Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
BUKA KADO



Kalo kalian suka sama novel ini tolong di like dan vote ya guyss, jangan silent reader please 🙏🙏


** selamat membaca **


Pagi telah tiba rara masih tidur dengan nyenyak di tempat tidurnya hingga tak sadar matahari sudah muncul menyinari kamarnya


" yaampun ini anak belum bangun juga " ucap mami sambil membuka gorden kamar rara


" tutup mi silau ih " ucap rara sambil menutup mukanya dengan bantal agar tak terkena sinar matahari


" anak gadis jam segini belum bangun juga " ucap mami


" masih ngantuk mi " ucap rara manja


" bangun rara ini udah pagi nggak baik anak gadis bangun siang " ucap mami membuka selimut rara


" bentar lagi mi rara masih ngantuk lagian rara masih libur juga biarin rara kali ini aja bangun siang " rengek rara


" nggak bisa rara kamu harus bangun sekarang! " ucap mami menarik tangan rara agar berdiri


" mami jahat hari ini kan masih ulang tahun rara ikutin kemauan rara dong mi kali ini please mii mami cantik deh " ucap rara merayu mami


" nggak ada pembantahan.. setiap hari mami emang cantik kok kamunya aja yang gengsi muji mami " ucap mami sombong


" iya deh mami emang cantik setiap hari " ucap rara merebahkan tubuhnya lagi


" eh eh malah tidur lagi dia buruan mandi sekarang rara! " ucap mami


" tapi mi.. " ucap rara


" No rara! mami bilang mandi ya mandi jangan banyak alesan deh buruan mandi atau mami yang mandiin kamu " ucap mami


" iya² mami ngeselin deh hari ini " ucap rara menuju kamar mandi


" biarin.. yang penting kamu mandi, 15 menit lagi kamu harus turun ke bawah! " teriak mami agar rara mendengarkannya


" iya mami bawel " teriak rara


***


" pagi mi pi " sapa rara menuruni tangga


" pagi sayang " sapa balik mami dan papi


" ciee yang ulang tahun baru dateng " ledek reno


" apaan sih kak, udah nggak ngambek nih ceritanya " ledek balik rara sambil mengambil nasi goreng buatan mami


" kakak pura² ngambek kan demi ngerjain kamu " ucap reno


" lucu ya lihat kakak ngambek seperti cewek aja langsung masuk ke kamar 😄 " ledek rara


" reno emang gitu kalo ngambek dek " ucap alvaro baru menghampiri mereka


" enak aja gue mana pernah ngambek " bantah reno


" yakin lo nggak pernah ngambek? 😏 " ledek alvaro


" yakin lah mana pernah gue ngambek " ucap reno


" waktu rara di beliin handphone baru sama papi dan lo nggak, muka lo langsung cemberut gitu dan lari ke kamar " ledek alvaro


" waktu itu gue ngantuk ya gue tidurlah di kamar mangkanya gue langsung lari " ucap reno menyangkal


" alesan aja lo bilang aja lo ngambek sama papi ya kan? " ledek alvaro


" itu kan waktu gue kecil sekarang nggak lagi lah " ucap reno keceplosan dan langsung menutup mulutnya


" tu kan ngaku juga kan lo " ucap reno tertawa


" sialan lo.. awas yaa gue bales lo nanti " ucap reno kesal


" udah² kok jadi pada berantem sih, lanjutin tu makannya " ucap papi


" iya pi " ucap reno dan alva saling menatap


" masih ada sayang " ucap mami


" bunda sama ayah kemana mi kok nggak kelihatan? " tanya rara


" mereka lagi bersantai di taman samping " jawab mami


" nggak ikut sarapan mi? " tanya reno


" nanti katanya nak " jawab mami


***


Setelah sarapan mereka menonton tv sambil memakan kue ulangtahun rara semalam yang tersisa


