
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
** selamat membaca **
setelah bersiap² mereka segera turun menggunakan lift menuju restoran yang berada di lantai 2
" gila.. keren banget restorannya pantesan banyak yang minat sewa apartemen ini udah kamarnya bagus, restorannya keren juga " ucap tiara kagum
" biasa kali.. disini juga ada mallnya tau kalo mau beli apa² ada tuh di lantai 3 " ucap rara
" nanti kesana yuk? " ucap tiara bersemangat
" nanti aja pulang dari kampus " ucap rara membuat tiara lesu kembali
" yaa ☹️.. kenapa gak sekarang aja sih raa? gue mau lihat seperti apa mall disini? " ucap tiara
" lo mau telat kita pergi kekampusnya? " tanya rara
" oh.. iya yaa kitakan ngampus jam 10 nanti sekarang udah jam setengah 9 " ucap tiara melihat jam tangannya
" mangkanya kita harus cepet makannya terus siap² pergi ke kampus " ucap rara
" oke raa " ucap tiara
setelah sarapan mereka kembali lagi ke apartemen dan bersiap² pergi ke kampus yang tak jauh dari apartemennya menggunakan mobilnya sendiri, setibanya di kampus mereka langsung masuk dan menuju kelasnya
***
setelah kuliah berakhir rara segera mengajak tiara ke kantin karena perutnya sudah meminta makan begitupun tiara, setelah memesan makanan mereka langsung melahapnya tiba² handphone rara berbunyi pertanda chat masuk
" handphone lo bunyi tuh " ucap tiara menunjuk handphone rara di atas meja
" kok bisa sih bukannya lo masih pakai nomor indonesia ya? " tanya tiara
" udah gue ganti semalam " ucap rara
" kapan? kok gue gak tau " tanya tiara kepo
" waktu lo tidur lah, gue kangen sama mami mangkanya gue langsung pakai nomor yang disini biar bisa ngehubunginya " ucap rara
" gue mau dong ganti juga, gue kangen sama mama " ucal tiara
" nanti kita beli ya " ucap rara
" kartu lo beli dimana? lo keluar semalam? " tanya tiara
" gak lah ini nomor biasa gue pakai kalo disini, gue taruh di lemari mangkanya gue bisa ngehubungi keluarga gue, sebenarnya bisa sih pakai kartu indonesia tapi hanya kartu² tertentu yang ada itupun susah banget pakainya " ucap rara
" nanti temenin gue ya belinya " ucap tiara
" oke.. nanti kita beli pulang dari kampus yaa " ucap rara
" gue kangen nih sama si bawel apa kabar ya mereka udah seminggu lebih kita gak ngehubungi mereka pasti keluar deh bawelnya " ucap rara lagi sambil tertawa mengingat kelakuan sahabat²nya
rara mulai menghubungi mereka untuk menghilangkan rasa kangen dengan cara videocall
" haii.. cabat²ku " sapa rara sambil tertawa kegelian mendengar kata yang keluar dari mulutnya
" rara.. kangen tau.. lo kemana aja sih? " teriak faranisa
" iya raa susah banget ngehubungi lo dan tiara? " ucap refina
" sorry ya guys kita lagi sibuk kuliah sama beres² apartemen, jarang banget megang handphone " ucap rara
" iya guys gue udah coba hubungi kalian tapi gak bisa harus pakai nomor sini terpaksa deh harus beli dulu " ucap tiara
" yaampun kita kira kalian kenapa² disana dan udah lupa sama kita " ucap faranisa
" kita gak papa kok kalian tenang aja " ucap tiara
" dia kenapa kok cemberut gitu mukanya? " tanya rara
" biasa lah dia lagi ngambek sama kalian, karna gak ada kabar " ucap faranisa
" kan udah kita jelasin tadi masih ngambek aja jelek tau kalo lo ngambek kayak gitu " ledek rara
" apaan sih gue kesel sama lo dan tiara udah seminggu lebih gak ada kabar ada yang mau kita jelasin tau " ucap nesya
" iya sya apa yang mau lo jelasin? " tanya rara
" masalah pacar² kita " ucap nesya
