Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
MERASA BERSALAH



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys


trimakasih 😘😘😍


jangan silent reader please 🙏🙏


** selamat membaca **


rara berlari menuju taman rumah sakit dia dan dia langsung duduk disana, rara menangis terisak²


" ini semua salah gue kalo gue nggak nolak ini semua nggak akan terjadi " ucap rara menyesal


rara menagis sambil memeluk kakinya tiba² ada telpon dari sahabat²nya ia langsung menjawabnya


" halo raa lo dimana? " ucap tiara


" gue lagi di rumah sakit " ucap rara


" lo abis nangis ya suara lo beda gitu, siapa sih yang sakit ra? " ucap tiara


" bunda gue yang sakit " ucap rara


" sakit apa ra? " tanya tiara


" serangan jantung kata ayah " ucap rara


" pantesan lo nangis, lo mau ikut kita nggak? " tnya tiara


" kemana? " tanya balik rara


" lihat pacar² kita main basket siapa tau aja kesedihan lo bisa hilang kalo kita kesana? " ucap tiara


" yaudah deh gue kesana " ucap rara menghapus air matanya


" oke kita tunggu di sini ya? " ucap tiara


" iya " ucap rara langsung mematikan telponnya dan menuju tempat yang di bilang tiara tadi


rara langsung mencari taksi setelah mendapatkannya ia langsung masuk dan menuju tempat yang di bilang tiara tadi


* lapangan basket *


" haii ra " sapa tiara


" hai juga tia " sapa balik rara


" duduk di situ yuk " ajak tiara sambil menarik tangan rara


" yang lain mana tia? " tanya rara


" mereka baru mau otw sini " jawab tiara


" oh " ucap rara singkat


" lo kenapa raa? " tanya tiara


" gue nggak papa tia " jawab rara


" muka lo kelihatan lagi sedih gitu ada apa sih ra, cerita sama gue? " ucap tiara


" bunda sakit mangkanya gue sedih " ucap rara masih menutupi


" bohong! pasti ada sesuatu kan? dari muka lo kelihatan kebingungan ra? lo nggak bisa bohongin gue, gue kenal lo dari kecil raa jadi gue tau lo lagi bohong apa nggak " ucap tiara


" sebenarnya gue... " ucap rara terpotong


" haii sayang " sapa anggara menghampiri rara dan tiara


" haii juga sayang " sapa balik rara


" kamu dari tadi datengnya? " tanya anggara


" nggak kok baru aja aku datengnya " ucap rara


" kamu udah main basket aja, gimana tangan kamu? udah sembuh? " ucap rara khawatir


" udah sayang, aku bosen di rumah mulu kebetulan mereka ngajak aku yaudah deh aku ikut aja " ucap anggara sambil duduk di samping rara


" tapi kamu hati² ya jangan sampe cidera lagi, aku nggak mau kamu kenapa² " ucap rara


" iya sayang " ucap anggara


" ini minuman buat kamu, kelihatannya kamu capek banget " ucap rara memberikan minuman yang ia beli tadi


" ehm ehm gue di kacangin deh memang ya kalo udah sama pacar dunia milik sendiri sahabatnya aja didiemin " ledek tiara


" kenpa? lo iri ya? bentar ya gue panggilin pacar lo biar lo nggak jadi obat nyamuk lagi 😄 " ledek balik rara


" kak wahyu " panggil rara


" ada apa ra? " tanya wahyu


" ada yang kangen tuh kasian dia kesepian gk ada kakak " ledek rara


" enak aja ngatain gue kesepian " elak tiara malu


" pawang? lo pikir kita lagi apa pakek pawang segala " ucap tiara


" udah diem nggak malu apa lo nyerocos mulu di depan pacar lo kalem dikit kenapa jdi cewek 🤫 " ledek rara


" kan enak kalo lo diem gini " ledek rara


" kalian ini ledek²an mulu nggak capek apa " ucap wahyu


" nggak dong sayang malahan itu bumbu² untuk persahabatan iya nggak ra " ucap tiara


" betul banget, kalo baik² aja nggk seru melempem kayak krupuk " ucap rara


" ada² kalian ini " ucap wahyu tertawa


" mobil lo mana ra kok nggak kelihatan? " tanya wahyu


" gue naik taksi kak " ucap rara


" tumben.. kenapa mobil lo rusak " ucap wahyu


" ya kali kedua mobil gue rusak, gue tadi dari rumah sakit perginya naik mobil papi nggak mungkin dong gue bawa itu nanti mereka pulang naik apa dong kalo gue bawa " ucap rara


" siapa yang sakit ra? " tanya wahyu


" bunda kak " jawab rara


" bunda kamu yang mana? " tanya wahyu penasaran


" bunda aku cuma satu kak, bundanya kak reno, kak kean dan kak devan, yang mantannya angela dan gengnya, masih ingatkan?! " ucap rara


" kenapa sih lo nyebutin nama nenek lampir itu mulu deh " ucap tiara kesal


" kenapa lo cemburu? udah gausah di pikirin mantannya kan udah jadi milik lo apa lagi yang lo cemburuin " ledek rara


" apaan sih siapa juga yang cemburu " elak tiara


" udah gausah bohong deh gue kenal lo dari kecil tia jadi gue tau lo bohong apa nggak " ucap rara membalikkan omongan tiara tadi


" itu kan kata² gue kenapa lo pakai sih " ucap tiara kesal sambil melipat kedua tangannya di dada


" udah² kok jadi berantem sih " ucap anggara


" hai semua " ucap nesya baru sampai


" lama banget sih lo kemana aja " ucap tiara


" biasalah si nesya lihat cowok tampan dulu mangkanya dia lama nyetir mobilnya " ucap refina


" cowok tampan mana yang jadi sasaran si nesya? " tanya tiara


" cowok bule yang waktu itu nabrak rara, inget kan? " jelas refina


" wah parah lo sya gue aduin sama kak revan baru tau rasa lo " ledek rara


" mulut kalian ini nggak bisa diem yaa nanti dia denger bisa gawat " ucap nesya panik


" gue aduin ya sya " ucap anggara bercanda


" jangan dong kalian kakak² yang baik hati, rajin menabung dan tidak sombong tolong dong mulutnya di jaga, kalo dia tau status gue bisa trancam, please jangan rebes ya mulutnya " ucap nesya panik


" haha bercanda kita mahh santai aja kali kita nggak akan kasih tau kok kecuali.. " ucap anggara


" kecuali apa? " tanya nesya penasaran


tiba² telpon rara berbunyi dan ia segera menjawabnya


" halo mi.. " ucap rara


" halo sayang kamu dimana? " ucap mami panik


" ada apa sih mi kok panik gitu? " ucap rara


" bunda semakin kritis sayang sekarang udah di pindahin ke ICU " ucap mami menangis


" beneran mi? rara segera kesana mi " ucap rara mematikan telponnya


" ada apa sayang kok kamu sedih gitu? " tanya anggara


" bunda semakin kritis aku harus ke rumah sakit sekarang " ucap rara berdiri


" aku antar ya " ucap anggara


" gausah aku pergi sendiri aja kak kamu lanjutin aja mainnya " cegah rara


" nggak sayang kamu lebih penting dari permainan ini, biar aku yang ngantar kamu ya " bujuk anggara


" aku nggak papa kok, kamu gak usah khawatir, aku pergi sama tiara aja deh maaf ya sayang bye " ucap rara memegang kedua pipi anggara


" yaudah kamu hati² ya kalo butuh apa² hubungi aku " ucap anggara


" iya sayang aku pergi dulu " teriak rara sambil membuka pintu mobil tiara