Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
LIBUR PERTAMA (2)



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys


jangan silent reader please 🙏🙏


Terimakasih 😘🥰😍


** selamat membaca **


Setelah membangunkan rara dari tidurnya mereka bercerita sambil memainkan handphone di atas tempat tidur rara


" guys gue mau cerita nih sama kalian " ucap nesya sambil merebahkan kepalanya di atas paha rara


" cerita apa sih sya " ucap rara


" gue kesel banget sama mimi, masa dia ikut papi keluar kota gak mikir bangetkan gue sama siapa disini, mereka tega banget ninggalin gue di rumah gak sendirian sih masih ada Art di rumah tapi kenapa gak ajak gue aja untuk ikut mereka? " curhat nesya


" kasian banget sih lo sya mungkin pipi lo lagi butuh bantuan mimi kali mangkanya di ajak keluar kota, orangtua lo gak mau repot bawa lo, lo kan bawel banget tuh dan suka makan tapi gak gemuk² nanti mereka disana bukannya kerja malah lo repotin " ledek rara


" iya sya atau mereka pengen punya bayi lagi mangkanya mereka berduaan aja gak ngajak lo " ledek faranisa


" iya siap² aja lo jadi kakak yang umurnya beda jauh dari adek " ledek refina


" kalo lo jalan bareng dia nanti kirain orang dia anak lo lagi " ledek tiara sambil tertawa


" iya lucu tuh kayaknya " ucap refina


" apaan sih lo pada.. gue gak mau punya adek! " bantah nesya sambil menduduknya badannya


" gak boleh tau biarin aja kalo orangtua lo mau punya anak lagi, anak itu titipan Allah harus di jaga gak boleh di sia²in " ucap tiara


" tapikan orangtua gue tuh gak cocok punya anak lagi, mereka udah tua cocoknya jadi opa dan oma aja " bantah nesya


" kalo lo punya adek kan enak ada temen ngobrol di rumah " ucap refina


" iya lo gak sendirian lagi dirumah " ledek faranisa


" gak! gue gak mau punya adek. " bantah nesya


" kenapa gak mau kan bukan lo juga yang ngurusin dia " ledek tiara


" pokoknya gue gak mau punya adek lagi. " bantah nesya menahan kesal sambil membuang mukanya


" dih ngambek dia, udah guys jangan ledekin dia mulu kasian udah di tinggalin orangtuanya keluar kota ditambah lagi kalian ledekin " ucap rara membela nesya


" muka lo jelek kalo cemberut gitu " ledek tiara


" iya.. udah dong jangan ngambek kitakan cuma bercanda " ucap faranisa


" bercanda kalian gak lucu, udah tau gue gak mau punya adek dari dulu malah di ledekin kayak gitu kan gue jadi kesal sama kalian " ucap nesya sambil melempar bantal ke muka faranisa


" ya maaf.. kita sengaja biar lo cemberut dan jadi diem gini kan adem jadinya gak denger suara cempreng lo itu " ucap faranisa


" ih kalian tega banget sih " ucap nesya


" udah ahh gue laper nih makan yuk " ajak rara


" ayo " ucap mereka berbarengan


***


setelah mereka sarapan mereka kembali lagi ke kamar rara, saat mereka mau menaiki tangga mami memanggil rara


" rara?! " panggil mami


" kenapa mi? " tanya rara


" mami mau pergi ke butik, kalian masih lamakan disini nak temenin rara sampai mami pulang ya? " ucap mami kepada sahabat² rara


" oke mi " ucap tiara


" mami pergi dulu ya bye sayang " ucap mami sambil mencium pipi rara lalu pergi


" balik ke kamar gue yuk " ajak rara


" ayo guys " ucap nesya


***


* kamar rara *


" ambil aja lemari belajar gue " ucap rara


" gue pinjam komputer lo ya raa mau nonton " ucap nesya


" iya tinggal hidupin aja tuh " ucap rara


" remote tv lo mana ra? " tanya tiara


" di dekat lampu tidur tuh " ucap rara


rara menaiki tempat tidurnya dan tiba² handphonenya berbunyi pertanda chat masuk, rara langsung mengambil handphonenya di dekat meja disamping tempat tidurnya


