
Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰
...** selamat membaca **...
Setelah melewati 4 putaran taman mereka memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon
" gua sama revan beli minum dulu ya kalian tunggu di sini " ucap wahyu lalu pergi bersama revano
" capek banget gue baru 4 putaran kaki udah pegal² aja " ucap nesya ngos-ngosan
" efek jarang olahraga ya begini " ucap faranisa sambil meluruskan kakinya yang pegal²
" guys lihat tuh ada bule ganteng banget " ucap refina
" ajak foto sya lo kan suka banget lihat bule dari dulu pasti selalu minta foto bareng " ledek rara mengingat kebiasaan nesya yang dulu
" malas ahh udah bosan gue lihat bule, disana bulenya cakep² yang itu mah lewat " canda nesya
" sombong banget lo.. gantengan bule² yang dikampus kita dulu ya gak raa? " canda tiara
" sorry ya tiara gue gak ikut²an nanti dia ngambek lagi " ucap rara sambil menunjuk pipi anggara yang di sampingnya
" hahaha.. kasian gak ada yang belain " ledek faranisa
" rese lo pada.. kalo mau gosip nanti aja deh tunggu gak ada mereka kan aman " ucap tiara
" betul tuh nanti aja deh.. gue juga ada yang mau di omongin sama kalian " ucap refina tersenyum misterius
" lo mau bicara apa sih? " tanya nesya
" kan gue bilang nanti.. ya nanti " ucap refina
" ini guys minumannya " ucap wahyu baru datang sambil memberikan air mineral di dalam kantong belanjanya
" thanks ya yu " ucap anggara tersenyum sambil membuka tutup botol air mineral untuk rara
" sama² gar " ucap wahyu tersenyum
" guys lihat deh bule ini gimana menurut kalian? " tanya nesya sengaja memancing cemburu revano sambil menunjukkan foto dirinya dengan seorang laki² bule yang ada didalam handphonenya
" ganteng sih, emang kenapa? " tanya tiara bingung
" lumayan sih, kenapa? lo suka ya? " ledek rara sambil menaikkan sebelah alisnya
" yang bener sya? lo yakin sama bule ini? ganteng sih cuman... mending lo pikir² dulu deh " tanya refina kurang yakin
rara memberi kode kepada tiara agar melihat ekspresi revano yang mulai terlihat kesal, ide jahil muncul di pikiran tiara dan rara, mereka sepakat untuk memancing amarah revano dengan cara meladeni ucapan nesya sambil melirik nesya dan revano bergantian
" kenalin dong sama kita sya.. masa calon PACAR sahabat kita kita gak kenal iya gak ra? gak seru ih " ucap tiara semakin membuat revano terbakar cemburu
" iya nih kenalin kita dong " ucap rara sambil menaik turunkan kedua alisnya
" nanti ta gue kenalin, dia baik kok orangnya kalian pasti suka berteman sama dia, dia juga mau ke Indonesia loh " ucap nesya sambil melirik sekilas revano yang mulai terlihat cemburu
" beneran? tapi mending lo pikir² dulu deh sya nanti ada yang tersakiti lo, kasian ada yang menunggu bertahun² eh pas ketemu lagi malah sama orang lain " ucap tiara menyindir revano
" iya sya kayaknya ada yang patah hati nih nanti sekarang aja ada yang kelihatan kesel " ledek rara sambil melirik revano
" apasih kalian gak jelas banget deh tadi ngedukung sekarang malah nyuruh pikir² lagi gimana sih " ucap nesya pura² tidak mengerti
" dia pacar lo sya? " tanya wahyu yang sedari tadi hanya mendengar percakapan mereka saja
" kepo deh " ledek nesya sambil tertawa
" jahat lo sya.. lo kan belum putus sama revan kenapa lo sama laki² lain? " tanya rangga mulai kesal
" jahat lo bilang? jahatan mana sama sahabat lo kak baru tau gue meninggal eh gak lama udah dapat yang baru aja, untung gue gak bener² meninggal ya " ucap nesya menyindir revano
" lo tau dari mana sih sya? " tanya rangga tak menyangka
" gue lihat dengan mata kepala gue sendiri, waktu gue sembuh dari koma gue kembali ke Indonesia awalnya gue mau nemuin kalian dan kasih kejutan ternyata gue salah gue malah lihat sahabat lo jalan sama perempuan lain di mall mesra banget, sejak saat itu gue putuskan gue udah gak ada hubungan apa² lagi sama dia! daripada gue sakit hati mending gue kembali ke luar negeri dan menetap disana " ucap nesya menjelaskan
" jadi yang kita lihat itu beneran lo sya? " tanya aditya memastikan saat mereka jalan berlima dengan gebetan revano dimall melihat nesya di sana mereka pikir cuma mirip saja dan tak menyangka itu beneran nesya
" iya lah siapa lagi kalo bukan gue " ucap nesya cuek
" kan benar dugaan gua rang, lo sih gak percaya gua tuh gak salah lihat " ucap aditya yang pertama melihat nesya di mall waktu itu
" mana gua tau dit kalo itu nesya, waktu itu kan nesya udah gak ada " ucap rangga
