
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
** selamat membaca **
UAS yang ditunggu²pun telah selesai kini saatnya rara dan tiara pulang ke Indonesia
* Bandara *
" gak ada yang ketinggalankan raa? " tanya tiara
" gak ada tiara, kita check in yuk sebentar lagi pesawatnya take off " ucap rara
" yaudah ayo kita pergi " ucap tiara sambil menarik kopernya mengikuti rara
Cukup lama mereka di pesawat akhirnya tiba di indonesia
" akhirnya kita sampai di Indonesia juga ya raa, gak terasa udah setahun kita ninggalin kota ini " ucap tiara
" iya tiara gue kangen banget sama kota ini dan semuanya " ucap rara
" kayaknya banyak yang berubah ya raa " ucap tiara
" di renovasi mungkin " ucap rara
" gue udah pesan taksi online dia udah ada di sekitaran sini deh " ucap tiara
" dimana tiara? " tanya rara
" ni dia baru nelpon, bentar ya? " ucap tiara
" gimana? " tanya rara setelah melihat tiara selesai menelpon
" dia lagi otw kesini " ucap tiara
" jangan kasih tau siapa² ya kalo kita pulang, biar ini jadi kejutan buat mereka " ucap rara
" siap " ucap rara
setelah taksi yang di pesan sampai mereka segera naik dan menuju kerumah masing²
" kok sepi yaa apa mereka gak ada di rumah? atau lagi tidur? " tanya tiara melihat ke rumah sahabat²nya
" mana gue tau mereka dimana, gue sengaja jarang hubungi mereka biar mereka terkejut melihat kita pulang " ucap rara
" lo suka banget deh begitu nanti mereka ngambek lagi lohh " ucap tiara
" biarin aja, udah sampai tuh rumah lo " ucap rara
" gue duluan yaa " ucap tiara
" oke " ucap rara
" majuan lagi yaa pak, yang pagarnya tinggi warna hitam.. berhenti di situ aja " ucap rara
" baik neng " ucap supir taksi
" berenti disini aja, tolong klaksonin ya pak " ucap rara
" biar saya antar sampai dalam aja neng " ucap supir taksi
" gak usah pak disini aja " ucap rara
" tanggung neng, jauh kedalam nanti kaki neng pegel harus jalan sejauh ini " ucap supir taksi
" yaudah deh.. ini uangnya pak, ambil aja kembaliannya " ucap rara sambil memberikan uang seratus ribu
" makasih ya neng " ucap supir taksi
" sama² pak " ucap rara langsung turun dari taksi
" eh non rara pulang bapak kira siapa yang datang " ucap dusmin satpam yang jaga rumah rara
" sini non biar saya yang bawakan kopernya kedalam " ucap paidi satpam yang jaga rumah rara
" gausah pak biar rara aja yang bawa kedalam " tolak rara
" gak papa non biar bapak aja, non pasti capek " ucap paidi
" gak papa pak, rara gak mau ngerepotin pak paidi " ucap rara
" ini udah kerjaan bapak kok, biar bapak aja yang bawa ke dalam " ucap paidi
" makasih ya pak, mami sama papi ada di rumah gak? " ucap rara
" sama² non, semuanya ada dirumah non rara emang gak kasih tau nyonya sama tuan kalo pulang hari ini? " tanya paidi
" gak pak, rara sengaja gak ngasih tau biar jadi kejutan " ucap rara
" oh.. begitu non kopernya mau di bawa kemana? " tanya paidi
" taruh di kamar rara aja pak " ucap rara
" baik non " ucap paidi
" makasih ya pak " ucap rara
" sama² non " ucap paidi
* ruang makan *
" hai semua " sapa rara membuat semuanya terkejut
" kok kamu bisa ada di sini dek? " tanya alvaro kaget
" ya bisa lah " ucap rara
" kenapa kamu gak bilang dulu sayang? " tanya mami
" kan biar jadi kejutan mi " ucap rara
" papi kok biasa² aja gak terlihat kagetnya? " tanya rara
" papi kaget kok cuma papi gak lihatin ke kalian aja " ucap papi
" papi gak kangen yaa sama rara? " tanya rara
