
Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰
...** selamat membaca **...
Setelah lama berpikir akhirnya rara memutuskan untuk mencari sahabat²nya saja ia menunda untuk mencari tau siapa calon kakak iparnya itu
" bun.. bunda lihat tiara sama yang lain gak dari tadi rara cariin mereka gak ketemu² " tanya rara kepada bunda yang sedang menata kue untuk para tamu
" tadi bunda lihat di depan sayang sama anggara dan teman²nya " ucap bunda
" makasih ya bun, rara kedepan dulu " ucap rara sambil mencium pipi bunda kemudian langsung pergi
" mana ya mereka? " tanya rara saat tiba di depan rumahnya sambil melihat sekeliling mencari keberadaan sahabat²nya itu
" tuh dia " ucap rara sambil menghampiri mereka semua
" kalian kemana aja sih gue cariin dari tadi malah di sini " ucap rara dengan wajah di tekuk sambil duduk di samping anggara
" kita bosan di kamar yaudah deh kita keluar sambil nunggu yang lain siap² eh ketemu mereka di sini " ucap tiara menjelaskan
" kenapa muka lo di tekuk gitu? " tanya nesya setelah melihat raut wajah sahabatnya yang tak seperti biasanya
" gue kesal banget sama kak reno " curhat rara
" kenapa? " tanya refina
" dia tuh rese banget, gue nanya calon istrinya yang mana malah dia jawab nanti kamu tau sendiri kan jadi kesel " gerutu rara
" baru kali ini gue lihat calon adik ipar gak tau calon kakak iparnya yang mana " ledek tiara sambil terawa
" ihh gak lucu tiara, gue lagi serius ini! " ucap rara sambil cemberut
" kalo gak salah namanya rissa tapi gue gak tau orangnya yang mana " ucap faranisa membuat rara langsung menoleh ke arahnya
" lo ta dari mana? " tanya rara
" dari papan ucapan yang didepan " ucap faranisa santai
" rissa? jangan² itu kak rissa?! " ucap rara kaget
" kak rissa yang pernah lo ceritain itu ya? " tanya tiara memastikan
" iya atau cuma namanya aja yang sama? gue aja gak tau calon kakak ipar gue yang mana? mau nanya orangtua gue mereka lagi sibuk menyambut tamu, kakak² gue juga gak kelihatan satupun dari tadi pada kemana sih mereka?! " ucap rara terlihat kesal
" udahlah sayang gausah terlalu dipikirin lihat aja nanti siapa rissa yang di maksud, btw kamu hari ini cantik banget sih sayang " ucap anggara mengalihkan pembicaraan
" oh.. cuman hari ini doang aku cantiknya? kemarin² gak?! " ucap rara pura² ngambek
" gak kok, bagi aku kamu setiap hari cantik tapi hari ini lebih cantik dari biasanya, mata aku gak bisa lepas lihat wajah kamu " ucap anggara memuji rara
" apaan sih gombal banget " ucap rara tersipu malu
" beneran sayang, aku gak gombal " ucap anggara serius sambil mengelus pipi rara
" masa? " canda rara
" masa kamu gak percaya sih " ucap anggara
" ehem.. ehem.. dua serasa milik berdua ya guys yang lain cuma ngontrak aja " sindir nesya
" rese lo.. ngomong aja kali gausah di sindir² segala " ucap rara sambil tertawa
" eh.. eh.. lihat tu anak bule kesasar kayaknya.. nyari siapa ya dia mana rame begini, lo kenal gak ra kasian dia kayak bingung gitu? " ucap refina sambil menunjuk anak itu
" itu claurent, ngapain tu anak sendirian di situ mana mommy nya? " tanya rara kaget setelah melihat anak yang di tunjuk refina
" claurent?! come here (kemari)! " teriak rara memanggil anak itu
"Aunty? " teriak anak itu sambil berlari menghampiri rara dan memeluknya
" I miss you so much Aunty " ucap claurent sambil memeluk erat rara
" i miss you too baby " ucap rara sambil membalas pelukan claurent
" What are you doing there baby (apa yang kamu lakukan di sana sayang)? " tanya rara sambil memegang kedua pipi claurent
" I'm looking for you aunty (aku mencarimu tante)" ucap claurent
" why are you looking for me (kenapa kamu mencari tante)? " tanya rara sambil mengangkat claurent ke pangkuannya