" pantasan gue lihat kemarin kalian gak terlalu kaget ternyata udah ketemu nesya dan gak cerita sama gua dan anggara " ucap wahyu
" gimana mau cerita sama lo, lo aja sibuk ngurus perusahaan.. dan anggara.. semenjak dia putus sama rara tau sendiri gimana tingkah ni anak seperti orang gak waras " ucap aditya memberitahu
" kamu kenapa jadi gitu sih sayang? kasian tu mereka kehilangan kamu, jadi gak bisa curhatkan " bisik rara sambil merebahkan kepalanya di bahu anggara
" mangkanya jangan tinggalin aku lagi, aku bisa lebih gila dari itu " bisik anggara sambil mencium kepala rara
" maafin gua ya.. gua salah, gua ngelakuin itu juga karna ada sebabnya, gua merasa menjadi laki² bodoh gua gak bisa jaga orang yang gua sayang, gua stress banget kehilangan nesya, gua marah dengan diri gua sendiri jadi gua melampiaskan semuanya kepada perempuan² yang gak bersalah, seharusnya gua gak ngelakuin itu, gua sangat menyesal gua gak tau lagi harus berbuat apa " ucap revano menyesali semua perbuatannya
" gue udah maafin lo kok, gak usah di bahas lagi yaa, gue udah lupain semuanya " ucap nesya cuek sambil melepaskan genggaman revano
" guys kayaknya gue harus pulang duluan ya, badan gue mendadak gak enak nih " ucap nesya langsung pergi meninggalkan mereka semua
" guys gue susul nesya dulu ya kayaknya dia butuh seseorang deh " ucap faranisa melihat nesya pergi dengan menahan tangisnya
" iya lo susulin gih kasian dia kayaknya dia sedih gitu, nanti kita susul kok " ucap rara
" oke.. bye semua " ucap faranisa langsung pergi
" lo yang sabar ya kak nesya emang begitu orangnya " ucap rara menguatkan revano yang terlihat sedih
" iya van lo harus berjuang dapatin nesya lagi gua yakin dia masih sayang sama lo " ucap anggara menyemangati sahabatnya
" iya van lo harus buktiin ke nesya kalo lo emang cinta sama dia " ucap wahyu sambil menepuk pelan bahu revano
" selamat berjuang dapatin nesya lagi ya kak kita pasti bantu kok " ucap refina menyemangati revano
" thanks ya semuanya " ucap revano terpaksa tersenyum
" sayang pulang yuk aku mau lihat nesya dan bantu² dekor rumah nih buat acara nikahan kak reno " ucap rara manja kepada anggara
" yaudah yuk kita pulang kamu juga kelihatan capek banget tuh " ucap anggara sambil mengelap keringat di wajah rara dengan handuk yang ia bawa
" gendong " ucap rara manja
" yaudah naik " ucap anggara sambil jongkok membelakangi rara agar ia mudah untuk naik kepunggung anggara
" manja amat sih lo raa minta gendong segala, jalan aja kenapa sih?! " ledek tiara
" suka² gue dong dia aja gak marah 😋 " ucap rara sambil naik ke punggung anggara
" makin hari makin manja aja lo ra malu sama umur " ledek tiara
" bilang aja lo iri ya kan? " ledek balik rara
" enak aja.. gak sama sekali " elak tiara
" susah kalo orang gengsian mah, sayang turunin aku kasian tiara dia iri sama kita " ledek rara sambil tertawa
" apasih gak jelas banget " elak tiara salah tingkah
" wahyu.. gendong tiara kasian dia minta di gendong juga kayaknya " ledek anggara
" ini lagi ikut²an gak jelas.. siapa juga yang minta gendong, emangnya gue anak kecil apa harus di gendong segala " gerutu tiara
" sensian amat buk.. lagi dapat ya " ledek refina
" apa sih lo jangan ikut²an calon pasutri gak jelas ini deh " ucap tiara kesal sambil melipat kedua tangannya di dada
" yaudah yuk naik sayang biar aku gendong kamu " ucap wahyu sambil menyimpan handphonenya di dalam saku celananya
" gak ahh aku masih bisa jalan sendiri sayang gak perlu di gendong segala " tolak tiara
" sayang turunin aku sebentar " ucap rara kepada anggara
" kenapa yang? " tanya anggara bingung
" ada telpon " ucap rara kemudian anggara langsung menuruninya
" siapa ra? " tanya tiara setelah rara selesai menelpon
" dion " jawab rara
" ngapain si muka datar nelpon lo? " tanya tiara
" dia nanyain lo, handphone lo kenapa gak aktif? " tanya balik rara
" handphone gue lowbet ra " ucap tiara cengengesan
" pantasan dia nelpon gue " ucap rara cuek
" dia nanyai berkas untuk meeting ya? " tanya tiara
" iya lah apa lagi " jawab rara
" nanti gue kirim lewat email " ucap tiara
" dion siapa sih? " tanya refina
" ada deh kepo lo " canda tiara
" gitu ya lo sama gue " ucap refina sambil melipat kedua tangannya di dada
" ayo pulang " ucap tiara tanpa memperdulikan perkataan refina, ia langsung pergi meninggalkan mereka semua
" dasar.. tu anak ya main tinggal aja deh " gerutu refina
terimakasih udah mau menunggu kelanjutan novel ini, like, komen dan votenya 🥰🥰