
** Selamat membaca **
seminggu setelah kepergian anggara keluar kota, rara menjadi pendiam tidak seperti biasanya sahabat²nya sangat sedih melihat rara seperti ini, mereka seperti kehilangan rara yang dulu
" Guys gue bener² sedih lihat rara seperti ini, gue nggak tega jadinya, gimana caranya buat rara happy lagi? " ucap tiara sambil melihat ke arah rara
" Iya nih gue nggak tega lihat dia seperti ini? " ucap nesya
" apa yg harus kita lakuin biar rara bisa tersenyum lagi? " tanya faranisa
" Gue benar² nggak tau lagi harus ngapain? " ucap tiara putus asa
" mending kita samperin dia aja yuk, ajak ke kantin semoga aja dia mau " saran refina
" Ayo kita coba " ucap nesya
merekapun menghampiri rara yang berdiri melihat pemandangan di depan kelasnya
" Ra kantin yuk, laper nih gue " ajak nesya
" Gue nggak selera makan " ucap rara datar
" Lo kenapa sih raa akhir² ini jadi seperti ini? " tanya tiara
" Iya ra lo berubah banget semenjak kak anggara pergi " ucap nesya
" ayo dong raa jangan gini terus lo nggak kasian apa sama badan lo, lihat nih badan lo jadi kurus gini dan lo selalu mikirin dia mulu lo nggak mikir apa kesehatan lo sendiri, dia itu nggak benar² tulus sama lo buktinya aja dia malah pergi bukannya perjuangin lo " ucap tiara
" Kalian nggak ngerti perasaan gue gimana selalu aja nyalahin gue mulu, emang iya gue yang salah puas kalian! " ucap rara sambil menangis dan berlari menuju taman samping sekolah
Rara menangis dan langsung berlari ke bawah pohon rindang sambil menutup mukanya tiba² ada yang memberikan sapu tangan dari arah samping
" udah deh nggak usah cengeng gitu baru di tinggal seminggu udah galau² aja apa lagi beneran pergi jauh, nih ambil hapus air mata kamu, kamu jelek kalo nangis gitu " ucap anggara sambil memberikan sapu tangannya kepada rara
" Kok kamu bisa ada di sini bukannya udah... " ucap rara terkejut dan langsung di potong anggara
" jadi kamu mau aku beneran pergi? " tanya anggara
" Jangan! kamu nggak boleh pergi lagi! " ucap rara sambil memeluk anggara untuk melepas rasa rindunya
" Maafin aku yaa, aku udah jahat banget sama kamu, nggak seharusnya aku nggak kayak gini, aku nggak peka sama perasaan kamu, aku malah cuekin kamu dan nggak pernah menganggap kamu ada, walaupun kamu selalu ada buat aku " ucap rara sambil melepas pelukannya
" ciee udah mulai aku kamu sekarang biasanya lo gue " ejek anggara sambil menghapus air mata rara
" Apaan sih aku serius tau " ucap rara malu
" Aku juga minta maaf sama kamu, nggak seharusnya aku ninggalin kamu tapi sebenarnya aku nggak pergi kemana² kok " ucap anggara
" Maksudnya gimana sih? " ucap rara bingung
" ini semua rencana sahabat² kita, mereka yang ngerencanain ini semua biar kamu bisa sadar sama perasaan kamu sendiri " ucap anggara
" Jadi selama ini kamu kemana? " tanya rara
" aku di rumah sakit jagain papa aku tapi sekarang udah sembuh kok " ucap anggara
" Bener² ya mereka, awas aja " ucap rara geram
" Jangan marah dong sama mereka, kalo nggak gini kan kamu nggak akan jujur sama perasaan kamu sendiri, jadi gimana sekarang kamu mau jadi pacar aku? " ucap anggara
" Hmm... mau nggak yaa " ucap rara bercanda
" kamu jangan buat aku deg degan deh " ucap anggara sambil menggenggam kedua tangan rara
" Aku mau jadi pacar kamu, asal kamu nggak ninggalin aku dan bisa setia sama aku jangan seperti ini lagi " ucap rara
" Siap sayang ku " ucap anggara
" Udah manggil sayang² aja nih " ucap rara bercanda
" Kan usah resmi kenapa lagi harus malu " ucap anggara
" Ada² aja kamu, kekantin yuk aku laper nih " ucap rara manja
" Ayo sayang, kamu harus makan yang banyak ya kata tiara kamu jarang makan mangkanya badan kamu jadi kurus gini " ucap anggara bercanda
" apaan sih kamu jangan terlau percaya omongan tiara " ucap rara sambil menuju kantin
" ciee udah kayak truk aja nih gandengan 😂 " ejek tiara