" I want to meet aunty (aku ingin bertemu tante) " ucap claurent dengan wajah yang sangat menggemaskan
" You are so cute (kamu sangat lucu) " ucap rara sambil mencium pipi claurent yang berada di pangkuannya
" dia siapa ra? " tanya tiara yang sedari tadi hanya menyaksikan rara berbicara kepada claurent
" dia keponakan gue yang tinggal di belgia baru datang hari ini " ucap rara menjelaskan kebingungan sahabat²
" gue baru tau lo punya keponakan ra, gue kira anak bule kesasar di sini, ini anak siapa sih? " tanya tiara penasaran
" ini anaknya kak diandra " ucap rara
" kak diandra yang nikah sama bule itu? " tanya tiara
" iya " ucap rara sambil memainkan rambut claurent
" udah besar ya sekarang, lucu banget malah " ucap tiara sambil mencubit pipi claurent
" kak diandra itu kakak sepupu aku, anaknya kakak mami yang tinggal di belgia baru datang tadi pagi " ucap rara menjawab kebingungan yang terlihat di wajah anggara
" pantesan dia akrab banget sama kamu " ucap anggara baru mengerti
" dia gak bisa ngomong bahasa Indonesia ya ra? " tanya nesya
" bisa sih sedikit tapi gak terlalu lancar dia, mommy nya selalu mengajarkan dia pakai bahasa inggris untuk berkomunikasi " ucap rara
" lo udah cocok banget ra jadi mama muda dan kak anggara jadi papanya, kalian kelihatan jadi keluarga bahagia deh " canda nesya
" apaan sih lo " ucap rara tersipu malu
" buruan kak ajakin ke pelaminan biar cepat punya anak sendiri kan seru tuh lihatnya " ledek tiara
" aman.. sebentar lagi kok tunggu acara ini selesai gua bawa orangtua gua ngelamar dia secara resmi dan segera menikah " jawab anggara tersenyum sambil melirik rara yang terlihat kaget
" kok gue jadi takut gini ya kalo beneran gimana kan gue belum siap menikah apa lagi ngurusin bayi?! gue aja masih manja sama papi dan mami " ucap rara dalam hati
" kamu kenapa sayang? kok bengong gitu? " tanya anggara yang sedari tadi berbicara kepada rara namun tak mendapatkan respon darinya
" hah?! hm.. gak kok siapa yang ngelamun? " elak rara gugup
" lo tuh lamunin apa sih ra? dari tadi kak anggara nanyain lo tapi gak dijawab² " ucap nesya kesal
" iya ya? maaf ya sayang aku lagi banyak pikiran, tadi kamu tanya apa? " ucap rara sambil menatap mata anggara
" kamu mau pernikahan kita nanti seperti apa? " tanya anggara lagi
" iya ra lebih bagus dari ini kan? bulan madunya pasti mau keliling eropa " jawab tiara antusias
" kok jadi lo yang antusias sih, yang mau nikah kan gue kok lo yang nentuin atau jangan² lo mau ngasih kode ke kak wahyu ya, kak wahyu tiara ngasih kode tuh peka dong " ledek rara sambil tertawa
" rara jangan mulai deh " ucap tiara malu
" apa ra? tadi dia bilang apa? " tanya wahyu kepada rara
" mangkanya di dengerin kak jangan ngobrol mulu sama kak revan, dari tadi tuh tiara ngasih kode.. kakak sih gak peka banget, dia tuh mau segera menikah dan bulan madu " jawab rara
" ya sorry.. emangnya dia mau kemana sih ra gua gak dengar tadi? " ucap wahyu sambil melihat ke arah rara
" dia mau... " ucap rara terputus karena tiara langsung membekap mulutnya
" bercanda tia sensi amat lo " ucap rara sambil menyengir
" ternyata kamu disini nak mommy cariin dari tadi " ucap seseorang menghampiri mereka
" dia aman kok kak sama rara " ucap rara setelah mengetahui orang yang menghampiri mereka
" aku capek banget raa nyariin dia dari tadi gak ketemu² ternyata dia di sini sama kamu " ucap wanita itu yang tak lain adalah diandra
" eh iya by the way kamu apa kabar dek? " tanya diandra sambil memeluk rara
" alhamdulillah baik kak, kakak sendiri gimana? maaf ya kak waktu kakak lahiran kemarin rara gak sempat kesana " ucap rara merasa bersalah sambil membalas pelukan diandra
