
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys
trimakasih 😘😘😍
jangan silent reader please 🙏🙏
** selamat membaca **
Hari ini mereka kembali sekolah seperti biasanya karena jam pertama guru² sedang rapat, rara bosan di kelas ia pergi menuju taman untuk menghibur dirinya sendiri
* Taman sekolah *
" ternyata kamu disini aku cariin dari tadi " ucap anggara melihat rara melamun di taman sekolah, rara hanya melirik anggara sekilas dan kembali melamun tanpa menjawab perkataannya
" kamu kenapa sih diem mulu dari tadi, kamu lagi ada masalah? " ucap anggara
" aku gak papa " ucap rara
" kalo kamu ada masalah cerita aja sama aku biar beban kamu berkurang " ucap anggara
" aku gak apa² kok jangan khawatir " ucap rara tersenyum
" aku tau kamu lagi ada masalah tapi kamu gak mau jujur juga sama aku " ucap anggara serius
" apa yang mau ceritain sama kamu? aku emang gak ada masalah kok " ucap rara masih menutupi
" terserah kamu mau jujur apa nggak, belakangan ini sikap kamu berubah dan cuek sama aku apa karna perjodohan itu? " ucap anggara kesal
" kamu tau dari mana? " tanya rara kaget
" gak penting aku tau dari mana, kamu jawab aja dengan jujur pertanyaan aku tadi apa benar itu?! " ucap anggara
" bagus deh kalo kamu udah tau aku gak perlu capek² nutupin ini semua dari kamu " ucap rara melihat kearah lain agar anggara tak melihatnya menangis
" maafin aku kak aku gak bermaksud berkata seperti ini sama kamu aku hanya ingin kamu dapat yang lebih baik dari aku, aku gak mau kamu terluka juga sepertiku, semoga kamu bisa mengerti " ucap rara dalam hati sambil meneteskan airmatanya
" apa sampai di sini perjuangan kamu? " ucap anggara kecewa
" kalo kamu udah tau endingnya kita gak mungkin bersama ngapain juga kita lanjutin hubungan ini, lebih baik kita akhiri ini semua sebelum terlambat dan semakin sakit " ucap rara menghapus air matanya
" bila suatu saat nanti kita harus berpisah, aku harus ikhlas melepasmu, mungkin ini yang terbaik untuk kita, semoga kamu bisa menerima ini semua, aku dan kamu gak mungkin bersama lagi karena perjodohan ini memisahkan kita, aku menyayangimu 😢 " ucap rara dalam hati menatap anggara sambil menangis
" kalo itu mau kamu yaudah kita selesai sampai di sini " ucap anggara pergi meninggalkan rara sendirian sambil menangis
" andai aku bisa memutar waktu mungkin aku tidak akan pernah menyianyiakan dirimu lagi, aku pasti berusaha sekuat mungkin untuk tidak akan mengecewakanmu, baru kali aku merasakan jatuh cinta sedalam ini, aku mencintaimu setulus hatiku aku mencoba untuk tersenyum namun hati kecilku menangis dan menolak semuanya, aku sadar selama ini telah membuat banyak luka di hatimu, maafkan aku kak 😭😭 " ucap rara menatap kepergian anggara
***
rara menuju kelasnya sambil menangis
" lo kenapa raa? " tanya tiara kaget melihat rara menangis sambil masuk ke dalam kelas
" iya ra apa ada yang nyakitin lo? bilang sama gue biar gue hajar " ucap faranisa kesal
" gue putus sama kak anggara " ucap rara sambil menangis
" kenapa lo lakuin ini sih ra? " tanya tiara
" gue terpaksa melakukan ini, kalian tau sendiri bunda itu orangnya nekat kalo dia tau gue masih pacaran sama kak anggara dia pasti melakukan berbagai cara untuk misahin gue sama kak anggara, gue gak mau dia kenapa² 😭 " ucap rara
Tanpa sepengetahuan mereka rangga mendengarkan dan memvideokan semuanya dia bersembunyi di dekat jendela, rangga kaget mendengarnya dan tak menyangka kisah cinta rara dan anggara seperti ini, setelah itu dia langsung pergi menemui sahabat²nya dan mengurung niatnya untuk bertemu sang pacar (refina)
