Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
MULAI PERHATIAN LAGI



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys


terimakasih 😘😘😍


jangan silent reader please 🙏🙏


** selamat membaca **


bel pulang berbunyi rara dan anggara masih berada di uks, walaupun anggara kecewa dengan sikap rara ia tidak akan meninggalkan rara sendirian di sini, ia menatap rara yang sedang tidur setelah minum obat ia tidak tega membangunkan wanita yang ia sangat sayangi bahkan anggara rela mengorbankan waktunya tidak masuk kelas dan mengikuti pelajaran hanya untuk menjaga rara di uks


" rara " ucap nesya baru datang


" jangan berisik dia masih tidur 🤫 " ucap anggara


" sorry.. gue pikir dia udah bangun 😁 " ucap nesya


" lo dari tadi di sini kak? " tanya tiara


" iya " ucap anggara


" thanks ya lo udah jagain sahabat kita " ucap tiara


" kalian gak perlu berterima kasih, gue akan ngelakuin apapun untuk orang yang gue sayang " ucap anggara sambil melihat rara


" lo masih sayang sama dia kak? " tanya tiara melirik rara yang sedang tidur


" sampai kapanpun gue akan tetap sayang sama dia " ucap anggara


" tapi kakak udah tau kan kalo dia di jodohkan? " tanya tiara


" gue tau semua tapi gak peduli itu" ucap anggara


rara hanya berpura² tidur ia mendengar semua perkataan anggara dan sahabatnya itu, rara tak menyangka anggara begitu mencintainya, ia menyesal tidak bisa berbuat apa² saat ini kecuali menunggu keajaiban yang membuat bunda membatalkan perjodohan ini


rara membuka perlahan matanya dan berpura² tidak mendengar percakapan mereka


" sejak kapan kalian di sini? " tanya rara


" dari tadi kita di sini mangkanya jangan terlalu nyenyak tidurnya jadi gak tau kan " ledek tiara


" gimana gak nyenyak tidurnya kan di temanin pujaan hati " ledek nesya


" apaan sih sya gue tadi abis minum obat ada obat tidurnya juga di situ, jangan mulai deh " ucap rara malu


" kok pipi lo merah gitu " ledek faranisa melihat pipi rara memerah


" mana ada pipi gue merah ngaco lo " elak rara


" udah² kasian tau rara kalian ledekin mulu " bela refina


" tapi enakan kan tidurnya di temanin kak anggara " ledek nesya


" apaan sih di sini kan bukan cuma kita doang banyak tuh yang lain " ucap rara menunjuk petugas yang piket dan siswi yang sedang sakit juga


" iya deh yang lagi berbunga² gak mau di salahin kayaknya " ledek nesya


" udah ah.. udah waktunya pulang kan, pulang yuk " ucap rara mengalihkan pembicaraan dan turun dari bankar uks


" pelan² turunnya " ucap anggara membantu rara berdiri


" thanks ya kak udah bantuin dan jagain aku tadi " ucap rara sambil tersenyum ke anggara


" udah lama aku gak lihat senyum kamu ra, aku kangen banget dengan moment yang begini " ucap anggara dalam hati melihat rara tersenyum kepadanya


" uhuk.. uhuk.. " ledek nesya pura² batuk


" ehem.. ehem.. mendadak keselek gue " ucap ledek faranisa


" mulai deh kalian perlu obat kayaknya " ucap rara berjalan menuju pintu sambi mengambil tasnya dan di susul dengan yang lain, refina dan tiara hanya menggeleng melihat kelakuan sahabat² nya


" kebetulan ada kalian di sini " ucap rara melihat wahyu dan sahabat²nya menghampiri mereka


" kenapa ra? " tanya wahyu


" gak papa sih kak cuma lagi butuh pawang nesya dan faranisa aja abisnya mereka brisik banget dari tadi " ucap rara


" pawang? lo pikir hujan pakek pawang segala, kapan juga kita brisik ya gak far " ucap nesya


" iya nih lo aja dari tadi tidur mulu " ucap faranisa


" iya kan di temanin kak anggara jadi tambah nyenyak lah " ledek nesya


" tu kan mulai lagi.. tolong dong kak revan sumpel mulutnya nesya biar gak ngeledekin mulu, awas ya lo gue bales nanti " ucap rara kesal


