
Pulang sekolah rara dan sahabat²nya langsung menuju parkiran dan pulang ke rumah masing²
* parkiran sekolah *
" Maaf ya sekali lagi gue nggak bisa pulang bareng kalian " ucap rara memulai percakapan
" Santai aja kali raa seru tau seperti ini " ucap tiara
" Iya ra kalau nggak gini kapan lagi kita bisa bawa mobil masing² " ucap faranisa
" Besok² mending kita bawa mobil sendiri² aja deh kan enak gini " ucap refina
" Iya ra nggak enak juga numpang mulu " ucap nesya
" Santai aja kali kayak sama siapa aja, gue juga nggak ngerasa terbebani kalau ada kalian malahan seneng bisa bareng kalian terus " ucap rara
" Mulai besok kita bawa mobil sendiri aja lebih seru, kapan² kita balapan lagi seperti tadi gimana pada mau nggak? " ucap tiara
" Ok.. siapa takut " ucap refina
Dari kejauhan ada yang memperhatikan mereka berbicara tak lain adalah anggara dan temen²nya
" Buset dah tu cewek² hobi juga balapan " ucap Rangga
" Iya gue nggak nyangka mereka bar² juga " ucap aditya
" Kenapa gue jadi tertarik sama tu cewek ya apa jangan² gue mulai suka ni sama rara ahh nggak mungkin, gue kan udah punya angel masa iya suka sama tu cewek " ucap anggara dalam hati
" Kalau dilihat² gini cantik juga tu cewek kalo lagi nggak marah " ucap wahyu dalam hati
Rara sudah menyadari kalau anggara dan sahabat²nya melihat mereka dari kejauhan tapi enggan berbicara kepada sahabat²nya
" Kenapa jantung gue jadi deg degan gini ya di lihatin anggara mulu dari tadi apa gue mulai suka sama dia? ah nggak mungkin jangan sampai gue suka sama si cowok nyebelin itu, mending gue pergi aja dari sini " ucap rara dalam hati dan melihat ke arah anggara
" Guys gue duluan ya nanti telat kerumah bundanya kalau nggak pergi dari sekarang, byeee ucap rara menuju mobilnya
" Iya ra hati² salam ya sama pangeran gue " ucap tiara
" Iya ra gue juga " ucap nesya
" Ok.. nanti gue sampein ke mereka, bye " ucap rara dari dalam mobil dan melajukan mobilnya
Mereka pun sadar kalau dari tadi dilihatin sama anggara dan sahabat²nya
" Kenapa lo pada liatin kita dari tadi " ucap tiara
" Gr banget lo siapa juga yang ngeliatin kalian dari tadi " ucap wahyu membela
" Lo pikir kita nggak ngeliat kalian ngeliatin kita dari tadi ha! " ucap faranisa kesal
" Santai aja kali jangan ngegas bisa kan? ucap aditya
" Kalian tu ya selalu aja nyari ribut sama kita nggak bisa ya nggak ganggu kita sehari aja mending kalian urusin tu acara sekolah nggak usah gnggu kita mulu, bosan gue liat muka kalian " ucap nesya
" Siapa juga yang nyari ribut sama kalian, yang mulai bicara kan kalian kenapa nyalahin kita? ucap revano santai
" Buset dahhh bisa budeg ni lama² telinga gue nggak bisa apa bicara aja nggak usah pkai klakson² gitu " ucap aditya kesal sambil menggosokkan kedua telinganya
" Iya ni awas aja mereka kalau ketemu lagi " ucap revano kesal
" Udah yuk cabut ngapain lama² disini, kita harus banyakin istirahat biar besok nggak terlalu capek " ucap anggara pergi menuju motor sport mereka
* Di depan rumah bunda *
Rara membunyikan klakson di depan rumah bunda yang mewah itu, keluarlah satpam dan rara langsung membukakan kaca mobilnya
" Maaf cari siapa dan ada perlu apa ya non? " tanya satpam sambil menundukkan badan menghadap rara
" Eh non rara, maaf ya non pak diman nggak tau kalau ini mobil non rara, apa kabar non? " ucap satpam ramah, pak diman sudah sangat akrab dengan rara karena dia sudah lama bekerja pada keluarga bunda dari rara kecil sampai sekarang
" Nggak papa kok pak diman, kabar ku baik " ucap rara
" Non kesini mau cari bunda non ya, ibu ada di dalam silahkan masuk non rara " ucap pak diman
" Iya pak makasih " ucap rara
" Sama² non rara " ucap satpam
Sesampainya di depan pintu rumah bunda Rara menekan bel tak lama bik inem membukakan pintu
" Eh non rara, silahkan masuk non biar bik inem panggilin ibu dulu " ucap bik inem Art bunda yang sudah lama bekerja di rumah bunda sama seperti pak diman
" Nggak usah bik biar rara yang nemuin bunda aja, bunda dimana bik? " ucap rara
" Ibu lagi ngerapiin bunga ditaman non " ucap bik inem
" Ok bik aku kesana aja, tamannya dimana ya bik? " ucap rara
" Non keluar lewat pintu itu sebelah kanan ibu lagi menanam di situ " ucap bik inem menunjuk sebuah pintu untuk menuju taman samping rumah
" Makasih ya bik " ucap rara sambil tersenyum
" Sama² non " ucap bik inem
Rara menuju pintu yang di tunjuk bik inem tadi dan terlihat bunda lagi menanam bunga mawar putih kesukaan rara
" Bunda.. " ucap rara manja sambil memeluk bunda dari belakang
Suara rara tak asing lagi bagi bunda dia sangat mengenal suara keponakan kesayangannya itu yang sudah dianggap anaknya sendiri karena dia tidak memiliki anak perempuan, dari kecil rara dirawat bunda karena orang tuanya sibuk bekerja di luar negeri sejak saat itu bunda dan suaminya tak lain adalah omnya rara sendiri atau kk papanya rara, mereka mengubah panggilan dari om dan tante menjadi bunda dan ayah, bunda langsung memutar badannya menghadap rara
" Rara.. akhirnya kamu kesini juga bunda sangat merindukanmu nak " ucap bunda melepaskan sarung tangan yang ia pakai untuk menanam bunga tadi dan langsung memeluk erat rara sambil mencium kedua pipinya
" Rara juga sangat merindukan bunda, semenjak rara sampai di indonesia selalu mencari bunda sama ayah tapi tidak bisa menemukan kalian " ucap rara sedih dan mempererat pelukannya ke bunda seakan tidak mau dipisahkan seperti dulu lagi
mereka sempat dipisahkan karena orang tua rara memilih menetap di luar negeri dibandingkan di indonesia karena bisnis di sana sedang bermasalah dan membutuhkan waktu lama untuk memperbaikinya itu sebabnya orangtua rara harus membawa anak perempuannya itu, mereka tidak bisa berpisah terlalu lama dengan rara karena rara anak perempuan satu²nya dari keluarga adiwijaya yang sangat manja dan yang harus dijaga oleh orangtuanya agar tidak salah dalam pergaulan
" Bunda nggak tau kalau kamu udah di Indonesia nak orangtua kamu juga nggak memberitahu kami, kalau bunda tau kamu sudah di Indonesia bunda pasti mencari kamu dan menyuruh orang untuk mencarimu sampai ketemu " ucap bunda sambil mengusap lembut rambut rara
" Kita ngobrol di dalam aja nak nggak enak ngobrol di sini " ucap bunda sambil merapikan tanaman bunga yang berserakan dan membersihkan tangannya