***
* parkiran *
" gue dulu ya guys " ucap rara melihat kedatangan anggara dan sahabat²nya
" kok cepet banget sih, kita ngumpul di sini aja dulu " ucap nesya
" lo jangan ngehindar lagi raa, tunjukin ke dia kalo lo itu kuat " bisik tiara ia mengerti kenapa rara ingin cepat pulang, ia melihat tangan anggara dipegang oleh seorang perempuan
" hai guys " ucap aditya
" hai " ucap mereka berbarengan kecuali rara
" *kenapa gue jadi sakit gini ya lihat tangan kak anggara di pegang gitu, gue ingin marah tapi gue bukan siapa² dia lagi " ucap rara dalam hati
" maafin aku ra, aku sengaja membiarkan dia memegang tanganku, aku hanya ingin lihat kamu masih peduli gak ternyata kamu tetap gak merespon " ucap anggara dalam hati sedih
rara hanya melirik anggara begitupun sebaliknya tanpa menyapa satu sama lain, rara menyandarkan tubuhnya ke mobil miliknya tanpa memperdulikan sahabat²nya yang sedang berpacaran, ia mengeluarkan handphone dari kantong roknya dan pura² memainkannya
" guys gue duluan ya " ucap rara
" lo mau kemana ra? " tanya refina
" gue mau jemput mami di butik " ucap rara sambil melihat chat masuk dari maminya
" kok cepet banget sih.. emang mami lo gak bawa mobil? " tanya nesya
" gak katanya, ngapain juga gue lama² di sini cuma lihatin kalian pacaran doang, kurang kerjaan banget gue mending gue jalan², jomblo mah bebas mau ngapain aja gak ada yang ngelarang " ledek rara ia sengaja memancing kemarahan anggara
" oh iya tadi nathan chat gue dan dia ngajak gue jalan, dia juga mengajak temen²nya kalian mau ikut gak? " tanya rara semakin membuat anggara kesal
" nathan? kapten tim basket dan ketua osis itu ra? yang ngejar² lo waktu itu? " tanya refina tak percaya
" iya, kalian mau ikut gak? " ajak rara sambil melihat ekspresi takut sahabat²nya membuat rara menahan tawanya
" gausah deh nanti mereka marah lagi " ledek rara
" santai aja mukanya kak gue hanya bercanda, mereka itu setia kok jangan takut mereka berpaling, mereka gak seperti yang di sana tuh baru putus beberapa jam yang lalu udah dapet gandengan baru " ucap rara menyindir anggara
" yaudah deh gue duluan ya nanti mami marah lagi kelamaan nunggu " ucap rara beranjak pergi
* dalam mobil rara *
" sesak banget gue lihat lo sama yang lain apa lo gak berpikir gue sakit melihat lo dan dia " ucap rara meneteskan air matanya
" yaudah deh ini pilihan gue, gue harus kuat jangan tunjukin kelemahan lo ra di depan dia " ucap rara menghapus airmatanya dan melajukan mobilnya
" tunggu ra! " ucap tiara memberhentikan mobil rara, rara langsung membuka kaca mobilnya
" untung aja lo gak gue tabrak tiba² berhentiin mobil gue, ada apa sih? " ucap rara
" lo beneran mau pergi dengan nathan nanti malam? " tanya tiara memastikan
" ya elah lo berhentiin gue cuma nanya ini doang, kan bisa lo tanya lewat chat atau ke rumah gue gak berhenti mendadak kayak gini " ucap rara memarahi tiara dan keluar dari mobilnya
" ya maaf gue penasaran aja " ucap tiara
" kalo iya kenapa? " ucap rara sengaja membesarkan suaranya agar anggara mendengarnya
" lo gak mikirin apa perasaan kak anggara gimana ? " tanya tiara
" ngapain gue mikirin prasaan dia, dia aja gak mikirin perasaan gue, udah ah nanti gue telat lagi jemput mami dan jangan berhentiin mobil gue tiba² lagi! " ucap rara masuk kembali ke mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang