
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys
trimakasih 😘😘😍
jangan silent reader please 🙏🙏
** selamat membaca **
* dalam mobil tiara *
" lo kenapa ra kok diem mulu dari tadi seperti orang yang merasa bersalah gitu? " ucap tiara memecahkan keheningan
" gue nggak papa tia, gue takut aja kehilangan bunda " ucap rara
" lo tenang aja ya bunda pasti sembuh kok lo berdoa biar bunda bisa ngelewatin masa kritisnya " ucap tiara
" thanks ya tia lo memang sahabat terbaik gue " ucap rara tersenyum
" sama² raa, itulah gunanya sahabat selalu ada saat suka maupun duka, selalu berbagi masalah dan menyelesaikan bersama lo jangan merasa sendiri ya lo masih punya kita kok jadi jangan sedih lagi yaa " ucap tiara dan rara hanya tersenyum
" maafin gue tia, gue belum bisa jujur sama lo masalah yang gue hadapi sangat berat gue bingung harus gimana, gue pengen berbagi masalah gue ke lo tapi gue nggak mau lo terseret dalam masalah ini " ucap rara dalam hati sambil melihat tiara
" lo kenapa lihatin gue gitu banget sih " ucap tiara
" gue beruntung punya sahabat seperti lo " ucap rara
" udah deh jangan buat gue terharu udah sampai nih, ayo turun " ucap tiara
" sekali lagi thanks ya tia lo udah mau nganterin gue " ucap rara
" sekali lagi lo bilang kayak gitu gue nggak mau lagi nolongin lo, kan udah gue bilang tadi itulah gunanya sahabat " ucap tiara
" ayo masuk " rara memeluk tiara dari samping
" tumben lo meluk gue " ledek tiara
" emang salah ya gue meluk sahabat gue sendiri " ucap rara
" ya nggak sih tapi malu tau di lihatin orang² nanti mereka ngira kita ada apa² lagi " ucap tiara
" idih gue masih normal kalii tapi biarin ahh gue mau nunjukin ke orang² kalo gue sahabat terbaik seumur hidup gue " ucap rara
" lebay deh lo sejak kapan sih lo jadi gini " ucap tiara
" sejak.. kapan yaa gue aja bingung " ucap rara bercanda
" bercanda mulu lo yang mana nih ruangannya " ucap tiara
" maafin rara bunda bukannya rara tertawa di saat bunda lagi begini rara hanya menghibur diri rara bunda, dengan tertawa kesedihan rara sedikit menghilang dan rara bisa sedikit mencoba menerima ini semua " ucap rara dalam hati
" malah bengong nih anak ditanyain malah diem aja " ucap tiara mengibas tangannya di muka rara
" woyy... " ucap tiara mengagetkan rara
" hah?! ada apa sih tia? " ucap rara kaget
" malah bengong lo nanti kesambet baru tau rasa lo mana ini rumah sakit lagi, ngeri gue jadinya " ucap tiara
" siapa yang bengong? tadi lo nanya apa? " ucap rara
" tu kan katanya nggak bengong tapi nggak tau gue nanya apa tadi gimana sih lo " sewot tiara
" ya maaf gue kepikiran bunda mangkanya nggak fokus 😁 " ucap rara
" untung sahabat gue seperti lo cuma 1 kalo banyak bisa stress gue ngehadapinya " ucap tiara
" udah ah sewot mulu lo ayo ke ruangan bunda gue " ajak rara sambil menarik tangan tiara
" itu yang gue tanya dari tadi " ucap tiara
" yaudah ayo gue tunjukin " ucap rara
***
" kamu dari mana aja sih nak? " tanya mami
" rara abis nenangin diri mi " jawab rara
" haii mi " sapa tiara
" hai sayang " sapa balik mami
" rara ikut kakak sekarang " ajak alvaro menarik tangan rara
" aduh.. sakit lepasin kak " ucap rara kesakitan
" lo apa² sih va, lepasin tangan adek gue " bela reno
" ini yang gue takutin ren lo lihat sendiri kan bunda gue terbaring di sana, gue nyesel udah nolak permintaan bunda kemarin " ucap alvaro menangis
