Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
RUMAH BUNDA (2)



* Ruang tamu *


" Ayo nak duduk disini " ucap bunda sambil menepuk tempat duduk di sebelahnya


" Iya bun " ucap rara menuju tempat yang di tunjuk bunda


" Kamu tau rumah ini dari siapa nak " ucap bunda


" Dari kak Alvaro bun " ucap rara manja sambil merebahkan kepalanya di bahu bunda


" Yaampun itu anak sudah bertemu dengan adiknya bukannya memberitahu bunda langsung ini malah diam² aja, awas ya dia kalau pulang nanti langsung bunda jewer tu telinganya " ucap bunda kesal sama Alvaro


" Jangan bun kan kasian kak alva nya" ucap rara membela Alvaro


" Biarin aja anak itu harus bunda kasih pelajaran biar nggak gini lagi, oh iya nak kamu bertemu dia dimana? " ucap bunda sambil mengelus pipi rara dengan kasih sayang


" Di cafe bun, Rara lagi makan sama sahabat² rara dan nggak sengaja menabrak kak alva kebetulan lagi makan sama pacarnya, ada kak devan kak kean juga sama pacar²nya " ucap rara


" Devan sama kean juga ada kenapa nggak ada yang bilang sama bunda awas aja mereka " ucap bunda kesal


" Sepertinya kak kean sama kak devan nggak tau deh bun soalnya rara bertemu dengan kak alva di depan toilet bukan di depan mereka " ucap rara


" Mereka itu kalau udah sama pacar²nya pasti melupakan sesuatu yaudah nanti pas mereka pulang kerja bunda langsung tanya " ucap


bunda


" Emangnya mereka kerja dimana ya bun bukannya mereka masih kuliah? " ucap rara


" Mereka membantu ayah bekerja di perusahaan keluarga kita, Alvaro juga sebentar lagi wisuda jadi dia bisa terbiasa bekerja disana setelah benar² lulus nanti " ucap bunda


" Bagus dong bun kalau begitu mereka jadi punya tanggung jawab, udah lama ya mereka bekerja disana bun? " tanya rara


" Baru 3 bulan nak " ucap bunda tersenyum sambil mengelus rambut rara


" Bunda rara laperr " ucap rara manja


" Bentar ya bunda panggil bik inem biar menyiapkan makanan buat kamu " ucap bunda


" Tapi rara pengen makan masakan bunda seperti dulu " ucap rara manja sambil memeluk bunda dari samping


" Kalau begitu bunda masak dulu makanan kesukaan kamu " ucap bunda berdiri sambil menuju dapur


" Omelet sosisnya jangan lupa ya bunda " ucap rara


" Kalau itu bunda nggak akan pernah lupa, itu kan makanan yang harus ada buat kamu " ucap bunda berhenti melangkah dan tersenyum kepada rara


" Makasih bunda rara sayang banget sama bunda " ucap rara berdiri sambil mencium pipi kanan bunda


" Bunda juga sangat sayang sama kamu " ucap bunda mencium kembali rara dan langsung menuju dapur


Rara memainkan ponselnya sambil menunggu bunda memasak makanan kesukaan rara, ia merasa lelah dan tak terasa matanya mengantuk dan langsung tertidur di atas sofa, selesai memasak bunda langsung menemui rara bunda tidak tega membangunkan rara tapi bunda juga tidak mau melihat rara sakit karena telat makan akhirnya bunda membangunkan rara


" Rara sayang bangun nak bunda udah selesai memasak makanan kesukaan kamu ayo makan nak " ucap bunda membangunkan rara dan mengelus rambutnya dengan lembut agar rara tidak terkejut saat bangun, rara pun bangun dari tidur nyenyaknya


" Rara masih ngantuk bunda " ucap rara manja


" Kamu harus makan dulu nak setelah itu kamu boleh tidur lagi " ucap bunda


" Iya bunda " ucap rara berdiri untuk mencuci mukanya saat ia hendak menuju kamar mandi ayah pulang bersama alvaro, keano dan devano


" Assalamualaikum " ucap ayah


Mendengar suara ayah rara langsung berlari memeluk ayah dan ia melupakan tujuannya ke kamar mandi


" Waalaikumsalam, ayah.. " ucap rara sambil barlari dan memeluk erat ayah


" Rara.. kamu apa kabar nak, ayah kangen sama kamu " ucap ayah membalas pelukan rara sambil mencium kepalanya


" Rara baik ayah, rara juga kangen banget sama ayah " ucap rara masih memeluk ayah


" Ternyata bidadari kecil ayah sudah besar ya sekarang, kamu kenapa tidak bilang ke ayah kalau kamu sudah di Indonesia? " ucap ayah menatap mata rara sambil melepaskan pelukannya dan memegang lengannya


" Rara sudah berusaha menghubungi ayah dan mencari nomor ayah namun tidak ketemu juga " ucap rara sedih


