
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
** selamat membaca **
Setelah memasak mami menghidangkan makanan untuk mereka
" enak banget masakannya mbak " puji mama tiara
" iya ma, masakan mami emang enak mangkanya aku sering makan di rumah rara ketika mama dan papa keluar kota " puji tiara
" masakan mami tiada duanya, mami memang the best kalo soal masakan 👍 " ucap rara memuji maminya
" kalian bisa aja deh mujinya.. kalo enak di habisin yaa " ucap mami
" siap mami " ucap rara dan tiara berbarengan
***
Keesokan harinya
" mami sama mama mau kemana kok bawa koper? " tanya rara baru keluar dari kamarnya
" tadi papi nelpon mami katanya mereka minta bantuan mami ngurusin perusahaan kita sayang papi mau keluar kota jadi sementara mami yang akan ngurus perusahaan kita " ucap mami
" kak reno kan ada mi? " ucap rara
" reno belum terlalu paham sayang, mami harus bantuin mereka " ucap mami sambil mengelus kepala rara
" yaahh mami padahal rara masih kangen banget sama mami " ucap rara sambil memeluk maminya
" setelah urusan perusahaan kita selesai mami akan kesini lagi sayang " ucap mami sambil membalas pelukan rara
" seminggu lagi yaa mi please " ucap rara masih memeluk mami
" mami juga pengen lama² disini bareng kamu tapi gak bisa nak, maafin mami ya kali ini mami gak bisa ikutin kemauan kamu " ucap mami
" mami gak sayang sama rara lagi yaa " ucap rara ngambek
" gak ada seorang ibu yang gak sayang sama anaknya, mami sangat sayang sama kamu dan reno bagi mami kalian berdua harta yang paling berharga buat mami tak akan tergantikan dengan apapun, jangan pernah ngomong kalo mami gak sayang lagi sama kamu rara, kamu anak perempuan mami satu²nya yang selama ini mami inginkan, semenjak kamu lahir di dunia ini hidup mami lebih berwarna sayang tanpa kamu hidup mami hampa, selama kamu kuliah disini mami kesepian nak.. mami selalu meluk boneka kesayangan kamu di rumah agar mami bisa tidur, hanya itu yang bisa mami lakukan agar kangen yang mami rasakan sedikit berkurang " ucap mami menangis sambil mengelus kepala rara
" maafin rara mi udah buat mami nangis, rara gak bermaksud buat nyakitin hati mami dan bilang seperti tadi.. rara cuma ingin bersama mami terus " ucap rara memeluk maminya
" mami ngerti nak tapi kamu harus bisa pahami kondisi saat ini, mami janji setelah urusan perusahaan kita selesai mami akan kesini lagi buat nemenin kamu " ucap mami sambil mengelus kepala rara
" yaudah deh rara bolehin mami pergi tapi mami harus janji sering² kunjungi rara di sini, jangan lupain rara mi " ucap rara
" mami janji sayang, mami gak akan lupain anak kesayangan mami ini " ucap mami sambil mencium kedua pipi rara
" ini kenapa kok pada pelukan dan ada koper segala? " tanya tiara baru keluar dari kamarnya
" mami sama mama kamu mau balik ke Indonesia nak " ucap mami
" kok cepet banget pulangnya? " tanya tiara kaget
" mami ada urusan di perusahaan sedangkan mama kamu mau ikut papa kamu keluar kota nak " ucap mami
" iya sayang mama harus pulang sama mami rara " ucap mama tiara baru keluar dari kamarnya karna ada barang yang tertinggal
" akukan masih kangen sama mama jangan pulang dulu yaa please " ucap tiara membujuk mamanya
" maaf sayang mama gak bisa, mama udah janji sama papa kamu buat nemenin papa keluar kota nak, kapan² mama pasti kesini lagi buat kamu " ucap mama tiara
" yaudah deh tiara antar ya ma? " ucap tiara
" kamu bukannya ada kuliah pagi ini nak? " tanya mama tiara
" pagi ini gak ada kuliah ma, masih sempet kok buat nganterin mama ke bandara " ucap tiara
" terserah kamu deh mama ngikut aja baiknya gimana " ucap mama tiara
" kita pergi sekarang yuk biar gak telat nanti berangkatnya " ajak mami
" tunggu mi, rara siap² dulu biar rara antar kalian pakai mobil sekalian berangkat ke kampus " ucap rara
" iya sayang jangan lama² yaa nak " ucap mami
" iya mi " ucap rara
***
" iya sayang " ucap mami sambil menarik kopernya
" biar rara aja yang bawa mi " ucap rara sambil menarik koper maminya begitupun tiara
setelah sampai di mobil rara langsung memasukkan koper ke bagasinya dan melajukan mobilnya ke bandara
" udah sampai nihh turun yuk " ajak rara
***
Tak lama menunggu panggilan untuk naik ke pesawat pun berbunyi mereka segera berpamitan
" sayang mami pergi dulu yaa kamu jaga kesehatan jangan telat makannya " ucap mami sambil mengelus kepala rara
" iya mi " ucap rara berusaha menahan tangisnya
" tiara mami titip rara yaa kalo dia kenapa² hubungi mami yaa nak " ucap mami
" siap mi " ucap tiara
" tolong ingetin rara buat jaga pola makannya ya nak dia susah banget makan kalo gak di suruh dulu " ucap mami
" iya mi kalo rara gak mau makan tiara akan kasih tau mami kok " ucap tiara
" rara mama titip tiara yaa, kalo ada apa² cepat kasih tau kami ya nak " ucap mama tiara
" oke ma " ucap rara
" uang bulanan kamu udah mami transfer kalo ada yang kurang cepat kasih tau mami ya nak, jangan diam aja mami gak mau kamu di sini gak megang uang " ucap mami
" siap mi " ucap rara
" jaga kesehatan kamu ya nak, jangan keluyuran kemana² dan jangan ikutin pergaulan yang buat kalian jadi gak benar " ucap mami
" iya mami sayang, kita gak akan seperti itu kok " ucap rara
" iya mi kita akan batasi pergaulan kalo itu buat kita jadi gak benar " ucap tiara sambul tersenyum
" liburan nanti kita pulang ya mi? " ucap rara
" terserah kamu, kalo mau pulang kasih tau mami dulu ya biar mami masakin makanan kesukaan kamu " ucap mami
" kalo kasih tau mami duluan nanti gak surprise dong " ucap rara
" kasih tau mami aja jangan yang lain biar mereka aja yang terkejut " canda mami
" gak seru dong mi " ucap rara
" terserah kamu deh, mami pergi dulu ya nak ingat pesan mami jaga diri kamu " ucap mami sambil memeluk rara
" iya mi, hati² ya kalo udah sampai kasih tau rara ya biar gak khawatir " ucap rara membalas pelukan mami
" iya sayang " ucap mami sambil mencium kedua pipi rara
" mama pergi dulu ya nak jaga diri kamu " ucap mama tiara sambil memeluk anaknya
" iya ma " ucap tiara
" mami pergi dulu ya tiara " ucap mami
" mama pergi dulu ya rara, jaga diri kalian " ucap mama tiara
" iya mi, ma " ucap rara dan tiara berbarengan sambil melambaikan tangannya
" kenapa lo nangis? " tanya tiara melihat rara menghapus airmatanya
" gue sedih tau mami pulang " ucap rara
" yang cocok di bilang manja itu lo bukan gue baru di tinggal bentar udah mewek " ledek rara
" siapa yang gak sedih harus pisah dari maminya " ucap rara
" gue juga sedih tapi gak selebay lo kali " ucap tiara sambil meninggalkan rara sendirian