" kangen dong sayang, sini peluk papi " ucap papi dan rara langsung menghampirinya
" papi kenapa gak kunjungi rara disana? " tanya rara manja
" papi lagi sibuk akhir² ini sayang " ucap papi
" apa rara kurang penting bagi papi sampai² gak ada waktu buat lihat rara disana? " tanya rara mulai kecewa
" kamu penting bagi papi tapi papi juga gak bisa ninggalin pekerjaan ini sayang " ucap papi
" kenapa kamu gak hubungi kakak aja biar kakak jemput tadi? " tanya reno sengaja mengalihkan pembicaraan
" rara sengaja kak gak ngasih tau siapa pun kalo rara pulang hari ini nanti gak jadi kejutan lagi dong kalo pada tau " ucap rara
" kamu tuh yaa " ucap reno sambil menggeleng melihat kelakuan adiknya itu
" makan dulu yuk nak? kamu pasti belum makan dari tadi? " ucap mami
" rara gak mau makan mi " tolak rara
" dikit aja nak " ucap rara
" nanti aja mi rara mau bersih² dulu " ucap rara
" yaudah deh nanti bik inah yang ngantar ke kamar kamu aja yaa " ucap mami
" iya mi " ucap rara langsung pergi
* kamar rara *
" kangen banget sama kamar ini " ucap rara ketika membuka pintu untuk melihat kamarnya yang bernuansa warna kesukaannya yaitu pink
" posisinya gak ada yang berubah masih dalam keadaan seperti sebelum gue pergi " ucap rara
" rasanya udah lama banget ninggalin kamar ini, suka dan duka gue lewatin di sini sendirian " ucap rara lagi sambil memejamkan matanya di atas tempat tidur
" guekan tadi mau mandi kenapa malah jadi tidur sih?! " ucap rara sambil membuka matanya
" lebih baik gue mandi dulu terus tidur deh " ucap rara
***
Setelah berberes² rara segera naik keatas tempat tidurnya dan mencari keberadaan handphonenya ternyata masih berada di dalam tasnya sendiri
" gila.. banyak banget telpon dari siapa aja nih? " ucap rara ketika melihat isi handphonenya
" yaampun ini kebanyakan dari anggara yang nelpon dan chat gue, biarin ajalah besok juga ketemu " ucap rara sambil meletakkan handphonenya di samping tempat tidurnya
Tiba² tiara menelponnya membuat rara kaget
" baru aja gue mau tidur, udah ada aja yang nelpon gue lagi " ucap rara sambil mengambil handphone yang di letakkan di samping tempat tidur tadi
* telpon *
" hai raa? lo belum tidur kan? " tanya tiara
" ya belum lah, kalo gue udah tidur gak mungkin gue bisa jawab telpon lo " ucap rara
" hehe iya iya " ucap tiara
" ngapain lo telpon gue? " tanya rara
" besok jadi kan kasih kejutan ke mereka di kampus? " tanya tiara
" jadi dong " ucap rara
" oke, gue cuma nanya itu doang byee " ucap tiara sambil mematikan telponnya
" gak jelas banget tuh anak " ucap rara menggeleng melihat kelakuan sahabatnya itu
" mending gue lanjut tidur lagi deh " ucap rara kembali merebahkan badannya ke tempat tidur
Ketika rara ingin memejamkan matanya lagi tiba² ada yang mengetuk pintu membuat ia terpaksa membuka mata lagi
" baru aja gue mau tidur ada lagi gangguan, siapa sih? kalo kak reno yang ngetuk dan ngisengin gue.. awas aja " ucap rara bangkit dari tidurnya
" bik inah? " ucap rara ketika melihat siapa yang mengetuk pintu tadi
" maaf non bibik ganggu, nyonya menyuruh bibik untuk mengantarkan makanan ini buat non rara " ucap bik inah sambil memberikan makanan yang di nampan
" yaudah deh bik makasih yaa " ucap rara sambil mengambil nampan dari bik inah
" kalo gitu bibik ke bawah dulu ya non, kalo non rara butuh apa² panggil bibik aja " ucap bik inah
" iya bik " ucap rara tersenyum