" jangan di habisin dong " ucap rara melihat kuenya tinggal 2 potong


" kuenya enak ya kita habisin dong daripada terbuang kan sayang " ucap reno


" siapa yang mau buang sihh kan rara masih mau tau.. ihh nyebelin banget sih kalian udah habiskan " ucap rara ngambek dan mengambil hpnya di atas meja


" jangan ngambek gitu dong nanti cantiknya hilang lohh, nanti kakak beliin lagi yang banyak untuk kamu " ucap reno


" dari semalam nggak ada satupun yang ngucapin gue sampe sekarang kemana sih mereka anggara juga nggk ada ngucapin sama sekali " ucap rara kesal dalam hati


" diajakin ngomong malah diem dia" ucap alvaro memperhatikan rara melamun


" heiii.. rara? " ucap reno memegang bahu rara


" apaan sih " ucap rara kesal sambil menuju kamarnya


" itu anak malah pergi aja ngambek mulu deh gara² lo tuh! " ucap alvaro menyalahkan reno


" kok gue sihh! lo kan juga makan " ucap reno menyalahkan alvaro


" kalian ini berantem mulu udah besar juga nggak malu sama umur " ucap keano


" iya bukannya pujukin rara biar nggak ngambek lagi ini malah berantem gimana sih " ucap devano


***


* kamar rara *


" kenapa semuanya ngeselin sih " ucap rara kesal sambil menghidupkan tvnya


" filmnya juga nggak ada yang bagus " ucap rara menekan tombol di remote tv


" kado yang semalam gue simpen dimana yaa? " ucap rara sambil turun dari tempat tidurnya


" ini dia " ucap rara sambil membuka kado dari keano


" album foto gue dari kecil... ternyata masih di simpan kak kean " ucap rara membuka album foto


" setiap foto ada kata² juga.. ini waktu gue masih bayi " ucap rara sambil melihat kata² di belakangnya


" *waktu rara baru lahir kedunia ini hatiku sangat senang mendapat adik perempuan yang aku impikan dari dulu aku berjanji akan menyayangi dan menjaganya sampai ia dewasa nanti bayi kecil ini yang akan menghiasi rumah dengan suaranya yang cempreng ^_^ " kata² keano di foto pertama


" foto ini pas rara berumur 1 tahun dia baru bisa berjalan dan bicara beberapa kata dia sangat lucu dan menggemaskan aku bahagia mempunyai adik secantik rara " kata² keano di fto kedua


rara membuka lagi foto²nya dan ia berhenti di foto kelima


" di foto ini rara berumur 13 tahun, dia baru masuk sekolah menengah pertama, semenjak dia mulai sekolah di sana badannya menjadi kurus ntah itu kecape'an atau jadi bahan olok²an temen²nya makanya dia jadi seperti ini " kata² di foto ke 5


" di saat rara berumur 14 tahun kita harus berpisah karena dia akan di bawa mami dan papi keluar negeri hatiku sangat hancur mendengarkannya aku harus berpisah dari adikku sendiri mau tak mau aku harus merelakannya, semoga dia bahagia di sana dan tidak ada yang menjahilinya lagi " kata² di foto ke 6


" foto ini di krim mami dari luar negeri dan aku mendengar dia sering sakit di sana hatiku menjadi tak tenang dan selalu memikirkannya, aku ingin menemuinya di sana tapi bunda tak mengizinkannya, di foto ini dia sangat kurus aku tak tega melihatnya semoga dia sehat selalu " kata² di foto ke 5


" foto ini yang terakhir.. doaku akhirnya terkabul dan aku bisa bertemu dia lagi aku berjanji akan selalu di dekatnya dan menjaganya, aku sayang padamu adikku rara " kata² si foto terakhir*


" gue nggak nyangka di balik sifat kak keano yang pendiam itu ternyata di sangat peduli sama gue, makasih banyak kak rara sayang kak keano, ini kado terindah buat rara dari kak keano " ucap rara menghapus air matanya yang tiba² keluar melihat kata² yang tulis keano di balik fotonya


Trimakasih udah mampir dan baca novel ini 😍😘🥰