
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys,
jangan silent reader please 🙏🙏
Terimakasih 😘🥰😍
** selamat membaca **
*Selama liburan sekolah rara dan sahabat²nya selalu menghabiskan waktu bersama di rumah rara ada saja hal yang dilakukan mereka untuk menghilangkan kebosanan yang menghampiri
mereka belajar membuat kue, memasak makanan, berenang dan piknik bersama dihalaman rumah rara, kini mereka menyingkirkan sejenak masalah yang ada yang membuat mereka pusing, mereka tidak memikirkan itu dulu sampai waktunya tiba
mereka duduk ditaman sambil bermain sebuah permainan siapa yang kalah rambutnya akan di kepang dan didandani culun lalu dijadikan foto profil di akun sosmed masing² setelah bermain ternyata refina dan tiara kalah terpaksa mereka menerima tantangan itu*
" lo kalah tia sini gue yang pakaikan " ucap rara mengambil lipstik untuk memerahkan bibir dan pipi tiara
" jelek dong gue jangan di pipi dong ra " tolak tiara menahan tangan rara yang memegang lipstik
" gak bisa! perjanjian tetap perjanjian tiara.. lo gak boleh nolak, cuma seminggu kok photo profil lo gini awas aja lo ganti kita buat lebih parah dari ini " ancam rara selesai membuat pipi dan bibir tiara lebih menor
" yaampun muka gue jelek banget " ucap tiara sambil melihat mukanya di dalam kaca
" apa²an nih kok gue jadi badut sih " protes refina melihat mukanya di kaca
" kalian kalah ya terima aja dong jangan protes gini " ledek nesya
Tanpa mereka sadari rombongan anggara datang menghampiri mereka yang sedang duduk di taman menghadap kebelakang
" hai semua.. " sapa anggara
" ****** gue itu kan suara kak anggara " bisik tiara kepada sahabat²nya
" iya nih mau di taruh mana muka gue yang ancur gini " bisik refina
" coba kalian lihat dia sama mereka " bisik tiara
" hei.. kenapa kalian belakangin kita sih " protes anggara
" ngapain kamu kesini " ucap rara berdiri sambil membalikkan badannya menghadap anggara dan sahabat²nya
" dan kalian semua kenapa ikut kesini juga sih?! " ucap rara membesarkan suaranya agar sahabat²nya mengetahuinya
" kita udah ke rumah mereka tapi artnya bilang mereka disini yaudah deh kita susulin aja kesini " ucap wahyu
" kan udah gue bilang jauhin kita kenapa kalian pada bandel sih " ucap nesya membalikkan badannya menghampiri rara
" kita kangen sama kalian mangkanya kita samperin, nomor kalian juga pada gak aktif jangan salahin kita dong " ucap rangga
" suka² kita dong mau aktifin apa nggak " ucap faranisa menghampiri rara dan nesya
" kalian tau kita disini dari siapa? " tanya rara
" dari bibik non, maaf ya non bibik udah kasih tau mereka " ucap bik inah menghampiri mereka sambil membawa minuman
" aduhh gimana nih kasian tiara sama refina kalo mereka tau mukanya dibuat gini bisa di ketawain nih " bisik nesya
" kita usir aja yuk " ucap faranisa
" guys gue baru inget lipstiknya tahan lama percuma juga di hapus gak akan bisa " bisik rara khawatir
" aduhh.. gimna nih gue bingung " bisik nesya panik
" kalian kenapa bisik² gitu? " tanya wahyu heran
" kepo banget sih bukan urusan kalian juga, udah sana pulang gak udah temuin kita dulu dan jangan hubungi kita lagi " usir nesya mengusir mereka
" kalian kenapa kok panik gitu mukanya dan tiara sama refina kenapa gak menghadap kesini? apa mereka sakit atau kenapa? " tanya revano
" kamu kenapa tiara? " ucap wahyu hendak menghampiri tiara
