Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
GAK MAU PISAH



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys, jangan silent reader please 🙏🙏


** selamat membaca **


Setahun berlalu kini giliran rara dan sahabat²nya pula yang menghadapi ujian terakhir untuk menentukan kelulusan mereka ada rasa senang, sedih, takut menjadi satu di benak mereka


" hari ini kita terakhir ujian nih.. gue jadi takut dan sedih " ucap nesya


" sedih kenapa? " tanya rara kepo


" sebentar lagi kita bakal ninggalin sekolah ini kan banyak banget kenangannya gue bakalan rindu moment kebersamaan kita di sekolah ini, gue beneran gak mau pisah dari lo dan tiara " ucap nesya sedih sambil memeluk rara


" gue juga sedih harus pisah sama kalian " ucap rara membalas pelukan nesya dan yang lain juga ikut memeluk


" kalian harus bisa jaga diri ya, semoga di kampus kalian yang baru gak ada lagi yang ganggu kalian " ucap rara meneteskan air matanya


" kalian beneran mau kuliah di luar negeri? " tanya refina memastikan


" iya gue sama rara udah daftar kuliah di sana, setelah kelulusan nanti gue dan rara akan langsung berangkat kesana " ucap tiara sedih


" kok cepet banget sih perginya " protes faranisa


" perkuliahan disana lebih cepat di bandingkan di sini " ucap rara


" kenapa gak disini aja sih.. gue gak mau pisah sama kalian " ucap nesya memeluk rara dan tiara lagi


" mau gimana lagi ini udah kesepakatan kita sama orangtua, kalo liburan kuliah nanti kita pasti pulang kok jangan sedih gitu mukanya, lo jelek tau kalo sedih gitu " ucap rara menenangkan sahabatnya itu


" iya guys, rumah kitakan deketan kita bisa ketemu tiap hari kalo udah pulang kesini " ucap tiara


" gue bakalah kanget berat sama kalian " ucap faranisa ikut memeluk rara dan tiara


" gue juga " ucap refina ikut memeluk


" udah ahh kayak teletubies aja kita berpelukan mulu " ledek rara dan merekapun melepas pelukannya


" oh iya kalian daftar di universitas punya opanya rarakan? " tanya tiara mengalihkan pembicaraan


" iya " ucap nesya lesu


" enak dong kalian bisa satu kampus sama pacar² kalian lagi dan lo bisa bertemu kak revano setiap hari " ledek tiara


" iya sih, tapi lebih enak ada kalian berdua☹️ " ucap nesya


" gue juga pengennya gitu sama kalian terus tapi mau gimana lagi " ucap rara pasrah


" dulu gue yang dipaksa kuliah di luar negeri dan berhasil meyakini orangtua gue tapi sekarang malah kalian yang kuliah di sana tau gitu gue terima aja deh " ucap faranisa


" lo di sini aja far jagain mereka cuma lo yang berani melawan kalo di tindas, gue yakin kalian bisa tanpa kita, semangat dong.. " ucap rara tersenyum sambil menyemangati sahabat²nya


" gue pengen ikut kalian tapi gue kasian sama refina masa dia sendirian di sini " ucap nesya


" udah lah biar kita aja.. kalian tetap disini jagain cowok² itu kalo mereka selingkuh bilang sama kita " ucap rara


" kalo itu lo tenang aja kita bakal awasi mereka " ucap nesya kembali bersemangat


" nah gitu dong semangat lagi " ucap rara


bel berbunyi pertanda ujian segera di mulai, siswa siswi langsung masuk ke ruangan yg telah di tentukan


***


mereka sedang menikmati hari² bersama sebelum berpisah, setelah selesai ujian kini mereka sedang bersantai di depan teras rumah rara pada malam hari


" tinggal 2 minggu lagi kita bersama, gue bakal kesepian gak ada kalian " ucap nesya bersandar di baru rara


" kan ada kak revan yang akan selalu nemenin lo " ucap rara


" mungkin kalo gue bisa milih harus kehilangan lo atau dia, gue lebih memilih kehilangan dia daripada lo, pacar bisa di cari tapi sahabat sejati sangat susah di temui " ucap nesya


