Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
MENGHINDAR



** selamat membaca **


" ini rumah gue kenapa rame gini sih? ada apa ya? " tanya rara keluar dari mobilnya


" kayaknya gue kenal ni motor² punya siapa aja.. ngapain lagi sih mereka kesini, gue males banget deh ketemu mereka lagi, sebaiknya gue menghindar, gue masuk lewat pintu belakang aja deh biar nggak katauan " ucap rara berjalan menuju pintu samping sambil mengendap²


" kamu ngapain jalannya seperti itu? " tanya mami


" eh mami.. mami ngapain di sini? " ucap rara kaget


" kamu di tanya malah nanya balik.. ada apa sih kok temen² kamu pada ke sini? " ucap mami


" nggak tau.. mungkin mereka mau ketemu sama mami 😁, kak reno mana mi? " ucap rara mengalihkan pembicaraan agar mami tidak curiga


" reno sama papi keluar kota ngurusin bisnis di sana kebetulan ada reno sekalian aja papi ajarin dia tentang bisnis " ucap mami


" oh, kenapa mami nggak ikut? " tanya rara


" mami temenin kamu di sini lagian kamu masih sekolah, oh iya kamu belum jawab pertanyaan mami, kenapa kamu berjalan mengendap² seperti tadi? " ucap mami


" rara lagi males bertemu mereka mi, mami tolong bilangin ke mereka ya rara belum pulang, nggak tau pulang jam berapa, yayaya mi rara mohon mii, nanti rara pasti jelasin ke mami kok 🙏 " ucap rara sambil mencium pipi mami dan pergi menuju kamarnya


* kamar rara *


" selamat gue, akhirnya nggak ketemu dia lagi " ucap rara


" maafin gue, gue tau gue salah udah bohong sama kalian tapi ini harus gue lakuin agar kalian menjauhi gue untuk sementara, gue butuh waktu untuk sendiri dan nenangin hati gue, ini semua nggak mudah buat gue tapi harus gue lakuin mungkin cinta nggak harus memiliki " ucap rara menangis dan bersender di pintu kamarnya


rara mengambil handphonenya di dalam saku roknya ada banyak panggilan tak terjawab dari anggara dan sahabat²nya karena dari tadi di silent, akhirnya rara mematikan handphonenya dan merebahkan badannya ke tempat tidur


rara terdengar suara motor² di halaman rumahnya ia pun bangun dan melihat ke jendela, terlihat anggara dan sahabat²nya pergi meninggalkan rumahnya tampak kekecewaan dari muka anggara dada rara semakin sesak karena menahan tangisnya


" maaf.. cuma itu yang bisa aku ucapkan " ucap rara menangis


rara mencoba untuk melupakan kejadian ini dan ia membersihkan dirinya, setelah itu ia mencoba untuk tidur namun tidak bisa karena dalam pikirannya selalu mengingat anggara dan momen² manis bersamanya setelah berbagai hal ia coba akhinya ia tertidur dengan pulas


mami merasa ada sesuatu yang terjadi sehingga membuat anaknya seperti ini sebagai orang tua mami tidak ingin melihat anaknya sedih, mami mengetuk pintu kamar anaknya namun tidak ada jawaban mami mencoba membuka pintu ternyata tidak di kunci akhirnya mami masuk dan melihat rara sedang berpura² tidur dia pun berbisik di telinga rara


" mami tau kamu pura² tidur.. kamu lagi ada masalahkan nak, jika kamu mau kamu bisa cerita sama mami, mami siap mendengarkan curhatan kamu " ucap mami


mendengar bisikan mami rara membuka matanya dan langsung memeluk maminya


" ada apa nak cerita sama mami? " ucap mami membalas pelukan rara, rara menceritakan semuanya sambil menangis


" anak mami udah besar yaa ternyata udah bisa merasakann cinta, sayang dan kegalauan " ledek mami


" ih mami apaan sih anaknya lagi sedih bukannya di hibur malah di ledekinn " ucap rara sebel


