Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
MINTA MAAF



Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


** selamat membaca **


Setelah perdebatan antara rara dan reno berakhir reno memutuskan untuk kembali menemui keluarganya di bawah sedangkan rara menangis dengan menutupi mukanya menggunakan bantal


" kak reno berubah.. kakak gak sayang sama rara lagi.. dia lebih milih cewek itu di bandingkan rara.. apa rara udah gak berarti lagi buat kak reno? " ucap rara terisak²


tiba² tiara dan sahabat²nya masuk ke dalam kamar rara membuat rara kaget dan segera menghapus air matanya ia mencoba berpura² tidur agar sahabat²nya tak curiga kalo ia habis menangis


" gue tau lo gak tidur raa jangan berpura² deh sama kita " ucap tiara menghampiri rara


" iya raa, lo gak perlu tutupin kesedihan lo di depan kita.. mau gimanapun lo tutupin kesedihan lo kita pasti tau percuma juga lo bohong " ucap nesya


" gue paham perasaan lo gimana tapi lo gak boleh begini terus, udah yaa lo jangan sedih lagi, ada kita yang selalu ada buat lo " ucap refina menghibur rara


" lo jangan nangis mulu tunjukin ke cewek itu kalo lo itu kuat bukan cewek cengeng yang kerjaannya nangis karna cuma di bentak dan lo bisa buktiin ke kak reno kalo cewek itu gak baik buat dia " ucap faranisa


" makasih yaa kalian selalu semangati gue saat gue lagi sedih begini, cuma kalian yang bisa ngertiin perasaan gue " ucap rara sambil duduk di dekat sahabat²nya


" lo gak boleh nangis mulu jelek tau " ledek nesya sambil menghapus air mata rara


" lo gak perlu berterima kasih itu udah tugas kita sebagai sahabat, lo sedih begini kita ikutan sedih tau " ucap tiara berusaha menghibur rara


" gue punya ide guys " ucap refina


" ide apa? " tanya rara


" gimana kalo kita kerjain cewek itu sampe dia jujur sama kak reno maksud dia pacaran sama kak reno itu apa " ucap refina


" tumben otak lo pintar " ucap faranisa memuji refina


" gitu dong punya otak itu di jalanin jangan lemot " ledek nesya sambil tertawa


" rese lo.. ngeledek gue mulu, kalian aja yang gengsi ngakuin kepintaran gue " gerutu refina


" idihh kepedean lo.. pintar dari mana lo mikir aja lemot " ledek nesya


" udah sya kasian tau dia " ucap rara membela refina


" gue sedikit terhibur karna kalian di sini " ucap rara


" bagus deh.. jadi lo gak nangis lagi, gue rela lo ledekin asal rara bisa tertawa lagi seperti ini " canda refina


" gak gitu juga kali ref " ucap rara


Hari semakin malam akhirnya mereka memutuskan untuk tidur lebih cepat agar besok lebih fresh menjalankan aktivitasnya,


mereka tidur dengan berpelukan satu sama lain


Keesokan harinya rara terbangun lebih cepat dari sahabat²nya dan ia segera mandi karena jika salah satu sahabatnya bangun mereka pasti berlomba² untuk masuk kedalam kamar mandi


" lo udah selesai mandi? " tanya nesya baru bangun


" udah dong, lo gak lihat handuk di kepala gue begini? " ucap rara menunjuk handuknya


" gue mandi yaa, sebelum mereka bangun " ucap nesya segera masuk ke dalam kamar mandi


***


setelah bergantian mandi mereka bersiap² pergi ke kampus kecuali rara dan tiara, mereka masih menggunakan baju santai karna mereka masih libur kuliah


" yang rajin ya kuliahnya " ucap rara


" kalian enak udah libur sedangkan kita masih ngampus " ucap refina


" itu mah derita kalian " ledek tiara


" kalo ada apa² cepat hubungi kita yaa kalo gak minta bantuan pacar² kalian dulu sebelum kita datang " ucap rara


" siap boss " ucap nesya sambil hormat


" kalo gitu kita pergi dulu yaa byee bawel bye tiara " ucap mereka bertiga berbarengan


