
** Happy reading **
" kamu udah pulang nak " ucap mami
" iya mi " ucap rara
" tolongin mami dong sayang " ucap mami
" tolong apa mi? " tanya rara
" kamu ke supermarket tolong belikan ini ya " ucap mami memberikan catatan kepada rara
" banyak banget mi untuk apa ini " ucap rara
" persediaan kita udah habis, mami mau masak barang² udah pada nggak ada tolong beliin ya nak? " ucap mami
" yaudah deh mi rara ganti baju dulu " ucap rara dan menuju kamarnya
" cepet ya sayang " teriak mami
rara mengganti bajunya dan menuju kedapur tempat mami ya berada
" mana uangnya mi? " ucap rara sambil mengangkat tangannya
" nih,, sekalian beli cemilan yang kamu mau " ucap mami menyerahkan uang kepada rara
" beneran mi? " tanya rara
" iya sayang belilah apa yang kamu mau secukup uangnya " ucap mami
" oke mi rara pergi dulu " ucap rara sambil memutarkan kunci mobilnya
rara menyetir mobilnya menuju supermarket, sesampainya di supermarket rara memilih barang sesuai catatan yang mami kasih kepadanya dan membeli cemilan yang dia suka setelah itu dia mendorong trolinya menuju kasir untuk membayarnya, rara mengangkat semua barang yang dia beli ke dalam mobil, sebelum dia masuk ke dalam mobil rara mendengar ada yang teriak minta tolong, rara mencari sumber suara itu dan ia terkejut melihat yang minta tolong itu ternyata agnes musuhnya yang sedang di ganggu preman, rara mengurung niatnya untuk menolong agnes tapi dia tidak tega melihat preman itu menyiksanya
" tolong nggak ya? " tanya rara dalam hati
" tolong aja deh kasian dia tapi dia udah nyakitin sahabat gue " ucap rara ragu dalam hati
" sebagai cewek gue nggak suka lihat cewek di lecehkan seperti itu " ucap rara sambil menelpon polisi setelah itu rara langsung menghajar kedua preman itu dengan jurus beladiri yang dia kuasai, preman itu jatuh tersungkur ke tanah dan polisi langsung menghampiri mereka dan membawanya ke kantor polisi
" thanks ra " ucap agnes masih syok dan memeluk rara
" iya, lo nggak papa kan? " tanya rara
" gue nggak papa kok, kalo nggak ada lo mungkin gue habis di tangan mereka " ucap agnes nangis
" udah lo tenang aja kan ada gue sekarang " ucap rara
" mending sekarang lo pulang gih takutnya ada preman lagi " ucap rara sambil melepas pelukan agnes
" gue takut raa, gue juga nggak bawa mobil " ucap agnes
" yaudah deh lo ikut gue sekarang " ucap rara sambil menarik tangan agnes
" gue antar lo pulang " ucap rara
* dalam mobil *
" ra makasih banyak lo udah nolongin gue, maaf kalo selama ini gue udah jahat sama lo dan temen² lo, gue nggak nyangka ternyata lo baik juga selama ini gue salah nilai lo sekali lagi maaf raa " ucap agnes tersenyum tulus
" iya nes, gue juga minta maaf udah pernah merebut cowok yang lo suka, gue bener² nggak tau " ucap rara merasa bersalah
" udah lah raa nggak usah di inget lagi itu sudah berlalu, mulai sekarang kita berteman yaa lupain permusuhan kita " ucap agnes mengulurkan tangannya
" iya nes, mulai sekarang kita berteman " ucao rara membalas uluran tangan agnes
" oh iya rumah lo dimana? " tanya rara
" bentar lagi sampai di depan belok kanan " ucap agnes
" tadi kenapa lo sama preman itu dan kenapa lo nggak bawa mobil? " tanya rara penasaran
" mobil gue mogok dan udah di bawa ke bengkel pas gue jalan nyari taksi eh dua preman itu menghadang gue mana jalanan sepi lagi " jelas agnes
" oh gitu lain kali lo jangan jalan di tempat sepi yaa " ucap rara
" iya raa, itu rumah gue " ucap agnes
" makasih buat semuanya ra " ucap agnes
" sama² nes, gue pulang dulu yaa " ucap rara
" iya ra hati² " ucap agnes turun dari mobil
rara memutar mobilnya menuju rumah, sesampainya di rumah rara langsung memberikan belanjaannya ke mami dan setelah itu dia balik ke kamarnya
* kamar rara *
" capek banget gue " ucap rara sambil merebahkan badannya ketempat tidur
