
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys,
jangan silent reader please 🙏🙏
Terimakasih 😘🥰😍
** selamat membaca **
Hari ini hari pertama rara libur sekolah karena kelas XII (12) sedang melaksanakan ujian kelulusan dua minggu kedepan, sekolah meliburkan kelas X (10) dan XI (11) agar tidak mengganggu konsentrasi kakak kelasnya yang sedang menghadapi pertempuran melawan soal² yang dianggap sebagian murid sangat sulit untuk di jawab, guru² bertugas mengawasi siswa siswi kelas XII agar tidak kecolongan dengan kunci jawaban yang beredar di sekolah, itu sebabnya kesekolah tidak memperbolehkan selain siswa siswi kelas XII dan guru yang bertugas masuk ke area sekolah
hari pertama libur sekolah rara tidak ingin kemana² ia hanya menghabiskan liburannya di dalam rumah saja, ia malas untuk beraktivitas keluar rumah, mami juga tidak lagi membangunkannya sehingga ia bebas untuk bangun lebih siang
berbeda dengan sahabat²nya mereka tidak terbiasa untuk bangun lebih siang, mereka memutuskan untuk *berkumpul dirumah rara dan bercerita sehingga menghilangkan kebosanan karna libur sekolah apalagi di rumah rara banyak makanan itu yang membuat mereka betah berlama² disana
tiara memanggil satpam yang menjaga rumah rara supaya membukakan pagarnya, pagarnya sangat tinggi sehingga mereka kesusahan untuk membuka dan memanggil satpam*
" pak dusmin pak paidi tolong bukakan pagarnya kita mau masuk " teriak tiara sambil menggedor pagarnya
" kurang keras gedornya tiara mereka gak akan denger " ucap refina
" telpon rara aja deh biar dia yang bukain pagarnya buat kita " usul nesya
" lo **** atau apa sih jam segini rara masih tidur lah, lo lupa sahabat lo itu kebo banget kalo udah tidur apa lagi waktu libur gini mana mau bangun dia " ucap tiara
" trus gimana dong? " tanya nesya
" mau gak mau kita teriak lagi aja biar satpam² itu pada denger " ucap tiara
" teriak barengan aja " usul faranisa
" ide yang bagus, ayo guys " ucap nesya
" ayo guys... satu.. dua.. tiga.. " ucap tiara sambil menghitung
" Pak dusmin pak paidi tolong bukain pintu kita mau masuk!!! " teriak mereka berbarengan sambil menggedor pagar
mendengar teriakan mereka para satpam membuka matanya dan terkejut
" siapa sih pagi² gini udah bikin ribut aja, jadi kaget saya? " ucap paidi sambil reflek berdiri
" coba kamu lihat siapa tau tamunya majikan kita, bisa gawat ini " ucap dusmin
" bentar ya saya bukakan pagar dulu " ucap paidi lalu pergi untuk membukakan pagar
***
" ternyata kalian.. saya kira siapa pagi² gini namu, silahkan masuk neng " ucap paidi sambil membukakan pagar
" lama banget sih bukanya pak pegel tau kaki kita berdiri disini " protes nesya
" maaf neng saya ketiduran abis begadang semalam " ucap paidi
" yaudah sih sya gausah ngomel² masih pagi juga, masuk aja yuk " ajak tiara
" yaudah yuk gue mau istirahat di kamar rara aja " ucap nesya berjalan masuk mendahului sahabat²nya
" itu anak kesel mulu bawa'annya lagi pms kali yaa " ledek refina
" yaudah biarin aja dia selalu begitu, masuk yuk " ucap tiara mengajak refina dan faranisa
" makasih ya pak udah bukain pagar buat kita " ucap faranisa ramah
" sama² neng sekali lagi saya minta maaf ya, saya bener² ketiduran tadi " ucap paidi merasa bersalah
" gak papa pak lain kali kalo mau tidur gantian aja biar ada yang jaga jangan seperti ini lagi, kalo yang punya rumah tau pak paidi sama pak dusmin bisa di pecat loh kan sayang banget kehilangan pekerjaan ini jaman sekarang susah banget cari pekerjaan pak " ucap tiara memberi saran
" iya neng lain kali saya dan dusmin akan bergantian berjaga " ucap paidi
" yaudah pak kita masuk dulu " ucap refina
" iya neng " ucap paidi
