muka


" udah deh sya gue tuh capek ngeladeni sifat egois lo yang gak berubah², gak ada gunanya lo naruh dendam sama kak revan itu semakin buat lo sakit sya, gue tau Lo tuh masih sayang sama kak revan coba deh lo jujur sama hati lo sendiri, hilangin sifat egois lo itu! lo udah lihat sendiri kak revan gimana sama lo sekarang dia udah berubah dan gak playboy lagi " ucap rara kepada nesya


" iya sya gua sayang banget sama lo dari dulu sampai sekarang gak berubah², tolong sya kasih gue 1 kesempatan lagi gua akan perbaiki kesalahan gua sama lo dan hubungan kita, gua janji di hadapan lo dan semua orang kalo gua akan setia sama lo gak akan ada perempuan lain di hubungan kita " ucap revano serius sambil memegang tangan nesya


" ikutin kata hati lo sya, jangan sia² kan kesempatan ini " bisik tiara yang sedari tadi hanya meyaksikan


" gue.. gue.. " ucap nesya ragu


" coba lah jujur pada hati lo sendiri sya, gue yakin kali ini dia tulus sama lo " bisik rara


" gue udah maafin lo kok dan gue kasih 1 kesempatan lagi kalo lo ngelanggar gue gak gak akan maafin lo seumur hidup gue bahkan gue akan menjauh dari lo selamanya! " ucap nesya serius


" iya aku janji sya, makasih ya " ucap revano sambil memeluk nesya


" nah gitu dong itu baru sahabat gue " ucap rara tersenyum


" kalian berdua gimana? " tanya rara kepada refina dan faranisa


" gue udah balikan dong, thanks ya sarannya ra " ucap faranisa sambil memeluk rara


" gue juga dong, thanks ya ra berkat lo gue balikan sama kak rangga " ucap refina ikut memeluk rara


" sama² sahabatku " ucap rara membalas pelukan faranisa dan refina


" gue beruntung banget punya sahabat seperti lo ra, lo ngak pernah ninggalin gue saat gue terpuruk bahkan lo yang bantu gue buat berdiri lagi, kalo gak ada lo mungkin gue udah gak ada di dunia ini lagi " ucap refina sambil melepaskan pelukan mereka


" lo ngomong apasih namanya juga sahabat pasti ada di saat susah maupun senang dong, jangan senangnya aja pas susah malah di tinggalin " ucap rara bercanda


" ikutan dong pelukannya " ucap tiara dan nesya berbarengan


" gue sayang kalian semua " ucap rara


" gue juga sayang kalian, love you guys " ucap mereka berbarengan


" ehem.. ehem.. pelukan mulu udah kayak teletubies aja " ledek wahyu


" kitanya kapan di peluk? " canda revan


" tunggu halal " ucap mereka semua kecuali rara


" kode tuh buruan halalin mereka, biar nyusul kita " ledek rara sambil memeluk suaminya dari samping


" iya kan enak nih udah halal boleh peluk sepuasnya " ledek anggara memanasi mereka sambil memeluk erat rara


" makasih ya sayang kamu udah mau jadi istri aku, nerima aku apa adanya dan cinta sama aku " ucap anggara kepada rara


" idihh bucin banget sih lo anggara " ledek sahabat² anggara


" biarin sama istri sendiri juga " ledek anggara balik


" sama² sayang, aku juga mau bilang makasih udah mau setia sama aku walaupun banyak perempuan² cantik di luar sana yang dekatin kamu, kamu masih milih aku jadi istri kamu padahal aku udah sering nyakitin kamu loh " ucap rara mengingat masa lalu mereka


" kamu gak pernah nyakitin aku sayang, malahan aku yang sering nyakitin kamu, maaf untuk semuanya " ucap anggara sambil mencium kening rara dan memeluknya


sahabat sejati tak akan pernah meninggalkanmu di saat kamu terpuruk bahkan ia akan selalu membantumu untuk bangkit kembali dan kesetiaan seseorang akan di uji ketika pasangannya tidak di sampingnya, laki² yang setia tak akan mencari perempuan lain walaupun perempuan itu lebih cantik dari pasangannya ia akan bertahan pada satu wanita hingga maut memisahkan.


...~END~...


Terimakasih untuk yang udah setia sama novel ini, maaf ya aku jarang up karna lagi banyak kesibukan 🙏, part yang ini sengaja aku panjangin untuk menghibur kalian semoga suka ya, jangan lupa mampir di novel aku yang selanjutnya ya judulnya Jodohku dosen killer dan suamiku dokter yang InsyaAllah akan aku lanjutin episodenya ❤️