
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
** selamat membaca **
Beberapa minggu berlalu setelah kejadian di kampus itu anggara dan sahabat²nya selalu menghubungi pacar masing² namun mereka tak meresponnya lagi membuat anggara dan sahabat²nya frustasi dan dilanda kebingungan, mereka selalu mendatangi rumah sang pacar namun selalu mendapat jawaban yang sama dari pembantu rumah masing² yaitu tak ada di rumah atau sedang pergi keluar kota padahal mereka di dalam kamar dan enggan keluar untuk menemui mereka
* kampus *
" gua bingung harus gimana lagi rara gak mau nemuin gua dan pembantunya bilang kalo dia lagi di luar kota tapi gua yakin dia di rumah " ucap anggara kepada sahabat²nya
" gua juga berpikiran seperti itu gar, gua bener² gak tau lagi harus berbuat apa biar tiara maafin gua " ucap wahyu galau
" mau gak mau kita harus deketin stevani dan temen² itu dan bujuk mereka biar bilang ke pacar² kita kalo kita gak ada hubungan apa² sama mereka " ucap rangga
" kalo mereka lihat gimana? malah makin marah mereka yg ada " ucap revano
" betul juga kata lo.. apa sebaiknya kita paksa aja biar mereka jujur trus kita rekam deh " usul aditya
" ide yang bagus, tapi gimana caranya? " ucap anggara
" gua coba dekatin stevani dan kalian dekatin yang lain biar kita bisa pancing mereka ngomong yang sejujurnya trus kita rekam deh " ucap wahyu
" gua malas deketin cewek agresif itu yang ada dia malah kecentilan sama gua " ucap anggara
" hari ini kan mereka kelulusan dan beberapa minggu lagi mereka ospek di sini waktu yang tepat untuk kita jelasin ke mereka dengan bukti yg kita dapat, kita harus gerak cepat biar pas waktunya " ucap wahyu
" yaudah deh pulang kuliah nanti kita langsung jalanin rencananya tapi kita nemuin mereka dulu ya gua kangen banget nih.. kita ke sekolah aja mereka gak bisa ngehindar kalo udah disekolah " ajak revano
" oke.. nanti kita temuin mereka " ucap anggara
***
* kamar rara *
" rara bangun " ucap mami menggoyangkan badan rara
" rara masih ngantuk mi " ucap rara
" hari ini kamukan kelulusan sayang, siap² gih ke sekolah, tiara dan yang lain nunggu kamu tuh di ruang tamu " ucap mami
" hah?! yaampun kok rara bisa lupa sih untung aja mami bangunin kalo gak rara bisa telat nih " ucap rara buru² bangun dan masuk ke kamar mandi
" mami tunggu di meja makan ya sayang " teriak mami agar rara mendengar dari dalam kamar mandi
" iya mi " teriak rara dan mami langsung keluar dari dalam kamarnya
beberapa menit kemudian
" sorry ya lama 😁 " ucap rara menyengir
" udah kebiasan lo kalo lama mah gue gak heran lagi " ucap tiara
" ayo kita pergi " ajak rara bersemangat
" tumben lo semangat banget ke sekolah biasanya aja malas mulu bawa'an lo " ledek nesya
" rara sarapan dulu ajak temen² kamu " teriak mami dari ruang makan
" sarapan dulu yuk mami udah teriak² tuh " aja rara
" gue udah sarapan tadi di rumah gak enak juga gue ada papi sama kak reno di sana " tolak faranisa
" ngapain malu² sih kalian kan udah terbiasa sama keluarga gue, gak baik tau nolak rezeki " ucap rara
" ayolah far gue laper nih lupa sarapan tadi dirumah " ajak tiara memelas
" kasian gue lihat muka lo melas banget, yaudah deh ayo kita kesana " ledek faranisa
" nah gitu dong itu baru sahabat gue namanya " ucap tiara sambil merangkul faranisa
* ruang makan *
" ayo duduk " ajak rara
" ciee bentar lagi lulus kakak gak nyangka kalian udah mau kuliah aja perasaan baru kemarin kalian masuk SD dan masih cengeng kalo di tinggalin orangtua kalian " canda reno
" kakak masih ingat aja itukan udah lama kak sekarang gak cengeng lagi dong " canda tiara
" kalian mau kuliah dimana? kalo tiara kakak udah tau gak perlu jawab lagi " ucap reno bercanda
" kita kuliah di kampus adiwijaya kak " ucap nesya
" kampus milik opa? " tanya reno memastikan
" enak dong gak pakai tes lagi tinggal masuk aja buat kalian mah " canda reno
" kita ikut tes juga kak beberapa hari lagi baru keluar hasilnya " ucap nesya
" kakak kira langsung di terima opa, kalian kan cucu opa juga, kenapa gak langsung masuk tanpa tes aja? " ucap reno
" kita mau menguji kemampuan dulu kak kalo gak bisa baru minta tolong sama opa " ucap nesya sambil menyengir
" kakak setuju tuh " ucap reno
" udah ahh kak ngobrol mulu kapan mereka makannya " ucap rara
" iya² bawel... oh iya tiket kamu ke amrik udah kakak pesen tu ada di laci meja " ucap reno
" 2 kan kakak pesennya? " tanya rara
" ya iyalah kalo gak pesan 2 bisa² kamu ngambek lagi sama kakak " canda reno
" makasih ya kak, kak reno emang kakak yang terbaik deh " ucap rara sambil tersenyum
" kalo ada maunya baru mau muji kakak " ucap reno sambil menggeleng melihat kelakuan adiknya
***
" jam berapa sih pengumumannya gak sabar gue jadinya " ucap refina
" sabar dong palingan bentar lagi " ucap rara
" guys mereka dateng " ucap tiara melihat kedatangan anggara dan sahabat²nya
" ngapain sih mereka kesini? " tanya rara
" kayaknya mereka mau nyamperin kita deh arahnya kesini tuh " ucap faranisa melihat ke arah mereka
" cabut yuk males gue lihat mereka " ajak rara langsung pergi
" mereka ngikutin kita guys, kita kemana nih? " tanya nesya
" ke ruang oma gue " ucap rara
" tapikan oma lo lagi sibuk bisa² kita di usir dari sana " ucap tiara
" trus kita kemana dong? " ucap refina mulai panik
" santai aja kali gausah panik gitu mukanya " ucap rara kepada refina
" kita ke toilet aja, buruan jalannya sebelum mereka deket banget sama kita " ucap rara
sesampainya di toilet perempuan mereka langsung menutup pintunya
" gila ya mereka segitunya banget.. ngapain lagi kesini?! " ucap rara kesal
" gak tau, kurang kerjaan mungkin mereka " ucap tiara
" kita harus apa nih sekarang? " tanya refina panik
" lo kenapa sih panik mulu dari tadi makin bingung gue jadinya, tenang dong kita pikirin sama² jalan keluarnya " ucap rara
" apa kita hadapin mereka aja? " tanya tiara
" lo yakin? nanti mereka malah merusak mood kita lagi " ucap rara sambil melipat kedua tangannya di dada
" trus kita gimana dong masa disini mulu? " ucap tiara mulai bosan di dalam toilet
" siapa yang mau ngecek mereka masih di luar gak? " tanya rara
" gue aja deh " ucap nesya
" gawat mereka masih di luar " ucap nesya buru² menutup pintu
" tu kan gimana dong? " tanya faranisa
" yaudah deh kita hadapin mereka " ucap rara
" lo yakin? " tanya tiara memastikan
" yakin gak yakin sih daripada berdiri di sini mulu " ucap rara pasrah
" yaudah ayo kita keluar " ajak tiara