" alhamdulillah kakak baik, gak papa dek yang penting kakak sekarang udah sehat dan bisa berkumpul lagi sama kalian " ucap diandra sambil melepaskan pelukannya
" bayi kakak mana kok gak di bawa? " tanya rara
" kakak titip sama mama tadi, berhubung suami kakak lagi di perjalanan menuju kemari kakak titip claurent dulu ya sama kamu, kakak gak bisa jaga 2 sekaligus, kalo titip ke mama, mama gak sanggup lagi nanti sakit pinggangnya kambuh, mau kan ra bantuin kakak jaga claurent sekalian belajar ngurus anak kan sebentar lagi kalian mau menikah " ucap diandra sambil melirik rara dan anggara bergantian
" kakak tau dari mana? " tanya rara kaget
" dari mami " ucap diandra santai
" yaudah deh kak rara mau jagain claurent tapi untuk hari ini aja ya " ucap rara pasrah
" iya sayang, makasih ya " ucap diandra sambil mencium pipi adik sepupunya itu
" claurent sayang kamu sama aunty rara aja ya jangan kemana², ikutin aunty terus jangan sampai lepas ya nak?! " ucap diandra sambil mengelus kepala claurent
" yes mom " ucap claurent yang mengerti ucapan diandra
" kakak masuk dulu ya ra " ucap diandra lalu pergi
" bener² ya kakak gue masa gue jadi babysitter sih " gerutu rara
" gak papa lah ra itung² latihan sebelum jadi mama beneran " ledek tiara
" masih untung lo jagain ni bocah daripada bayi kan repot " ledek nesya
" claurent sama uncle dulu ya kasian auntynya keberatan " ucap anggara sambil mengangkat claurent kepangkuannya
" cie.. cie.. kayaknya ada yang udah siap beneran nih jadi papa muda " ledek nesya
" kenapa? lo iri yaa? tuh yang ujung nganggur kayaknya " ledek balik rara sambil melirik sekilas revano
" apaan sih, udah ah ayo pergi tuh rombongan udah mau jalan ke rumah calon kakak ipar lo " ucap nesya mengalihkan pembicaraan
" yaudah yuk, sayang kamu bawa mobil aku ya, aku gak bisa nyetir nih " ucap rara manja
" apasih yang gak buat kamu " gombal anggara sambil mencolek dagu rara
" gombal! udah yuk cepetan nanti aku di marahin mami sama papi loh " ucap rara sambil menarik tangan anggara agar segera berdiri
" sabar sayang... aku bawa claurent ini nanti jatuh gimana?! " ucap anggara dengan lembut
" oh iya lupa.. maaf ya sayang " ucap rara sambil menyengir
" ra gue nebeng lo yaa " ucap nesya sambil menghindari revano yang ingin mengajaknya
" lo yakin? gak naik mobil kak revan aja? " tanya rara memastikan
" gak lah! ngapain gue naik mobil dia " ucap nesya cuek
" claurent sama aunty aja yuk duduk di belakang " ajak nesya segera masuk ke mobil rara sambil menggandeng claurent
" yang sabar ya kak " ucap rara sambil menepuk pelan lengan revano yang tampak kecewa
" yaudah yuk kita pergi, yu lo bawa mobil gua aja ya " ucap anggara sambil melempar kunci mobilnya kepada wahyu
" oke gar " ucap wahyu sambil menangkap kunci mobil anggara
" yuk cabut guys " ajak rara langsung menuju ke mobilnya di susul dengan anggara
...***...
Setelah selesai acara ijab kabul, kini mereka kembali ke rumah rara untuk melanjutkan acara selanjutnya
" gilaa ternyata istrinya kak reno cantik banget ya guys " ucap nesya antusias
" iya gak nyangka gue kak reno pintar juga nyari istri " ucap refina
" lo kenal gak ra sama istrinya kak reno? apa dia kak rissa yang lo ceritain waktu itu? " tanya tiara
" gak tau gue mukanya gak kelihatan jelas kan dia pakai makeup dan gue juga udah lama gak bertemu dia " ucap rara menjelaskan
" gue kesana dulu ya guys mau nemuin kak reno " pamit rara
" iya ra " ucap nesya
" come on baby we go there (ayo sayang kita pergi kesana)! " ajak rara sambil menunjuk kearah reno
" come on aunty (ayo tante) " ucap claurent
...***...