" gimana keadaan lo udah baikan ra? " tanya rangga


" gue udah baikan " ucap rara


" lo sanggup gak nyetir mobilnya " tanya wahyu


" sanggup kok kak " ucap rara tersenyum


" gausah kak aku bisa sendiri " tolak rara


" kamu itu masih sakit gausah bandel deh " ucap anggara


" aku udah sembuh kok cuma tinggal memar aja " ucap rara


" udah diem aja gausah bandel ikutin omongan aku " ucap anggara sambil mengambil tasnya dari wahyu


" thanks ya udah bawakin tas gua " ucap anggara


" iya ra lo gausah bandel deh lo ikutin kak anggara aja " ucap nesya


" yaudah deh, ini kuncinya " ucap rara sambil memberikan kunci mobilnya ke anggara


" tolong bawa motor gua ya yu kebetulan lo gak bawa motor juga " ucap anggara


" oke, ayo ke parkiran " ucap wahyu


sesampainya di parkiran anggara langsung membukakan pintu untuk rara


" aku bisa sendiri kak gak perlu di bukain segala tangan masih sehat kok " ucap rara saat anggara membukakan pintu untuknya


" udah gak usah bandel, silahkan masuk tuan putri " ucap anggara mempersilahkan rara masuk ke dalam mobilnya


" makasih ya kak " ucap rara sambil masuk kedalam mobil


" sama² tuan putri " ucap anggara sambil menutup pintunya


setelah menutup pintu anggara segera membuka pintu untuknya dan menjalankan mobil rara


" gimana kepala kamu? masih sakit? " tanya anggara memecahkan keheningan diantara mereka sambil melihat sekilas ke rara


" udah gak kok " ucap rara


" sampe rumah perbannya di buka ya biar cepet kering, jangan keluyuran nanti kena debu " ucap anggara


" iya kak, kenapa kamu gak pulang aja aku bisa kok bawa mobil sendiri? " ucap rara


" aku sayang sama kamu ra, aku gak mau kamu kenapa² kena bolanya cukup keras sampe memar gitu, kalo kamu masih pusing ke dokter aja ya " ucap anggara khawatir


" maafin aku ya kak selama ini aku udah jahat sama kamu, gak ngehargai perasaan kamu, aku terlalu egois " ucap rara menyesal


" aku tau kamu kenapa bisa begitu kalo aku di posisi kamu mungkin melakukan hal yang sama, aku gak akan paksa kamu untuk jadi pacar aku lagi, aku akan tetap sayang dan cinta sama kamu sampai kapanpun, kamu jangan berpikiran aku akan berpaling sama yang lain karna kita tak berstatus, hati aku hanya buat kamu kok, aku yakin suatu saat nanti kita akan bersama lagi " ucap anggara


" aku gak nyangka kamu sedewasa ini, aku menyesal udah menyianyiakan laki² seperti kamu " ucap rara


" udah ah biarkan berlalu, gausah di inget² lagi, udah sampe nih dirumah kamu, kamu gak mau turun? apa kamu betah berduaan denganku di sini? " ledek anggara


" ge'er sih kamu udah ahh aku mau turun " ucap rara henda membuka pintu


" tunggu " ucap anggara sambil keluar dari mobil dan berlari untuk membukakan pintu untuk rara


" yaampun aku bisa sendiri kak kamu gak perlu kayak gini dilihatin satpam aku tuh kan malu " ucap rara tersenyum


" ngapain malu mereka juga pernah muda " ucap anggara tertawa


" kamu ini.. udah ahh aku mau masuk kamu mau mampir gak? " tawar rara


" gausah deh kapan² aja, jangan lupa sampe rumah lepasin perbannya biar cepat kering " ucap anggara


" iya bawel, kamu hati² ya " ucap rara


" iya, yaudah sana masuk " ucap anggara


" rara " panggil anggara membuat langkah rara terhenti


" kenapa kak? " tanya rara


" jangan lupa istirahat ya " ucap anggara


" iya, cuma itu doang? " tanya rara dan anggara cuma mengangguk


" kirain ada apaan manggil lagi " ucap rara pergi meninggalkan anggara


" rara " panggil anggara lagi membuat rara berhenti


" kenapa lagi sih kak? " tanya rara mulai kesal dengan tingkah anggara yang menyebalkan menurutnya


" ini kunci mobil kamu ketinggalan " ucap anggara membuat rara menghampirinya lagi


" kenapa gak bilang dari tadi sih " ucap rara kesal sambil mengambil kunci mobilnya dari anggara


" jangan marah² nanti kamu cepat tua loh " ledek anggara


" bodo amat! " ucap rara kesal dan berjalan memasuki rumahnya


" I Love You rara " teriak anggara membuat rara tersenyum rasa kesalnya hilang seketika setelah mendengar ucapan dari anggara