
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys,
jangan silent reader please 🙏🙏
Temen² gabung ke grup chat aku yuk nanti kita bisa ngobrol² disana biar kita bisa saling kenal 😁
Terimakasih 😘🥰😍
** selamat membaca **
Nesya, refina dan faranisa membawa tiara ke uks untuk beristirahat
" fara lo telpon rara biar dia aja yang jagain tiara " ucap nesya
" iya gue coba telpon rara dulu ya " ucap faranisa dan nesya hanya menggangguk
" nomornya gak aktif sya, gimana nih? " tanya faranisa
" aduhh kemana sih tu anak " ucap nesya bingung
" kita cari aja ya lo temenin tiara sebentar " ucap refina
" gausah kalian balik aja ke lapangan biar si kaleng rombeng itu gak mempengaruhi ibu dan bicara yang nggak² tentang kita " ucap nesya
" yaudah deh lo gak papa kan sendirian jagain tiara? " ucap refina
" gue gak papa kok, kalian pergi aja " ucap nesya
" gue udah chat rara sebentar lagi dia mungkin ke sini " ucap faranisa
" yaudah deh nanti gue nyusul kalian ke sana kalo rara udah datang " ucap nesya
" oke " ucap faranisa dan refina berbarengan
***
" gue harus cari tau ini dari kak wahyu langsung dan selesaikan masalah ini " ucap rara dalam hati sambil mencari keberadaan wahyu
" itu kak wahyu " ucap rara menahan amarahnya melihat wahyu dan renita
" betah ya berdua mulu " ledek rara membuat wahyu terkejut
" rara " ucap wahyu terkejut
" lo tau dari mana gue di sini? " ucap wahyu
" gak usah basa basi deh lo kak, hebat banget ya akting lo?! " ucap rara
" maksud lo apa ra? " tanya wahyu
" kenapa lo gak jujur aja sih kak?! kenapa harus nutupin ini semua dari kita? " teriak rara membuat anggara dan yang lain menyamperi mereka
" kenapa ra lo teriak² gitu? " tanya aditya kaget
" iya sayang, kenapa? " tanya anggara
" sebaiknya kalian tanya aja sama si pembohong ini! " ucap rara kesal sambil menunjuk wahyu
" ada apa ini yu? " tanya anggara
" gue.. gue.. " ucap wahyu terbata²
" kenapa kak gak sanggup ngejelasinnya?! " ucap rara
" jelasin sama kita yu? " ucap rangga
" dan lo! renita! hebat lo ya memanfaatkan papanya kak wahyu demi keinginan lo sendiri, gue tau lo dari awal masuk sekolah ini udah mulai suka kan sama kak wahyu dan lo udah ngincer dia dari lama, kebetulan perusahaan papanya kak wahyu dalam masalah disitu lo bertindak seperti pahlawan dan bertingkah sok polos di depan dia, berpura² mau masuk osis biar lo bisa deketin sama kak wahyu licik banget lo yaa.. sebenarnya gue gak mau ngurusin lo yang gak penting ini tapi berhubung lo udah nyakitin sahabat gue secara perlahan, gue gak akan tinggal diam! " ucap rara kesal sambil menunjuk renita
" ternyata lo lebih pintar dari perkiraan gue, bahkan gue berhasil ngelabuhin semua orang demi menjalankan misi gue dan hanya lo yang bisa mengetahuinya secepat ini hebat banget.. gue salut sama kecerdasan lo " ledek renita sambil bertepuk tangan
" huh lo pikir dengan cara seperti ini akan bisa dapatin keinginan lo dengan mudah?! gak semudah itu renita " ledek rara
" gue bisa dalam sekejap menghancurkan perusahaan papanya kak wahyu kalo dia gak mau ikutin kemauan gue dan gak perlu ada yang di tutup²i lagi semuanya udah tau kan maksud gue, sekarang perusahaan papanya kak wahyu sudah dalam genggaman gue dia gak bisa berbuat apa² lagi " ucap renita sambil tertawa mengejek