" enak aja gue gak bawel yaa " ucap rara menyusul mereka ke bawah


" mau kemana nak udah rapi aja? " tanya mami kepada mereka bertiga


" oh iya ya, belum libur? " tanya mami


" belum mi " ucap refina


" yaudah kalian hati² ya " ucap mami dan merekapun segera pamit


" gue pulang juga ya ra " ucap tiara


" kenapa lo ikutan pulang? " tanya rara


" gue mau mandi, semalam gue gak bawa baju ganti.. nanti gue ke sini lagi deh lo gak usah sedih gitu mukanya " ucap tiara


" siapa juga yang sedih, udah sana bau lo gak enak " ucap rara bercanda


" rese lo mentang² udah mandi malah ngeledekin gue " pamit tiara


" mami tiara pulang dulu ya nanti tiara ke sini lagi " ucap tiara


" iya nak " ucap mami


***


" ayo sayang sarapan dulu " ajak mami


" gak mi rara belum laper " tolak rara karna masih kesal dengan maminya


" kamu masih marah sama mami? " tanya mami dan rara hanya diam saja


" mami minta maaf nak, mami semalam emang keterlaluan sama kamu.. gak seharusnya mami marahin kamu di depan sahabat² kamu, kamu jangan marah lagi ya sama mami.. mami gak suka kamu diamin begini, kamu juga belum sarapan, semalam makan kamu dikit mami gak mau kamu sakit nak, ayo makan yaa " ucap mami membujuk rara


" rara mau makan asal mami gak membela cewek itu lagi " ucap rara


" iya sayang mami janji, mami akan selalu belain kamu, ayo kita keruang makan sekarang " ucap mami sambil mencium pipi rara


" papi mana mi? " tanya rara


" masih di kamar kayaknya " ucap mami


saat tiba di meja makan rara dan reno hanya saling pandang tak ada sapaan seperti biasanya membuat mereka sedikit canggung


" udah kali ributnya masa sama adik sendiri gengsian gitu buat negur " ledek alvaro


" siapa yang gengsian " ucap reno


" minta maaf gih sama rara jangan bentak² dia, awas aja lo bentak adik gue lagi lo akan berurusan sama gue! " ucap alvaro membela rara


" dia juga adik gue kali, gak mungkin lah gue bentak dia kemarin itu kebawa emosi aja " ucap reno


" kontrol dong emosi lo jangan bentak² dia lagi, dari dulu kita gak pernah bentak² dia seperti yang lo lakuin, jangan karna cewek itu lo jadi emosian begini " ucap alvaro menasehati reno dan renopun menurutinya ia juga tak bisa mendiamkan adiknya terlalu lama


" dek maafin kakak ya kakak gak bermaksud bentak kamu semalam, kakak terbawa emosi jadi kakak bilang gitu sama kamu " ucap reno menyesal


" iya kak, rara juga minta maaf,brara udah keterlaluan sama kakak semalam " ucap rara


" nah gitu dong baikan jangan berantem mulu sesama saudara gak boleh berantem " ucap papi menasehati anak²nya


" papi pergi dulu ya mi ada rapat pagi ini, ayo ren, va, kean dan devan mana kok gak kelihatan? " tanya papi


" tadi ayah nelpon mereka pi, ada masalah di perusahaan ayah katanya " ucap alvaro


" kamu gak bantu ayah? " tanya papi


" kata ayah gausah pi, alva di suruh kerja aja biar keano dan devano yang bantu ayah di perusahaan " ucap alvaro


" yaudah yuk kita pergi sekarang aja nanti telat " ucap papi


" papi gak sarapan dulu? " tanya mami


" nanti aja mi, papi cuma sebentar kok selesai meeting papi pulang " ucap papi


" tumben papi mau cepat pulang? " tanya rara


" papi mau mereka yang mengurus perusahaan agar suatu saat nanti mereka gak canggung lagi dan mereka tau susahnya mencari uang " ucap papi


" papi pergi dulu yaa sayang nanti macet di jalan " ucap papi sambil mencium pipi rara lalu pergi