" gue tau lo sedih tapi nggak gini caranya va lo nyakitin diri lo sendiri dan orang² yang lo sayangi " ucap reno
" gue harus gimana lagi ren bunda yang gue sayangi lemah tak berdaya di sana, gue nggak berguna jadi anak ini semua salah gue, kenapa kemarin gue nggak nerima aja permintaan bunda kalo gue nerima pasti bunda nggak kayak gini 😭😭 " ucap alvaro menyesal
" jika bunda udah sadar nanti gue bersedia menerima perjodohan ini jika bunda mau saat ini juga gue nikahin rara " ucap alvaro
" kakak apa²an sih kita nggak bisa menikah kak kita ini bersaudara, kakak harus ingat itu! jangan paksa aku kak " ucap rara menangis
" jadi kamu mau melihat bunda sengsara seperti ini? apa kamu senang melihat bunda meninggal hah! ini mau kamu! kamu memang anak durhaka tidak bisa membalas jasa orang tua yang merawat kamu saat kamu masih kecil " ucap alvaro kesal
" kenapa kakak jadi nyalahin aku sih, kakak nggak ngerti perasaan aku! kakak jahat! kakak egois! " ucap rara kesal
" jangan sekali² lo tampar adik gue! lo nggak berhak memaksa dia, sekali lagi lo sentuh adek gue! lo berurusan sama gue alvaro! ingat itu " ucap reno menahan tangan alvaro yang hendak menampar rara
" kakak kenapa jadi seperti ini hah dulu kita menjaga satu sama lain bukan saling menyakiti seperti sekarang, kakak udah berubah, aku nggak ngerti dengan kakak yang sekarang, aku kecewa sama kak alva" ucap rara menangis sambil berlari menghampiri mami
" kamu kenapa sayang? " tanya mami khawatir
" rara nggak apa² kok mi " jawab rara
" tiara gue minta maaf sebelumnya bukan maksud gue untuk mengusir lo, gue nggak mau lo terseret dalam masalah keluarga gue, sebaiknya lo pergi sekarang gue mohon tia dan jangan lo kasih tau siapa pun tentang masalah ini nanti gue pasti cerita sama lo " ucap rara menyuruh tiara pergi
" baik gue akan pergi tapi lo janji kalo ada apa² hubungi gue, gue siap 24 jam buat lo jangan sedih lagi ya " ucao tiara
" thanks tia " ucap rara memeluk tiara
" iya ra, gue pulang dulu ya " ucap tiara melepas pelukannya
" tiara pamit pulang ya mi " ucap tiara
" iya nak hati² " ucap mami dan tiara hanya mengangguk
" kamu kenapa menangis nak, cerita sama mami ada apa? " ucap mami
" kak alvaro memaksa rara untuk menerima perjodohan ini mi " ucap rara menangis
" ini semua salah rara mi, bunda begini gara² rara coba aja rara nggak menolak kemarin pasti bunda baik² aja sekarang " ucap rara menyesal
" udah sayang jangan menangis bunda pasti baik² aja kok, ini bukan salah kamu " ucap mami mengelus kepala rara
" iya raa ini bukan salah kamu kok jangan menangis lagi ya " ucap keano mendekati rara ia tak tega melihat rara menangis karna ulah kakaknya
" ini salah rara kak " ucap rara
" kamu jangan berbicara seperti itu lagi ya ini bukan salah kamu sepenuhnya " ucap keano membela rara
" kenapa kamu belain dia keano, udah jelas² dia yang salah masih aja kamu bela " ucap alvaro tiba² muncul
" stop menyalahkan rara kak ini bukan salah dia, kakak kenapa jadi egois gini sih, ini bukan kak alva kakak berubah " ucap keano
" kenapa kamu jadi menyalahkan kakak, bunda kita koma gara² dia keano kenapa kamu masih belain dia, apa kamu rela kalo bunda meninggalkan kita " ucap alvaro
" kakak ngomong apa sih bunda nggak akan ninggalin kita bunda cuma tidur kalo udah saatnya bunda pasti bangun kok " ucap keano
" terserah kalian aku pusing mikirin ini semua " ucap alvaro meninggalkan mereka