tiba² hp rara bergetar ada chat masuk dari faranisa, rara terkejut melihat isi chat dari fara yang mengatakan tiara pingsan di uks
" dasar perempuan licik! awas lo ya gue akan bales perbuatan lo dan gue gak akan tinggal diam! " ucap rara kesal dan pergi meninggalkan mereka semua
" tiara? " ucap rara melihat tiara pingsan
" lo kemana aja sih? fara dari tadi hubungi lo tapi nomor lo gak aktif? " tanya nesya
" gue habis ngelabrak perempuan berbisa itu! " ucap rara sambil mengepal kedua tangannya
" maksud lo? " tanya nesya
" nanti gue ceritain ke kalian?! " ucap rara
" tapi lo gak kenapa² kan? " ucap nesya memutar badan rara untuk melihat ada yang terluka atau tidak
" apaan sih pusing gue! gue gak papa nesya, gue gak jambak²an kayak kalian " ucap rara
" kirain lo abis tawuran sama dia " ucap nesya cengengesan
" gue gak kayak lo ya.. udah sana.. lo masih kena hukumkan biar gue yang jagain tiara " usir rara
" jahat banget sih lo ngusir gue " ucap nesya
" bodo! udah sana pergi! atau gue bilangin sama ibu linda buat nambah hukuman lo " canda rara
" jangan dong jahat banget sahabat sendiri " rengek nesya
" biarin 😋, lo enakan di sini mereka kepanasan di sana " ucap rara
" biarin aja mereka.. gue mau ngadem di sini capek tau berdiri panas²an bisa hitam kulit gue " ucap nesya
" lebay deh lo, gak setia banget sih jadi sahabat mereka panas²an di sana dan lo enak²an di sini " ucap rara
" emangnya lo nggak ya kita di hukum disana, panas²an lo enak aja keliaran sana sini " ucap nesya
" gue mana tau kalian kena hukum lagian siapa suruh berantem ya tanggung resiko sendiri lah " ucap rara
" kalo gue lawan lo pasti gak pernah menang, udah ah gue mau cabut dulu ke lapangan lo jagain dia ya awas dia kenapa² dan lo ninggalin dia lagi " ancam nesya mengepal tangannya kepada rara
" dihh ngancam dia.. dipikirnya gue takut apa, udah sana bawel " usir rara
" iya² bye " ucap nesya menarik pipi rara lalu pergi
" aduh.. kebiasaan deh suka narik² pipi gue sakit tau " teriak rara
" rara.. " pangil tiara baru bangun
" lo udah sadar? " tanya rara
" emang gue kenapa? " tanya tiara
" lo tadi pingsan kata fara " ucap rara
" gue gak pingsan tadi itu gue cuma tidur aja abis minum obat " ucap tiara
" jadi gue dibohongin sama fara? 😡 " ucap rara kesal
" emang lo tadi kemana? " tanya tiara mencoba duduk dibantu rara
" tadi gue abis ngelabrak cowok lo sama renita " ucap rara keceplosan
" jadi bener yang di katakan indah tadi? " ucap tiara sedih
" aduh.. pakek keceplosan lagi gue, sorry tia gue gak bermaksud buat lo sedih " ucap rara memeluk tiara
" kenapa dia tega bohongin gue " ucap tiara sedih
" udah jangan dipikirin.. nanti gue ikutan mewek nih, gue akan ceritain semuanya ke lo nanti, sekarang lo istirahat aja ya " ucap rara melepas pelukannya
" gue gak mau ra, lo kasih tau sekarang sama gue! " ucap tiara memegang tangan rara
" lo masih lemas tiara gue gak mau keadaan lo tambah buruk, tolong ikutin kata²gue, biar gue yang menyelesaikan masalah ini lo tenang aja percaya sama gue " ucap rara menyakinkan tiara
" gue sayang sama kak wahyu raa, gue gak mau kehilangan dia " ucap tiara menangis
" udah lo jangan nangis gue pasti lo kok, udah ya " ucap rara menenangkan tiara sambil menghapus air matanya
" gue gak tega lihat tiara sedih tapi gue juga kecewa sama kak wahyu, gue harus ngapain sekarang? " ucap rara dalam hati bingung