" happy wedding kak, semoga samawa ya " ucap rara sambil memeluk reno
" aamiin makasih dek " ucap reno sambil membalas pelukan rara
" hai raa! apa kabar? " sapa istri reno yang tak lain adalah rissa
" kak rissa? " ucap rara sambil melepaskan pelukan reno
" jadi bener dugaan rara kalo istrinya kak reno itu kak rissa? " tanya rara kepada reno
" heheh iya dek, maaf ya kakak gak kasih tau kamu waktu itu.. kakak mau ngasih surprise sama kamu " ucap reno menyengir
" awas ya kakak nanti rara bales " ucap rara pura² ngambek
" apa kabar kak? " tanya rara kepada rissa
" alhamdulillah kakak baik ra, kamu sendiri gimana? " ucap rissa
" alhamdulillah rara baik juga, selamat ya kak rissa, rara titip kak reno di jaga baik² ya kalo kakak sakitin kakak rara yang nyebelin ini nanti rara ambil lagi dari kakak " canda rara
" emang kakak barang apa dek! " ucap reno pura² kesal
" hahaha.. tadi rara cuma bercanda kak, tapi kali ini rara serius, kak risa.. rara sayang banget sama kak reno kakak tau sendiri rara sama kak reno itu gimana! rara gak akan tinggal diam kalo kakak yang rara sayangi di sakitin orang lain termasuk istrinya sendiri! rara gak akan biarin kalo kakak mempermainkan perasaan kak reno apalagi selingkuhi dia! rara gak akan ikut campur urusan rumah tangga kalian tapi jika udah kelewatan rara yang akan turun tangan! rara titip kak reno kak, sayangi dan cintai dia setulus hati kakak " ucap rara serius
" makasih ya dek, kakak sayang banget sama kamu tapi kamu gak perlu repot², kakak yang akan tangani masalah itu sendiri jika itu terjadi, kakak bangga sama kamu.. ternyata sekarang kamu udah mulai dewasa, doain kakak ya semoga kakak bisa menjaga rumah tangga kakak nantinya " ucap reno sambil mengelus kepala rara
" iya ra, kakak akan selalu ingat kata² kamu, kakak akan sayangi dan cintai reno sepenuh hati kakak " ucap rissa
" ingat ya dek kamu jangan pernah menangis sendirian lagi di kamar, kakak gak mau lihat adik kakak yang paling kakak sayang ini menderita sendirian, ada kakak yang selalu ada buat kamu kalo kamu butuh pundak kakak, kakak bersedia meminjamnya buat kamu, hati kakak hancur dek lihat kamu menangis seharian.. mata kamu bengkak bahkan kamu mencoba menutupi itu semua dari kakak dan orangtua kita tapi kakak tau kalo kamu lagi berbohong, jangan pernah diulangi dek! kalo anggara ataupun laki² lain menyakiti kamu bilang sama kakak, kakak akan kasih mereka pelajaran " ucap reno sambil memegang pundak rara
" iya.. makasih ya kak, kakak juga gak boleh sakitin kak rissa ataupun selingkuhi dia kalo itu terjadi berarti kakak menyakiti rara juga, kakak gak maukan lihat rara bersedih?! maka jangan pernah lakuin itu! walaupun banyak perempuan cantik nanti yang dekati kakak hanya kak risaa yang kakak cinta gak boleh ada yang lain! " ucap rara serius
" siap adikku sayang " ucap reno sambil memberi hormat
" eh ada claurent.. how are you baby (apa kabarmu sayang)? " tanya reno mengalihkan pembicaraan
" I'm fine uncle (aku baik paman) " ucap claurent sambil menguap
" rara cari kak diandra dulu ya kak kayaknya claurent ngantuk deh " ucap rara sambil melihat claurent yang menguap sedari tadi
" iya ra, kayaknya dia udah ngantuk deh " ucap reno sambil mengelus kepala claurent
" come on baby " ajak rara sambil menggendong claurent
terimakasih udah mau menunggu kelanjutan novel ini 🥰