
Keesokan harinya rara dan sahabat²nya pergi kesekolah bareng² menggunakan mobil masing² dan memarkirkan mobilnya di parkiran tampak dari kejauhan rombongan anggara datang menghampiri rara dan sahabat²nya
" haii sayang " ucap wahyu tersenyum
" hai juga sayang " ucap tiara tersenyum
" Mulai deh pagi² udah lihat ginian aja " ucap rara bercanda
" Apaan sih kan cuman sapa doang " ucap tiara tersenyum
" Gue duluan ya lanjutin tu mesra²annya awas aja ketahuan guru killer " ucap rara ingin pergi
" Tunggu raa" ucap wahyu
" ada apa kak? " tanya rara
" ada titipan nih dari anggara " jawab wahyu menyerahkan sebuah kotak dari anggara
" Apa ini kak? " tanya wahyu
" Lo buka aja nanti pasti tau isinya apa dan maksud dia ngasih itu " ucap wahyu tersenyum
" Dia kemana? kenapa kakak yang ngasih ini ke gue bukannya dia langsung? " tanya rara
" Buka aja kotak itu raa " ucap wahyu dan rara langsung membukanya ada surat yang ditulis anggara untuknya
* Isi surat *
" Hai raa.. maaf ya aku nggak bisa ngasih surat ini langsung ke kamu, aku diajak orangtuaku ke bandung ada urusann keluarga dan sepertinya akan pindah juga kesana karna papaku dipindah tugaskan ke bandung, aku sudah coba menghubungimu berpuluh² kali tapi tidak ada jawaban dari kamu mangkanya aku buat surat ini untukmu aku minta maaf jika selama ini aku cuma mengganggu kehidupan kamu, jujur aku sayang banget sama kamu dari awal kita bertemu tapi aku sadar kamu nggak menginginkan aku jadi pacar kamu mungkin cuman aku yang terlalu berharap, sekali lagi maaf ya aku akan pergi jauh dari kehidupan kamu mungkin itu yang kamu mau 😢
aku sengaja memberikan kado ini sebelum ulang tahunmu tiba mungkin aku tidak di kota ini lagi dan tidak sempat memberinya di ulang tahunmu, walaupun ulangtahunmu 3 hari lagi aku ucapkan sekarang saja " happy birthday rara semga apa yang kamu inginkan segera tercapai doa ku yg terbaik untukmu"
love you raa 💕, maafin atas sikap aku selama ini yaa, selamat tinggal rara semoga kamu bahagia setelah tidak ada aku
anggara
*Tak terasa air mata rara keluar saat membaca surat dari anggara, rara tidak menyangka anggara akan pergi menjauhinya karna sikapnya selama ini, rara menyesal atas perbuatannya yang melukai laki² yang dia sayangi, rara pun mengambil hpnya dan menghidupkannya ia mencoba menghubungi anggara lagi ternyata nomornya tidak aktif rasa penyesalan muncul dibenaknya*
" Ra lo kenapa kok nangis sih? " tanya tiara yang ikutan sedih melihat rara menangis dan memeluknya
" Dia pergi tii dia ninggalin gue, kenapa gue jahat banget sama dia gue 😭😭😭 " ucap rara menangis sampai tidak bisa mengeluarkan suaranya
" Udah ra jangan nangis gue nggak bisa lihat lo gini " ucap tiara sedih dan menenangkan rara
" Iya ra kita bakal bantuin lo kok jangan nangis dong kita ikutan mewek ni " ucap refina menenangkan rara dan ikut memeluknya
" Sekarang kak anggara dimana kak? " tanya nesya kepada wahyu
" Anggara udah berangkat ke bandung dari tadi " jawab wahyu
" Lo kenapa nangis ra? " tanya faranisa baru bergabung
" Ni lo baca aja sendiri " jawab nesya menyerahkan surat dari anggara
" bunda nelpon gue tadi ya gue berhenti dulu dong jawab telpon " jawab faranisa sambil membaca surat dari anggara
" Yaampun ini beneran dia pergi? " tanya faranisa kaget
" Yaiyalah kalo nggak pergi ngapain rara nangis gini " ucap tiara kesal
" Kita susul aja yuk dari pada nangis gini nggak akan berakhir masalahnya kalo nggak di selesaikan " saran faranisa
" Tumben lo pintar " puji nesya
" Gue emang pintar kali lo pada aja yg nggak sadar " ucap faranisa
" Ayo kita susul dia sekarang " ucap nesya
" Tapi kita nggak ada sim dan sekarang udah masuk lo lihat tu pagar udah di kunci " ucap tiara
" gimana ini? " ucap nesya
" Kita bolos aja gimana? " ucap faranisa
" Jangan guys gue nggak mau cuman gara² masalah ini kalian jadi bolos, pulang sekolah aja kita susul dia " ucap rara
" lo yakin ra? " tanya refina
" iya ra kita nggak mau lihat lo sedih " ucap tiara
" kita nggak papa kok asal kamu nggak sedih lagi " ucap nesya
" Makasih ya guys kalian memang sahabat sejati gue, tapi gue nggak mau buat kalian dalam masalah kita akan pikirkan nanti " ucap rara
" kakak wahyu dan kakak² yang lain ada yg tau alamat rumah kak anggara dimana, tolong beri tahu kita dong? " tanya tiara
" tau sih, gimana nanti kita ikut aja mumpung besok nggak sekolah " saran wahyu
" Boleh tu sekalian liburan " ucap aditya
" yaudah mending sekarang kita masuk ke dalam kelas nanti keburu guru² pada masuk " ucap rara
" Ayo guys " ajak refina sambil berjalan menuju kelas dan disusul dengan yang lain
* Dalam kelas *
*Sesampainya di kelas mereka langsung duduk di kursi masing² sambil menunggu guru masuk untuk mengajar
" Kenapa gue jahat banget sama dia sampai dia seperti ini, apa yang harus gue lakuin? " ucap rara dalam hati
" Kasian banget rara gue nggak tega lihat dia seperti ini " ucap tiara dalam hati
Tak terasa guru pun sudah duduk di mejanya dan ingin memulai pelajaran, rara dan tiara sadar dari lamunan masing² karena mendengar ucapan salam dari teman² sekelasnya kepada guru yang di depannya*