" guepun begitu tapi mau gimana lagi keadaan yang memaksa kita buat pisah " ucap rara


" perbedaan waktu yang susah buat kita berkomunikasi " ucap faranisa


" itu bisa diatur " ucap tiara


" gue bener² sedih dan bingung harus apa sekarang " ucap rara sambil menatap langit malam yang banyak bintang


" lo bingung kenapa? " tanya nesya


" gue belum kasih tau kak anggara kalo gue mau kuliah di luar negeri " ucap rara


" kenapa lo gak ngasih tau dia sih? " ucap nesya


" gue takut dia gak setuju tapi gue harus lakuin ini, kapan lagi gue bisa bahagiain orangtua gue dan ikutin kemauan mereka kalo gak sekarang waktunya.. gue harus siap dengan keputusan yang gue ambil " ucap rara masih menatap bintang


" sebenarnya gue berat buat pisah dari kalian tapi demi masa depan gue harus siap walaupun harus mengorbankan kebahagian gue bersama kalian " ucap tiara sedih


" udah guys kita jalanin aja buat apa kita mikirin perpisahan mulu bikin tambah galau tau gak? mending sekarang kita havefun aja yuk sebelum berpisah kita gunain waktu yg sedikit ini untuk bersama² " ucap faranisa


" ayo.. sekarang kita ke kamar gue aja yuk kita maskeran seperti biasa dan nonton film yang lucu siapa maskernya yang retak akibat tertawa besok bayarin kita makan sepuasnya, gimana? " ide rara


" ide yang bagus, ayo guys " ucap refina


" ayo, siapa takut " ucap tiara


merekapun masuk ke dalam kamar rara dan mulai memakai masker ke wajah masing² setelah itu mereka langsung mulai permainannya ternyata nesya kalah ia tertawa terbahak² melihat film yang mereka tonton


" lo kalah sya " ucap faranisa


" iya deh gue ngaku kalah abisnya tuh film lucu banget gue kan jadi gak tahan pengen ketawa " ucap nesya


" besok lo bayarin kita makan sepuasnya " ucap rara


" tenang aja gue bakal bayarin kalian makan sepuasnya tapi di warteg depan sekolah ya 🤭 " canda nesya


" ya kali kita makan di sana, itukan jorok banget tempatnya bisa sakit perut kita makan disana, gimana sih lo " protes rara


" iya lo mau kita sakit perut makan begituan, mending gue beli makanan sendiri deh " protes refina


" hahaha gue bercanda kali serius amat ya gak mungkin lah gue ajak kalian makan disana, gue masih mampu bayarin kalian makan di cafe atau resto " ucap nesya sombong


" sombong amat lo " ledek tiara


" terserah kalian mau makan dimana, besok gue yang bayarin " ucap nesya


" di cafe biasa aja deh kan enak² tuh makanannya " ucap rara


" besok kita kesana aja " ucap faranisa


" tapi lo jangan kabur ya, awas lo kita udah pesan makanan lo malah kabur kayak waktu itu " ucap tiara mengingat masalalu


" ya nggak lah waktu itu gue bukannya kabur tapi gue dapet telpon dari mami kalo tante gue masuk rumahsakit ya gue langsung cabut lupa ngasih tau kalian maaf ya soal itu " ucap nesya merasa bersalah


" kenapa lo gak cht atau apa gitu biar kita tau dan gak marah² sama lo? " tanya refina kepo


" gue lupa dan waktu itu gue syok banget dengar kabar itu gue gak tau harus ngapain, pikiran gue tertuju sama tante gue doang " ucap nesya sedih


" coba aja lo kasih tau kita, kita gak akan biarin lo sendirian ngadepin masalah waktu itu " ucap rara merasa bersalah


" udah lah guys gausah di bahas lagi udah berlalu juga, tante gue juga udah sehat sekarang " ucap nesya


" yaudah deh tidur yuk udah hampir jam 12 malam, gue ngantuk banget nih " ajak rara sambil menarik selimutnya


" iya gue juga nih " ucap tiara


" Good night semuanya semoga mimpi indah " ucap rara


" good night too rara " ucap sahabat²nya