tiba² mami membuka pintu rara tanpa mengetuk pintu terdahulu
" Yaampun mami bikin kaget aja " ucap rara reflek bangun dari rebahannya
" kenapa sih mi? " tanya rara
" sayang kamu siap² ya sebentar lagi kita pergi " ucap mami
" pergi kemana mi? " tanya rara
" kenapa mami baru bilang sekarang sih? " tanya rara
" mami lupa bilang sama kamu tadi, mami nggak bisa jemput kamu karena mami ke butik cari baju kita, yaudah sekarang kamu beres² deh barang² kamu 30 menit lagi kita pergi ke bandara
" papikan belum pulang mi, nggak nunggu papi? " ucap rara
" papi udah tiba di sana " ucap mami
" kok papi berangkat duluan mi? " tanya rara
" papi ada pekerjaan di sana ya sekalian deh, kamu cepet siap² mami tunggu di bawah jangan lama nak nanti kita ketinggalan pesawat " ucap mami sambil menuju pintu
" iya mi " ucap rara berdiri sambil menyiapkan barang²nya
rara sudah siap dan sekarang mereka menuju kebandara
" sekolah rara gimana mi? " tanya rara
" mami udah bilang sama oma kamu, oma yang ngehandle semuanya kamu tenang aja " ucap mami
" yaudah deh " ucap rara
" sudah sampai nyonya non rara " ucap supir
" kita berhenti di sini aja, kamu silahkan pulang, selama saya pergi kamu jaga rumah " ucap mami kepada supirnya
" siap nyonya " ucap supir pribadi mami sambil menurunkan koper mereka
mereka masuk kedalam bandara, tak lama mereka menunggu akhirnya mereka berangkat ke luar negeri
* dalam pesawat *
" mi rara ngantuk " ucap rara sambil merebahkan kepalanya ke bahu mami
" kamu tidur aja nanti kalo udah sampai mami bangunin " ucap mami sambil mengelus pipi rara
mereka telah sampai di negara paman sam, mereka di jemput papi dan reno
" papi.. " ucap rara berlari memeluk papinya
" rara kangen banget sama papi " ucap rara manja
" hmm.. kamu nggak kangen sama kakak kamu yang tampan ini " ucap reno bercanda
" kak ren.. " ucap rara sambil beralih memeluk reno
" rara kangen banget sama kak reno " ucap rara sambil memeluk erat kakak kandungnya itu
" adik kecil kakak sekarang udah besar yaa " ucap reno mencubit kedua pipi rara
" ihh kakak kebiasaan deh nanti tambah chubby pipi rara " ucap rara manja
" manjanya nggak hilang² yaa " ucap reno menarik hidung rara
" ihh mami lihat ni kak reno.. " ucap rara merengek kepada mami karena kelakuan kakaknya itu
" udah reno, lihat tu mereka pada lihatin kita " ucap mami
" yaudah yuk sekarang kita ke apartemen aja " ajak papi, dan merekapun menuju apartemen
* apartemen *
" akhirnya sampe juga, capek banget badan mami " ucap mami sambil meregangkan otot badannya
" mami istirahat aja dikamar " ucap reno
" ini kamar kamu dek " ucap reno sambil membukakan pintu kamar rara
" waw bagus banget kamar rara kak " ucap rara kagum
" iya dong siapa dulu yg ngedesain " ucap reno sombong
" ini semua kakak yang.. " ucap rara
terpotong
" iya lah siapa lagi.. apa yang nggak kakak lakuin buat adik kesayangan kakak ini " ucap reno memeluk adiknya dari samping
" makasih ya kak, rara sayang banget sama kakak " ucap rara terharu sambil memeluk reno
" ih apaan sih kok jadi mewek gini " ucap reno menghapus air mata rara
" selama nggak ada kakak rara kesepian banget di rumah apa lagi mami dan papi nggak ada " ucap rara mengingat kejadian dulu dia tinggal di rumah dengan Art nya saja
" udah² jangan di inget lagi, kakak janji nggak akan ninggalin kamu jangan sedih lagi yaa sayangnya kakak " ucap reno mengelus pipi rara
" yaudah sekarang kamu istirahat, besok kita jalan² berdua aja menebus waktu kita yang hilang " ucap reno menghibur rara
" beneran kak? " tanya rara
" beneran lah kapan kakak pernah bohong sama kamu " jawab reno
" makasih ya kak " ucap rara
" sama² adik kecilku, selamat istirahat " ucap reno sambil mencium kening rara
dan rara pun tertidur di tempat tidur barunya