" stop jangan mendekat! mereka gak papa lo gausah khawatir kak lebih baik kalian pulang dan jangan temuin kita dulu " ucap rara mencegah wahyu
" kenapa? kasih kita alasan jangan buat kita bingung " ucap wahyu
" aku gak papa kak, lebih baik kalian pulang dan jangan temuin kita dulu " ucap tiara tanpa menoleh ke arah wahyu
" kakak dengar sendiri kan kata tiara, tolong kalian pulang atau gue panggilin satpam buat ngusir kalian " ancam rara
" aku gak papa udah kamu pulang aja dan jangan temuin aku dulu sebelum kamu selesai ujian " ucap rara
" ternyata kalian disini " ucap reno menghampiri mereka bersama alvaro
anggara menatap alvaro dengan tatapan kesal dan sinis, ia mengepal tangannya hendak meninju muka alva, alva menyadari hal itu
" hai bro?! santai aja kali mukanya gue gak akan ngerebut rara dari lo jadi lo gak usah takut rara gue rebut dia akan tetap jadi adek gue " ucap alvaro kepada anggara
mendengar ucapan alvaro membuat hati anggara sedikit lega
" dan lo gausah takut suatu saat nanti gue akan nikah sama dia karna perjodohan itu udah batal " ucap alvaro membuat anggara senang
" beneran lo? " ucap anggara memastikan
" iya, emang rara gak cerita sama lo? " tanya reno
" dia gak ngasih tau gue " ucap anggara membuat semuanya menatap rara
" kenapa kalian pada lihatin rara gitu banget sih biasa aja kali lihatnya " ucap rara gugup
" rara emang sengaja gak kasih tau kak anggara dulu karna rara mau kasih surprise sama mereka tapi keburu kakak bocorin yaudah deh gak jadi " ucap rara
" lo denger sendirikan kata adek gue " ucap alvaro
" iya gue minta maaf ya " ucap anggara
" ayo kita kabur bawa tiara sama refina lewat pintu belakang aja tapi pelan² ya mereka lagi asik ngobrol jangan sampai mereka curiga " bisik rara
" oke " bisik nesya dan faranisa
mereka mundur dengan perlahan agar tidak ketahuan, sesampainya di dekat pintu belakang mereka langsung berlari menuju kamar rara sebelum yang lain sadar akan kepergian mereka, mereka ngos²an sesampainya di kamar rara
" gila ya sesak banget napas gue, ini gimana cara buat ngilanginnya coba " ucap tiara menghapus lipstik di pipinya
" ini lama hilangnya tia.. sorry 🙏 " ucap rara
" yang bener aja raa muka gue sampe kapan kapan gini?! " ucap tiara
" mungkin malam nanti bisa hilangnya " ucap rara
" yaampun kenapa lo gak pakai yg biasa² aja sih " ucap refina
" ya sorry lipstik gue tinggal ini yang batangannya terpaksa deh gue pakai " ucap rara
" ini dari paris langsung mami belinya yang lumayan tahan lama gue jarang pakai, gue gak tau cara ngilanginnya gimna, lipstik ini memang susah banget.. pembersih muka juga gak mempan " ucap rara merasa bersalah
" coba kalian cuci muka deh siapa tau hilang " ucap nesya
setelah mencuci muka mereka kembali lagi noda di mukanya tidak menghilang sedikitpun membuat mereka kesal
" apa yang harus kita lakuin guys " ucap nesya
" gue juga gak tau " ucap rara
" tunggu beberapa jam lagi siapa tau bisa hilang kalo banyak makan yang berminyak " ucap faranisa
" gak² bisa gemuk gue makan yang berminyak " tolak tiara
" gimana cara ngilanginnya yang di pipi guys, gue malu mau keluar " ucap refina
" pakai masker aja guys siapa tau mau hilang " ide rara
" iya minta dong raa? " ucap tiara
" bentar ya gue ambilin " ucap rara
" gue juga mau ra " pinta nesya
" kita pakai semua aja biar gak ada yang curiga gimana? " usul faranisa
" ide yang bagus " ucap rara
" ayo kita pakai " ucap mereka berbarengan