Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
MENGHINDAR



Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰


...** selamat membaca **...


Rara sangat penasaran dengan perempuan yang mirip dengan nesya ia memutuskan untuk mengikuti perempuan itu kemanapun dia pergi


Akhirnya mereka sampai di sebuah rumah mewah yang tak jauh dari kantor rara, rara melihat perempuan itu turun dari mobilnya dan segera memasuki sebuah rumah


" apa itu rumah dia? " tanya rara melihat perempuan itu dari kejauhan


" gue harus cari tau dia nesya atau bukan kenapa bisa mirip begini?seperti kembar?! setau gue nesya gak punya kembaran " ucap rara sambil berpikir


saat rara ingin keluar dan bertanya pada orang yang kebetulan lewat di dekat mobilnya tiba² tiara menelponnya


" ada ap.. " ucap rara terpotong saat menjawab panggilan dari tiara


" lo kemana aja sih ra gue khawatir sama lo? lo gak papakan? lo beneran sakit? sekarang lo dimana? " tanya tiara penasaran


" gue gak papa tiara, gue lagi.. " ucap rara terputus


" aduhh hampir aja gue keceplosan, gue gak boleh kasih tau tiara dulu sebelum gue tau kebenarannya " ucap rara dalam hati sambil memukul pelan mulutnya


" halo ra... kenapa diam? lo gak papakan? " tanya tiara khawatir


" gue gak papa tiara, gue lagi di jalan mau balik ke kantor " ucap rara beralasan agar tiara tak curiga


" yaudah lo hati² ya kalo ada apa² cepat hubungi gue, gue tunggu di kantor " ucap tiara


" iya tiara, byee " ucap rara segera memutuskan telponnya


" gue gak boleh kasih tau tiara dulu kalo gue tadi bertemu perempuan yang mirip nesya dan ngikutin dia sampai kerumah, gue gak mau tiara ngerusak rencana gue bisa² perempuan itu curiga dan gue gagal dapat informasi tentang dia " ucap rara sambil menyetir mobilnya menuju kantor


" sebaiknya gue harus cepat cari tau sebelum tiara semakin curiga sama gue! tapi gimana caranya ya? " ucap rara bingung


" besok gue harus balik lagi kesana! semoga aja gue dapat petunjuk " ucap rara semangat


tak lama rara menyetir mobilnya kini ia telah sampai di kantor, rara segera turun dan masuk kedalam kantornya, saat rara menuju lift ia berpapasan dengan wahyu dan anggara yang baru keluar dari dalam lift


" rara? " panggil anggara membuat rara terkejut dan berhenti


" aku mau ngomong sebentar sama kamu ra, aku mohon.. kali ini aja dengerin penjelasan aku dulu " ucap anggara mencoba meraih tangan rara, namun rara segera menepisnya dan langsung masuk kedalam lift saat lift terbuka meninggalkan anggara yang tampak kecewa akan sikapnya


" yang sabar ya gar gua tau ini berat buat lo, gak mudah untuk ngembaliin kepercayaan orang yang kita sayang apa lagi masalahnya udah seperti ini, kita harus cari jalan keluarnya dan jelasin semuanya ke mereka biar masalah ini cepat selesai " ucap wahyu sambil menguatkan sahabatnya


" gua menyesal yu, seharusnya gua gak nerima tawaran itu, tapi gua gak ada pilihan lain, coba aja waktu itu gua jujur sama dia dan gak milih menghilang pasti ini gak akan terjadi dan dia gak benci sama gua " ucap anggara merasa bersalah


" ini semua udah terjadi gar, mau gimana lagi.. menyesalpun gak ada gunanya gak akan kembalikan keadaan seperti semula, mending lo pikirin gimana caranya buat rara percaya lagi sama lo, gua akan bantu lo jelasin ke dia, sekarang lo balik aja ke kantor biar gua yang temuin rara, semoga aja dia mau dengerin ucapan gua " ucap wahyu


" gua ikut yu, gua gak bisa terus² begini " ucap anggara sedih


" jangan gar, lo lihat sendirikan dia gimana tadi sama lo, kalo lo ikut dia akan menghindar lagi dan gak mau dengarin penjelasan gua " ucap wahyu


" yaudah deh, thanks ya yu gua balik ke kantor dulu " ucap anggara sambil menepuk bahu wahyu dan langsung pergi


setelah anggara pergi wahyu kembali memasuki lift menuju ruangan rara


...***...


