Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
DIKASIH COKLAT



Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


** selamat membaca **


Setelah mendengar kedatangan anggara, rara segera menemuinya di teras di depan rumahnya


" hai.. tumben kamu ke sini? udah gak marah lagi sama aku? " ucap rara mengagetkan anggara


" siapa yang marah sama kamu sih? " ucap anggara bingung


" terus kemarin² kamu kemana? aku hubungi kamu gak kamu respon " protes rara


" oh itu, aku lagi sibuk banget maaf yaa " ucap anggara


" emang kamu sibuk apa? sibuk sama yang lain ya 😒 " ucap rara kesal sambil membuang mukanya


" kamu tuh ya negatif thinking mulu deh, aku tuh gak ada pikiran mau selingkuhin kamu, aku cintanya cuma sama rara calista adiwijaya gak ada yang lain " ucap anggara membuat rara tersenyum kembali


" terus kamu ngapain aja sampai² telpon sama chat aku gak kamu balas? " tanya rara


" ada masalah sedikit di perusahaan papa jadi aku harus bantuin perusahaan papa agar kembali normal " ucap anggara


" jadi bener yang di katakan stevani itu kalo perusahaan papa kamu dalam masalah? " tanya rara memastikan


" iya sayang " ucap anggara sambil mengelus kepala rara


" kenapa kamu gak cerita sama aku, siapa tau aku bisa bantu kamu? " ucap rara


" aku gak mau ngerepotin kamu sayang, aku juga gak mau kamu kepikiran omongan stevani waktu itu kalo aku cuma manfaatin kamu " ucap anggara tersenyum


" aku gak peduli omongan dia mau dia ngomongin apapun tentang kamu aku gak pernah mikirin yang begituan kecuali aku yang lihat sendiri baru aku percaya, yaudah deh kalo itu mau kamu, kamu jangan terlalu capek yaa, aku gak mau kamu sakit karna kecape'an " ucap rara tersenyum


" iya sayang, oh iya nih aku bawa coklat buat kamu sebagai permintaan maaf aku " ucap anggara sambil memberikan coklat yang ia beli tadi


" kamu tau aja kalo aku lagi pengen makan coklat, makasih ya " ucap rara tersenyum sambil mengambil coklat yang diberikan anggara


" eh ada nak anggara? kenapa ngobrolnya di sini gak di dalam? " tanya papi rara sambil menghampiri mereka


" ajak anggara kedalam rara gak sopan tamu gak di ajak masuk begitu " ucap papi memarahi rara


" rara lupa pi keasikan ngobrol 😁 " ucap rara


" masuk yuk " ajak rara kepada anggara


" kapan² aja ya gak sempat lagi kalo masuk, disini aja om anggara cuma mampir sebentar, nih mau balik lagi ke kantor papa " ucap anggara


" oh ya gimana perusahaan papa kamu udah mulai membaik? om tau kalo perusahaan papa kamu dalam masalah dan kamu yang mengambil alih sementara, om gak nyangka kamu masih kuliah tapi masih sempat ngurusin perusahaan papa kamu " ucap papi


" anggara gak mau perusahaan papa bangkrut om, kasian papa dari dulu ia membangun perusahaan dari nol dan sekarang malah begini, anggara gak mau lihat papa sedih om sebagai anak ini kewajiban anggara membantu papa " ucap anggara


" kamu ini anak yang berbakti banget sama orangtua, om gak nyangka masih ada orang seperti kamu tanpa diminta kamu mau menolong orangtua, jika kamu butuh bantuan om, om siap bantu kamu, berapapun yang kamu butuhkan om akan kasih " ucap papi


" maaf om bukannya anggara gak mau di bantu sama om tapi anggara mau usaha sendiri, anggara gak mau ngerepoti om, biar anggara yang pikirin caranya gimana agar perusahaan papa kembali normal dengan usaha anggara sendiri " ucap anggara


" kamu mirip banget sama papa kamu, pekerja keras dan pantang mundur sebelum dapat yang kamu mau, baiklah kalo itu mau kamu om gak bisa maksa jika kamu butuh bantuan om, kamu bisa hubungi om kapan aja " ucap papi


" makasih ya om, om kenal sama papa anggara? " tanya anggara


" sangat kenal, waktu sekolah dulu papa kamu itu sahabat om, om sangat mengenal sifat² papa kamu dan sekarang sifat itu turun ke kamu " ucap papi