" udah lah sya gue malas banget kalo harus bahas mereka lagi " ucap rara
" tapi ini penting banget " ucap nesya
" ada apa sih sya? " tanya tiara kepo
" sebenarnya... " ucap nesya terpotong
" gawat guys kita ada jam kuliah nih " ucap refina
" yaampun gue lupa.. nanti aja deh gue jelasin, bye.. muahh muahh " ucap nesya sambil menutup vidcallnya
" apa sih gak jelas banget " ucap rara menggeleng² melihat kelakuan sahabatnya
" sahabat lo tuh " ledek tiara sambil tertawa
" sahabat lo juga " ledek rara balik
" dia mau bilang apa ya jadi kepo gue " ucap tiara
" gausah di pikirin dia emang gitu biarin aja lah " ucap rara melanjutkan makannya tiba² handphonenya berbunyi lagi
" nomor siapa lagi nih? " ucap rara sambil melihat nomor yang menelponnya
" fans lo kali " ledek tiara
" mana ada gue fans.. tapi ini nomor dari indonesia " ucap rara
" jawab aja siapa tau penting " saran tiara
" halo? " ucap rara
" halo? apa benar ini rara? " tanya perempuan itu
" benar, ini siapa ya? " tanya rara
" hai raa, gue kania perempuan yang lo tolong sama anggara waktu itu " ucap perempuan itu
" oh.. ada apa yaa lo telpon gue? " tanya rara cuek
" gue mau ngucapin terimakasih sama lo, gue gak tau deh nasib gue seperti apa kalo gak ada lo waktu itu " ucap kania
" santai aja, kebetulan gue lewat waktu itu yaudah deh gue bantuin kalian " ucap rara
" lo emang cocok sama anggara sama² suka nolongin orang " ucap kania
" hmm.. sorry kania gue tutup dulu ya gue ada urusan " ucap rara
" tunggu raa.. sebenarnya gue nelpon lo bukan untuk bahas ini " ucap kania
" maksud lo? " tanya rara
" sebenarnya gue gak suka sama anggara apalagi pacaran sama dia di belakang lo seperti dugaan lo " ucap kania
" sorry ya kania gue gak mau bahas ini lagi kalopun kalian ada hubungan gue juga gak peduli " ucap rara
" gue minta maaf waktu itu gue bukannya jalan sama anggara.. " ucap kania terpotong
" udah dong kania gue gak mau bahas dia lagi! " ucap rara mulai kesal
" lo harus dengerin ini raa, ini semua gak seperti yang lo bayangkan buang egois lo jauh² dan jangan nyela omongan gue sebelum gue jelasin semuanya agar lo gak salah paham mulu! " ucap kania membuat rara terdiam
" gue kasian sama anggara gara² masalah ini kalian jadi jauh.. dia selalu melamun dan galau mulu kerjaannya bahkan tampilannya jadi acak²an, dia jadi pendiam sekarang, gue gak tega lihatnya dan merasa bersalah sama kalian berdua " ucap kania lagi
" pasti dia kan yang nyuruh lo bilang ini! " ucap rara
" gak! ini semua ide gue bahkan gue yang minta nomor handphone lo sama temen² lo raa gue ingin jelasin semuanya, sebenarnya waktu itu mobil gue sedang mogok dan gue juga diincar preman yang waktu itu lo hajar kebetulan anggara lewat dan nolongin gue anggara bawa gue kabur dari preman itu kita berhasil lolos tapi preman itu masih mengejar kita sampai lo datang " ucap kania membuat rara terkejut
" soal omongan temen gue di kampus waktu itu mereka sengaja buat kalian berantem hingga putus, stevani yang maksa gue buat deketin anggara kalo gak gue bakal bully habis²an di kampus, gue juga udah punya tunangan gak mungkin dong gue sama anggara orang yang gak gue cinta, gue mohon sama lo maafin anggara dan buat dia seperti semula gue yakin cuma lo yang bisa buat dia kembali seperti semula dan gue minta maaf udah ngerusak hubungan lo dan anggara, anggara terlalu baik buat gue dia cuma cocok sama lo " ucap kania membuat rara terkejut