" lo kemana aja sih ra? gue tungguin lo dari tadi lo malah ngilang " ucap tiara ketika melihat rara memasuki ruangannya


" gue jalan² aja, bosan gue dikantor mulu, oh ya gimana meetingnya? " ucap rara mengalihkan pembicaraan


" udah deh gausah ngalihin pembicaraan, jujur aja sama gue " ucap tiara membuat rara terkejut


" lo kok kaget gitu mukanya, bilang aja lo mau ngehindar kan? " ledek tiara


" tau aja lo " ucap rara gugup


" huft hampir aja ketauan " ucap rara dalam hati


" udah ahh nanti aja ceritanya kerjaan gue lagi banyak nih " ucap rara mengalihkan pembicaraan dan tiara hanya menggeleng ia udah paham akan sifat sahabatnya itu, tiara tak ambil pusing ia yakin sahabatnya itu tak bisa lama² merahasiakan sesuatu darinya


saat rara ingin membuka berkas tiba² sekretarisnya mengetuk pintu


" masuk " ucap rara


" ada apa? " tanya rara kepada dion


" ada tamu yang mau bicara sama nona " ucap dion


" siapa? " tanya rara


" pak wahyu, klien kita yang tadi " jawab dion


" ada perlu apa dia sama saya? bukankah udah selesai meetingnya dan nanti kita yang akan memberitahu mereka tentang kerjasama itu? " tanya rara bingung


" maaf nona, dia tidak membicarakan tentang pekerjaan, kata dia masalah pribadi " ucap dion


" kalo masalah pribadi bukan sama saya, sama tiara mungkin " ucap rara sambil melirik tiara yang asik dengan laptopnya


" kok gue ra " ucap tiara kaget


" maaf nona dia mau bicara sama anda bukan sama nona tiara, kalo anda mengizinkan saya akan mempersilahkan dia masuk " ucap dion


rara melihat tiara seakan bertanya memperbolehkan wahyu masuk atau tidak dan tiara menggangguk mempertandakan boleh


" suruh dia masuk ke ruangan saya " ucap rara


" baik nona saya permisi dulu " ucap dion dan langsung pergi memanggil wahyu


tok.. tok.. tok.. (suara ketukan pintu)


" masuk " ucap rara tanpa melihat siapa yang mengetuk


" hai ra.. apa kabar? " sapa wahyu sambil mengulurkan tangannya dan rara segera menutup laptopnya


" hai kak wahyu.. kabar saya baik, silahkan duduk " sapa balik rara sambil menjabat tangannya dan mempersilahkan duduk


" terimakasih ra, santai aja ra gak usah terlalu formal gitu ngomongnya " canda wahyu


" gak enak sama yang lain kak inikan di kantor masa bicara sama tamu begitu " ucap rara


" kitakan teman lama seperti biasa aja ngomongnya lagian cuma ada kita bertiga di sini " ucap wahyu


" oke, ada apa ya kak? kata sekretaris gue lo mau bicara masalah pribadi? sama gue apa tiara? " canda rara sambil melirik tiara yang melototinya


" masalah lo dan anggara " ucap wahyu


" maaf kak kalo itu gak ada urusan lagi sama gue, gue lagi sibuk kapan² aja ya " tolak rara sambil membuka kembali laptopnya


" sebentar aja raa, lo harus tau masalah ini " ucap wahyu


" gue sama dia gak ada hubungan apa² lagi kak jadi tolong jangan bahas dia lagi, gue gak mau dengar apapun tentang dia, kalo gak ada lagi yang mau di bahas silahkan keluar! " ucap rara kembali kesal dan mengusir wahyu


" lo dan tiara harus dengar penjelasan gue, karna ini lah sumber masalah kita selama ini " ucap wahyu tegas membuat rara terdiam


Terimakasih udah setia menunggu kelanjutan novel ini, maaf ya guys jarang up karna lagi sibuk akhir² ini 🙏, terimakasih juga udah mau like, komen dan vote 🥰😍😘