***
" lama banget kalian ngapain aja sih? " ucap nesya baru melihat kedatangan sahabat²nya
" lo kenapa sih sewot mulu dari tadi " ucap tiara
" kalian lama banget gue nunggu kalian dari tadi " ucap nesya sambil melipat kedua tangannya di dada
" masuk aja yuk biarin dia ngoceh² sendiri " ajak tiara
mereka langsung masuk kedalam rumah rara setelah dibukakan pintu oleh bik inah dan langsung masuk ke kamar rara
" heyy bangun.. tidur mulu lohh " ucap tiara menepuk pelan tangan rara
" rara bangun udah pagi " ucap faranisa sambil menggoyangkan badan rara
" apaan sih ganggu aja masih gelap ini " ucap rara sambil menarik selimutnya
" ya iya lah gelap lo masih mejam gitu buka matanya udah terang ini " ucap refina sambil membuka gordeng kamar rara dan menarik selimutnya
" silauu banget tutup gordengnya! gue masih ngantuk! jangan ganggu gue! " ucap rara sambil menutup mukanya dengan bantal
" kalo lo gak bangun juga kita gelitikin lo bareng² mau lo? " ancam nesya
" jangan! iya² gue bangun " ucap rara sambil duduk
" cuci muka lo sana! " ucap nesya
" iya bawel " ucap rara sambil turun dari tempat tidurnya
handphone rara berbunyi pertanda ada panggilan masuk
" handphone siapa tu yang bunyi? " tanya tiara
" handphone rara " jawab nesya
" lihat gih siapa yang nelpon dia pagi² gini " ucap tiara dan nesya langsung mengambil handphone rara yang berada di meja dekat lampu tidur
" kak anggara guys, gimana nih? jawab gak? " tanya nesya
" terserah lo deh gue males kalo udah berhubungan sama temen²nya wahyu " ucap tiara cuek
" yaudah deh gue aja yang jawab " ucap nesya sambil menjawab telpon anggara dan langsung meloudspeakernya
* telpon *
" halo sayang " panggil anggara
" sayang² pala lo peyang " ucap nesya kesal
" kok lo sih yang jawab telpon gue " ucap anggara
" suka² gue dong masalah buat lo! " ucap nesya sewot
" kasih handphonenya ke cewek gue, gue kangen sama dia " ucap anggara
" kan udah gue bilang jangan berhubungan sama kita lagi! masih aja lo hubungi rara, awas aja lo kalo masih hubungi rara lagi kita gak akan tinggal diam! " ucap nesya kesal sambil mematikan telponnya
" lo kenapa sya kok kesal gitu muka lo? " tanya rara sambil menghampiri mereka
" handphone gue kok sama lo? " tanya rara lagi sambil mengambil handphonenya dari tangan nesya dan langsung mengeceknya
" kak anggara tadi nelpon ya? " tanya rara melihat panggilan masuk dari anggara
" iya.. lo masih berhubungan sama anggara dan sahabat²nya? " tanya nesya
" ya nggak lah kalian kan tau gue udah putus dari dia dan sampe sekarang gue belum nerima dia kembali " ucap rara
" trus kenapa dia nelpon lo pagi² gini? " tanya nesya
" mana gue tau.. kan lo yang habis telponan sama dia malah nanya gue kenapa gak tanya dia langsung " ucap rara
" yaudah sih sya lo dari tadi ngomel² mulu gak capek apa mulut lo ngomong trus " ucap faranisa
" gak papa " ucap nesya jutek
" kalian kenapa pagi² gini udah gini udah disini? " tanya rara
" kita bosen di rumah mangkanya kita main di sini aja " ucap refina
" lo tumben gak di bangunin mami biasanya jam segini lo udah dibangunin mami? " tanya tiara
" mulai sekarang mami gak mau bangunin gue sama kak reno lagi, mami nyuruh kita mandiri gak boleh bergantung sama orangtua " ucap rara
" mangkanya lo harus belajar dari sekarang lo itu udah gede ra masa ngandelin mami mulu " ledek tiara
" lo tau gue anak terakhir gue udah terbiasa di manja dari kecil ya susahlah untuk merubah itu semua " ucap rara sedih
" kalo gak di coba gimana lo bisa tau, gue yakin lo pasti bisa " ucap tiara menyemangati rara
" iya ra lo pasti bisa, jangan mudah menyerah " ucap refina
" makasih ya guys, gue akan coba " ucap rara