" siapa ra? " tanya nesya


" biasa lah " jawab rara melihat chat masuk


" kak anggara? " tanya nesya


" iyalah siapa lagi " ucap rara sambil mematikan telponnya ia tidak mau mengganggu konsentrasi anggara yang sedang menghadapi ujian


" maafin aku kak aku gak bisa balas chat kamu dulu bukan karena mereka melarang tapi aku ingin kamu lebih fokus untuk menghadapi ujian " ucap rara dalam hatinya


" ngapain sih dia ngchat lo lagi? " tanya nesya


" gak tau chatnya belum gue read " ucap rara


" sama aja dia seperti wahyu kemaren dia chat gue lagi dia minta maaf tapi gak gue bales " ucap tiara cuek


" guys gue mau ngasih tau kalian sesuatu " ucap rara serius membuat yang lain fokus menatap rara


" ada apa ra? " tanya nesya kepo sambil mengepause filmnya


" iya ra ada apa sih? " ucap faranisa menghampiri rara


" kalian kesini sebentar ada yang mau gue bicarain sama kalian biar kalian gak salah paham lagi " ucap rara


" maksud lo apa sih ra " ucap tiara menghampiri rara


" jadi gini sebenarnya ini bukan kemauan kak wahyu " ucap rara membuat yang lain bingung


" maksudnya? " tanya mereka


" kak wahyu gak salah ini semua rencana si renita sebenarnya perusahaan papanya kak wahyu hampir bangkrut dan renita minta tolong kepada papanya untuk menolong perusahaan wahyu sebagai imbalannya mereka harus di jodohkan, dari awal dia sekolah di sana renita udah suka sama kak wahyu, renita selalu mencari celah agar bisa dekat sama kak wahyu " ucap rara


" jadi yang kita lihat di dekat lapangan itu renita berusaha dekatin wahyu? " tanya tiara


" iya, gue cari tau semuanya.. waktu itu renita berpura² mau masuk osis dan meminta bantuan wahyu apa saja yang harus dilakukan di osis dan wahyu belum mengetahuinya kalo mereka mau di jodohkan, wahyu hanya menganggap sebagai temen biasa mangkanya lo lihat mereka ketawa² " ucap rara


" gue di suruh mami kemarin beli makan gak sengaja gue bertemu kak wahyu sedang nangis di resto gue samperin dia, dia cerita sama gue sambil nangis, dia terpaksa menerima perjodohan ini demi papanya, dia cuma cinta sama lo tia dan kak wahyu memaksa yang lain untuk merahasiain ini semua dari kita, gue harap kalian gak salah sangka lagi sama mereka " ucap rara lagi menjelaskan semuanya


" yaampun gue udah salah salah sangka sama dia " ucap tiara menyesal


" maafin gue guys gue gak tau kalo ini cuma rencana renita gue udah terlanjur bilang sama mereka buat jauhin kita " ucap nesya menyesal


" kenapa lo baru kasih tau kita sekarang sih ra? " tanya tiara


" awalnya gue kurang percaya sama perkataan mereka akhirnya gue cari tau sendiri dan bertanya sama papi ternyata benar perusahaan mereka lagi dalam masalah, gue mau kasih tau kalian kemarin setelah jelas semuanya tapi gak ada kesempatan, maafin gue ya guys " ucap rara


" trus gimana nih kita udah salah sangka sama mereka " ucap faranisa


" untuk sekarang biarin aja dulu, biar mereka fokus ujian, kita jangan menghubungi mereka sampai mereka selesai ujian " ucap rara


" kita harus batalin perjodohan itu guys " ucap refina


" iya, kita harus cari cara buat gagalin ini perjodohan itu " ucap faranisa


" gimana caranya perusahaan orangtua kita gak ada yang bisa bantu " ucap nesya


" iya perusahaan papa gue aja papi rara yang bantuin, gimana caranya buat bantu dia " ucap tiara menyerah


" nanti aja kita pikirin caranya gimana, sekarang gue mau mandi dulu " ucap rara langsung berdiri menuju kamar mandi


" pantesan ada aroma yang gak enak dari tadi " ledek nesya


" enak aja walaupun gue belum mandi, gue tetap harum kali, emang kalian pagi² udah kerumah gue belum mandi lagi " ledek rara balik


" kita udah mandi ya " ucap berbarengan