Tiba² bunda berjalan menghampiri alvaro dan langsung menjewer telinganya


" Aduh.. aduh.. ampun bunda apa²an ini kenapa tiba² bunda menjewer alva, emang salah alva apa? " ucap alvaro


" Maaf bunda alva lupa memberitahu bunda kan alva lagi sibuk mengurusi kuliah sama perusahaan " ucap Alvaro membela diri


" Nggak usah banyak alasan deh alvaro bilang aja kamu sibuk ngurusi pacar kamu itu sampai lupa begini dan kalian berdua kenapa tidak memberitahu bunda juga apa kalian sengaja seperti ini? " ucap bunda marah sambil menunjuk keano dan devano


" Kita tidak tau apa² bun kak alva tidak memberitahu kami " ucap devan


" Benar itu bun " ucap kean


" Udah lah bun yang penting sekarang kita udah bertemu dengan rara " ucap ayah


" Tapi yah bunda masih kecewa sama alva " ucap bunda


" Maaf bun alva benar² lupa " ucap alva sedih


" Udah ya bun maafin kak alva ya rara nggak apa² kok yang penting rara ada di sini bersama kalian, jangan marah² lagi bunda nanti cantiknya ilang lohh " ucap rara menenangkan bunda sambil memeluk dari samping


" Kamu paling bisa ya buat bunda nggak marah lagi " ucap bunda tersenyum sambil mengelus pipi rara


" Bunda rara laper " ucap rara manja


" Tadi udah bunda siapin kamu malah tidur, yaudah deh sekalian aja makan sama² kebetulan bunda masak banyak " ucap bunda


" Ayah bersih² dulu ya kalian duluan aja makannya kasian tu rara udah kelaparan sepertinya " ucap Ayah sambil menuju kamarnya


" Kalau begitu bunda siapin dulu ya " ucap bunda menuju dapur


" Ara kakak kangen banget sama kamu " ucap Keano memeluk adik kesayangannya itu


" Ara juga kangen sama kakak " ucap Rara membalas pelukan kean


Ara adalah panggilan kesayangan untuk rara dari mereka


" Gantian dong gue kan juga mau meluk adik kesayangan gue " ucap devan kepada kean


" Nggak bisa gue belum puas meluk adek gue, nanti aja kalau lo mau meluk dia " ucap kean masih memeluk rara


" Lo tu ya nggak pernah mau ngalah sama gue kalau tentang rara " ucap devan


" Iya dong karna rara perempuan kedua yang gue sayang setelah bunda dan dia selalu jadi proritas gue " ucap kean dengan bangganya


" Tapi kan dia juga adek kesayangan gue, gantian kenapa sih " ucap devan kesal


" Udah² jangan berantem gini deh kalian berdua kan sama² kakak kesayangan ara " ucap ara menghentikan pertengkaran mereka


" Kak devan sini deh kita pelukan bertiga ara kangen momen seperti ini " ucap rara sambil menarik dan memeluk devan juga, Mereka pun berpelukan bertiga


" Gue ikutan dong, gue juga kangen ni sama ara " ucap Alvaro


" Tidak bisa!! " ucap kean dan devan berbarengan


" Kenapa? dia kan adek kesayangan gue juga " ucap Alvaro kecewa


" Gara² lo kita nggak bisa ketemu dia, untung aja dia kesini, kalau nggak.. " ucap kean dengan tatapan sinisnya


" Kalau nggak apa? ucap alvaro sinis


" Stopp!!! apa²an sih kalian ini berantem mulu deh, daripda kalian berantem mulu mendingan kalian temenin aku makan ya? " ucap Rara


" Kalau kalian menolak berarti kalian nggak sayang lagi sama aku " ucap rara sedih dan menundukkan kepalanya


" Apaan sih kamu ini jangan ngomong gitu deh kita ini sayang sama kamu, kalau kita nggak sayang sama kamu ngapain juga kita berantem rebutin kamu dari tadi " ucap kean sambil mengelus kepala rara


" Iya ra walaupun kita udah dewasa sekarang dan nggak bisa seperti dulu lagi kamu akan tetap jadi adek kesayangan kami jangan bersedih, kalau kamu bersedih kita juga akan merasakannya, kita selalu ada buat kamu karna kita sayang banget samaa kamu " ucap devan mengelus kepala rara juga


" Jangan pernah berpikir kita nggak sayang lagi sama kamu, kita nggak akan pernah berubah akan tetep seperti ini " ucap Alvaro sambil memegang kedua pipi rara


" Baik lah aku pegang kata² kalian, jangan pernah berubah ya tetap lah menjadi kakak² ara seperti ini, ara sayang kalian " ucap rara dan mereka pun berpelukan berempat


" Udah² pelukannya kalian ini seperti teletubies aja " ucap bunda tertawa


" Ayo sekarang waktunya makan " ucap bunda


mereka pun menuruti perkataan bunda dan makan bersama setelah makan mereka berkumpul diruang keluarga dan duduk di sofa sambil menonton tv, rara belum berkumpul bersama mereka karena ia langsung ketoilet