" Iya nih kayak mau nyebrang di lampu merah aja " ejek nesya
" kayaknya ada yang udah jadian nih pj (pajak jadian) nya mana yaa " ucap faranisa bercanda
" Udah dong kasian raranya " bela refina
" apaan sih ini semua kerjaan kalian kn " ucap rara sambil menatap tajam sahabat²nya
" hehehe kok lo tau raa, abisnya kita nggak tega lihat lo sama kak anggara gitu² aja nggak ada perkembangan hubungan kalian nanti keburu dia diambil orang merana lagi lo nya 😁 " ucap tiara
" iya raa kita kn nggak tega tau lihat lo jomblo sedangkan yang lain udah punya pacar semua 😁 " ucap refina
" Ya nggak gini juga caranya kenapa kalian bohongin gue sih, galau² nggak jelas kan gue jadinya gara² kalian, awas aja yaa " ucap rara dengan tatapan tajam
" ya maaf raa 😁 " ucap tiara
" Udah² kenapa kalian jadi berantem sih " ucap wahyu
" kita nggak berantem sayang, udah biasa kayak gini nih ya kan guys? " ucap tiara kepada sahabat²nya
" Iya kak, kalian jangan heran deh lihat kita gini, udah biasa buat kita " ucap refina
" iya kita akan tetep gini sampe pj nya ada 😂 " ucap nesya bercanda
" yaudah berhubung hari ini gue sama rara jadian jadi gue yang traktir kalian makan sepuasnya karna udah bantuin gue seminggu ini " ucap anggara
" kamu yakin mau traktir mereka makan, mereka makannya banyak lohh sayang " ucap rara bercanda sambil menunjuk sahabat²nya
" disini yang makannya banyak cuma nesya aja yaa gue mah nggak 😄" ucap tiara bercanda
" iya nih nesya yang makannya banyak tapi nggak gemuk² 😄 " ucap refina bercanda
" sesama makan banyak nggak boleh saling ngatain 😄 " ucap rara
" kalian ini ngatain gue mulu deh, bisa nggak² usah ngatain gue apalagi depan mereka kan jadi malu 😣 " ucap nesya
" nggak apa² beb mau kamu makan banyak apa nggak aku tetep sayang kok " ucap revano
" ciee di belain sama pangelannya ughh so sweet " ucap refina bercanda dan yang lain hanya tertawa
" ternyata kalian asik juga ya " ucap aditya
" iya.. kenapa nggak dari dulu aja kita gini yaa " ucap rangga
" iya nih kita dekat sama orang yang salah " ucap wahyu menyesal
" udah² lupain masa lalu nggak usah diingat lagi yang penting sekarang kita udah sama mereka dan sekarang kita happy² aja " ucap anggara
Setelah makan anggara dan sahabat²nya mengantarkan rara dan sahabat²nya menuju kelas rara, tiba² musuh yang selama ini mengganggu mereka dari SMP sekarang muncul lagi dan menghadang mereka
" Eh ketemu lagi kita " ucap Agnes kepada Rara sambil menaikkan salah alisnya, rara yang melihat itu langsung maju kedepan dan melepaskan genggaman anggara
" Lo lagi! " ucap rara dengan tatapan mengejek
" Mau apa lo! " ucap tiara geram yang kini berdiri disamping kanan rara
" Santai aja kali nggak usah ngegas gitu " ucap viviana
" iya nih baru aja ketemu udah mau ngajak brantem aja " ucap vinata
" Nggak usah banyak basa basi deh mau lo apa?! " ucap nesya berdiri di samping tiara
" Santai aja dong " ucap melisya
" kenapa lo ngehadang kita? minggir nggak lo! " ucap faranisa yang berdiri di samping kiri rara dan refina masih berdiam di samping pacarnya karena dia masih trauma karena perlakuan agnes dan temen²nya kepada refina dulu yang mengunci refina di toilet sekolah sampai ia pingsan
" Eh ada refina, apa kabar? " ucap agnes sambil melihat ke arah refina dan semua menatap refina, refina hanya diam tak menjawab sapaan agnes
" Sebenarnya gue malas banget nyari ribut sama lo dan geng alay lo ini tpi berhubung lo mengganggu sahabat gue dan buat dia mengingat kejadian busuk lo itu gue nggak akan tinggal diam, sekali lagi lo buat dia takut lihat aja apa yang bakal gue lakuin sama lo " ucap rara untuk mengalihkan tatapan agnes dari refina yang membuat refina takut sampai dia menggenggam tangan pacarnya dengan kuat
" Ayo kita pergi guys " ucap rara kepada yang lain sambil menarik tangan anggara menuju kelasnya
" Heii kenapa kalian pergi gue belum selesai bicara! " ucap agnes teriak