" baru kali ini mami lihat anak perempuan mami sesedih ini, kamu itu orangnya nggak pedulian sama orang lain apa lagi sama laki² kalo dengan ini kamu beda banget mami bisa lihat kok dari wajah kamu dan anggara kalian saling cinta tapi kalian tidak mau memperjuangkan hanya rasa penyesalan yang muncul diantara kalian, coba tanyakan pada hatimu, apa dia yang kamu mau? jangan buang² kesempatan nak kesempatan tidak datang 2x, nanti dia di rebut orang lain kamu pasti sangat menyesal, mami rasa kamu tau jawabannya dan ikuti kata hati kamu nak " ucap mami menasehati anaknya


" makasih mi rara akan mengikuti kata hati rara, love you mi " ucap rara memeluk dan mencium pipi mami


" sama² sayang.. nggak ada orang tua yang mau lihat anaknya sedih, pasti ngelakuin yang terbaik buat anaknya dan buat anaknya happy kembali, mami akan selalu ada buat kamu nak jika kamu butuh, love you too anak kesayangan mami " ucap rara mencium kening rara


" yaudah sekarang kamu turun yuk kita makan bersama, mami tunggu kamu di bawah " ucap mami


" iya mi " ucap rara


setelah mencuci mukanya rara langsung turun ke bawah dan menghampiri mami yang sedang mengambil lauk


" kamu mau makan apa nak? " tanya mami sambil mengambil lauk untuk rara


" aku mau itu mi " ucap rara sambil menunjuk opor ayam


" makasih mii " ucap rara mengambil piring yang di berikan mami dan mami hanya tersenyum


" kak reno kapan pulang mi? " tanya rara


" nggak papa mi cuma rindu aja sama kak reno, kakak ada nelpon mami nggak? " ucap rara


" nggak ada, mungkin mereka lagi sibuk " ucap mami


" maaf non, nyonya saya mengganggu makannya " ucap bik inah


" ada apa bik? " tanya mami


" di depan ada non tiara " ucap bik inah


" suruh masuk aja bik " ucap mami


" ngapain sih tiara ke sini malem² gini dan tumben banget dia datang sendirian apa dia mau bahas masalah tadi? " tanya rara dalam hati


" haii mami, maaf ya tiara ganggu kalian lagi makan " ucap tiara basabasi


" nggk papa kok tiara, ayo makan sama kita di sini " ajak mami


" iya mi kebetulan tiara juga laper dan kangen banget masakan mami apalagi opornya " ucap tiara


" yaudah kamu makan yang banyak ya nggak usah malu² " ucap mami


" oke mi ngapain tiara malu ini kan rumah tiara juga 😁 " ucap tiara


" bagus deh kalo gitu " ucap mami


" oh iya mi makasih ya oleh²nya, bajunya bagus mi tiara suka " ucao tiara


" sama² sayang tpi itu bukan mami loh yang milihin, rara yang milihin buat kalian " ucap mami


" oh.. kirain mami yang pilih buat kita " ucap tiara


" nggak nak, oh iya mama kamu udah pulang tiara? " tanya mami


" belum mi, kemungkinan 2 hari lagi " jawab tiara


" kalo gitu kamu nginep di sini aja temenin rara kayaknya dia butuh kamu deh " ucap mami


" boleh mi tiara nginep di sini? " tanya tiara memastikan


" ya boleh dong, masa anak mami nggak boleh nginep di sini sih " ucap mami bercanda


" yaudah lanjutin makannya ya mami kedapur dulu " ucap mami


" iya mi " ucap tiara


" tadi lo kemana ra kita kesini tapi lo nggak ada? " tanya tiara


" gue ada urusan " ucap rara


" ada yang mau gue omongin sama lo " ucap tiara serius


" nanti aja gue lagi makan nanti selera makan gue hilang " ucap rara cuek


" maafin gue tiara, gue sengaja seperti ini agar lo stop buat gue balikan lagi dengan dia " ucap rara dalam hati


" yaudah deh tapi gue bolehkan nginep di kamar lo " ucap tiara


" kapan gue pernah nolak lo nginep di kamar gue, tumben lo izin dulu biasanya langsung aja " ucap rara


" ya kan gue basa basi aja, gitu aja sewot lu nanti cepat tua loh " ucap tiara bercanda


" bercanda lo nggak lucu " ucap rara cuek dan pergi membawa piringnya kedapur