" namanya juga anaknya pi ya miriplah sifatnya, gimana sih papi ini " ucap mami tiba² menghampiri mereka


" papi kenal sama papanya dia kenapa gak cerita sama rara? " tanya rara


" papi sengaja biar kamu jangan bergantung sama papi dan cari tau sendiri " ucap papi membuat rara bingung


" maksud papi? " tanya rara


" kamu itu pinter dalam segala hal pasti kamu ngerti maksud papi apa " ucap papi


" kita masuk dulu yuk pi biar mereka bisa ngobrol berdua " ucap mami mengajak papi masuk


" iya mi, ayo kita masuk " ajak papi


***


" sayang aku harus harus balik lagi nih papa udah nelpon " ucap anggara sambil memakai helmnya


" kok cepat banget sih " ucap rara


" yaudah deh.. padahal ada yang mau aku omongin ke kamu " ucap rara


" gimana kalo besok aja? aku libur dan kita bisa jalan² " ucap anggara


" besok aku mau jalan sama tiara ☹️ " ucap rara


" itu gampang, aku bisa ajak wahyu " ucap anggara


" kamu tuh ya kalo ada maunya pasti ada aja idenya " ucap rara


" iya dong pacar siapa dulu?! aku pergi ya papa telpon lagi nih " ucap anggara panik


" jawab aja dulu telpon papa kamu bilang kamu mau otw " ucap rara


" nanti aja aku bilang sama papa, aku pergi dulu ya, bye sayang " ucap anggara


" iya sayang, hati² ya " ucap rara dan anggara hanya membalas dengan anggukan


Rara langsung masuk kedalam rumahnya tanpa memperdulikan kakak²nya yang sedang meledekinya


" ehem.. enak nih ada yang dapat coklat mau dong " ledek reno


" mana mau dia kasih kita itukan dari pujaan hatinya " ledek alvaro


" dih.. kita di cuekin sama dia " ucap reno karna tak di respon rara


" rara.. kok malah pergi sih " teriak reno


" eh kakak.. kapan ada di situ? " tanya rara pura² tidak tau


" kita sebesar ini masa gak kelihatan?! gini nih kalo sedang berbunga² jadi gak fokus " ledek reno


" apaan sih kak, ngeledekin mulu ih " ucap rara malu


" mending kakak urusin kak rissa aja deh daripada ngeledekin rara terus " ucap rara sambil menaiki tangga


" nanti kakak urusin dia, sekarang kakak ngurusin kamu dlu, kakak mau coklat itu? bagi dong?! " ucap reno sambil mengikuti rara disusul dengan alvaro di belakangnya


" kok rara sih?! kalo mau ya beli " ucap rara


" gak mau, kakak maunya itu.. dari calon adek ipar " ucap reno


" apaan sih.. adik ipar? lama² kakak sama kayak papi deh, masih lama kakak jangan sebut begitu " ucap rara


" biarin.. suka² kakak lah mau panggil dia apa 😝 " ledek reno


" kakak ngeselin banget sih! " ucap rara sambil masuk kedalam kamarnya diikuti dengan reno dan alvaro


" ini apa lagi? kok ngikutin rara mulu! " ucap rara kesal


" sebelum kita dapat apa yang kita mau kita gak akan berhenti ya kan al? " ucap reno


" iya ren, pelit amat sih kamu dek " ucap alvaro


" kalian ini gak modal banget sih jadi cowok beli aja susah banget! " ucap rara kesal


" gak mau! maunya yang itu? " ucap reno menunjuk coklat yang di berikan anggara tadi


" iya dek kan banyak itu bagi satu kenapa sih, gak baik kamu makan coklat banyak² nanti gemuk loh " ucap alvaro


" yaudah nih ambil.. rese banget sih kalian berdua " ucap rara kesal sambil memberikan salah satu coklat yang di berikan anggara


" gitu kek dari tadi " ucap reno


" udahkan?! pergi sana! " ucap rara mengusir kedua kakaknya


" kamu ngusir kita? " ucap alvaro


" kalo iya kenapa? kalian berdua itu nyebelin dan suka ganggu, kalo kalian di sini rara gak bisa istirahat " ucap rara


" mau istirahat atau mau nelpon anggara mau bilang coklatnya habis " ledek reno


" keduanya! " teriak rara sambil menyeret mereka keluar dari kamarnya


" punya kakak kok ngeselin banget sih gak bisa lihat adeknya happy bentar " ucap rara kesal sambil menutup pintunya