Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
MENOLONG



* Dalam mobil *


" Ayo turun guys udah sampai ni, pakaiannya jangan lupa di bawa " ucap rara mengingatkan


" Iya ra, ayo turun semuanya " ucap tiara, mereka semua pun turun dari mobil dan masuk kedalam tempat latihan


* Tempat latihan *


" Selamat pagi sensei, apa kabar? " ucap rara menyapa sensei ari


" Eh kalian.. selamat pagi juga, kabar saya baik, kalian bagaimana? " ucap sensei ari membalas sapaan rara sambil melihat mereka berlima bergantian


" Kita baik juga sensei " ucap tiara mewakili


" Mereka semua pada nanyain kalian mulu tu sensei bingung mau jawab apa kalian nggak ada kabar satu pun " ucap sensei ari sambil menunjuk murid² karate lainnya


" Maaf sensei kita lagi sibuk dengan kegiatan sekolah akhir² ini, nggak ada waktu mau kesini " ucap rara


" Iya sensei kita lagi banyak kegiatan sekolah, di sinikan banyak juga yang bisa ngajar bukan kita aja " ucap nesya


" Tapi mereka maunya cuma sama kalian " ucap sensei ari


" Kenapa sensei kita kan sama aja dengan mereka bahkan mereka lebih hebat dari kita " ucap rara sambil menujuk teman² yang sabuknya sama dengan rara


" Kata mereka kalian itu asik diajak bercanda dan saat mengajar mudah untuk dipahami sama junior²nya " ucap sensei ari


" Oh begitu.. yaudah deh sekarang kita serius aja ngajarnya sama seperti yang lain biar mereka nggak terlalu mengharapkan kita " ucap faranisa bercanda


" Jangan dong nanti mereka pada kabur dan nggak mau lagi latihan disini, karena kemampuan dan karakter yang kalian miliki lah yang menjadi daya tarik dari perguruan kita ini sehingga orang² pada mengetahui perguruan kita dan kemampuan kalian lah kita banyak memenangkan piala dan mendali, sensei berterima kasih sekali berkat kalian kita bisa seperti ini " ucap sensei ari bercanda kepada mereka karena sudah akrab sejak mereka masuk diperguruan itu, rara dan sahabat²nya sudah dianggap anak sendiri oleh sensei ari jadi mereka tidak segan lagi jika berbicara dengan sensei ari


" Ihh sensei bisa aja deh.. nanti kita terbang lohh dipuji seperti itu, kemampuan kita nggak ada apa²nya dibandingkan sensei " ucap rara bercanda


" Iya karna sensei lah kita bisa seperti ini " ucap tiara


" Udah² kalian ini.. nanti sensei jadi baper sendiri kalian puji terus " ucap sensei bercanda


" Ternyata sensei gaul juga ya hahaha " ucap rara tertawa


" Kan kalian yang ngajari sensei kata² seperti itu " ucap sensei ari tertawa


" Udah ahh bercanda mulu kasian mereka menunggu kalian dari kmarin kerjakan tugas kalian " sambung sensei ari


" Siap sensei kita ganti pakaian dulu " ucap rara mewakili


" Ok, waktu istirahat nanti temuin sensei lagi ya ada yang mau sensei bicarakan sama kalian " ucap sensei ari


" Iya sensei kita kesana dulu ya " ucap tiara menunjuk murid didikan mereka, hanya dijawab dengan anggukan oleh sensei ari


Mereka pun melatih junior²nya dan tibalah waktu istirahat mereka langsung menemui sensei ari lagi


" Sensei mau bicara apa tadi? " ucap rara tanpa basa basi lagi karena dia penasaran dengan ucapan sensei ari tadi


" Oh iya.. 6hari lagi kan ada turnamen beladiri internasional di korea belum ditentukan perwakilan dari perguruan kita jadi sensei minta tolong sama kalian ikut serta ya dalam lomba ini hanya kalian yang bisa sensei andalkan " ucap sensei memohon, mereka hanya melirik satu sama lain


" Iya sensei kita akan ikut serta dalam lomba ini " ucap rara mewakili mereka hanya mengangguk


" Baiklah kalau begitu sekarang kalian pulang dan beristirahat, besok pagi kalian ke sini lagi kita akan latihan, lusa kita berangkat kesana dan ini surat izin untuk sekolah kalian " ucap sensei ari


" Iya makasih sensei kita permisi ganti pakaian dan langsung pulang " ucap rara sambil pergi menuju ruang ganti


Setelah berganti pakaian mereka pulang dan masuk kedalam mobil rara menuju rumah masing², dijalan hendak pulang mereka melihat anggara dan sahabat²nya sedang di keroyok dengan preman merekapun berhenti dan langsung menolon sebelum membantu mereka menelpon polisi terlebih dahulu


" Stoppp!! apa²an kalian ini beraninya main keroyokan aja percuma badan besar hanya berani melawan yang lemah " ucap rara melipat tangannya didada tertawa meremehkan, preman itu mengalihkan pandangannya kepada gadis² di depan mereka, anggara dan sahabat²nya hanya menatap para gadis


" Iya nih preman cuma berani kroyokan doang lawan satu² dong kalau berani!! " ucap tiara meremehkan


" Eh cewek cantik emangnya berani lawan abang, mendingan layani abang aja ya kasian tu tangannya nanti lecet " ucap salah satu preman menggoda para gadis


" Ayo maju guys udah gatel ni tangan gue pengen nonjok preman satu ini " bisik nesya mereka hanya mengngguk menyetujuinya


" Jangan banyak bacot deh ayo sini maju " ucap faranisa geram dan langsung menyerang preman, merekapun menyerang preman hingga tersungkur ketanah dan polisi datang langsung menangkap preman² tersebut


" Terima kasih atas kerjasama kalian, akhirnya kita mendapatkan preman² ini yang meresahkan warga disini " ucap salah satu polisi dan bersalaman kepada mereka


" Sama² pak, kita juga berterima kasih kepada pak polisi datang tepat waktu " ucap rara


" Baiklah kita permisi dulu selamat malam " ucap polisi langsung menuju mobilnya


" Kalian nggak apa² kan? " ucap rara sambil membantu anggara berdiri


" Kita nggak papa! udah deh nggak usah sok peduli sama kita kalian senang kan melihat kita seperti ini! " ucap revan ketus


" Nggak usah suudzon deh sama kita, niat kita tuh baik nolongin kalian, nggak tau terimakasih banget udah di tolongin juga " ucap refina ketus


" Iya nih nggak tau terimakasih banget jika tau seperti ini mending kita tinggalin aja " ucap nesya


" Benar banget tu ngapain juga nolongin cowok yang nggak tau terimakasih seperti ini! ucap faranisa ketus


" Aduhh sakit banget kaki gue " ucap revan tidak bisa berdiri karena kakinya terkilir


" Katanya nggak apa² tapi berdiri aja nggak bisa " ucap refina menyindir sambil melipat tangannya kedada


" Mending sekarang kita tolongin aja, kalian ingatkan kata sensei sejahat apapun orang itu jika dia membutuhkan pertolongan ya tolonglah dia " ucap rara menasehati sahabat²nya mereka pun menolong anggara dan sahabat²nya lalu mendudukannya di taman dekat mereka


" Fin tolong ambilkan kotak P3k dalam mobil gue dong " ucap rara kepada refina


" Bentar ra gue ambilin " ucap revina sambil mengambil kotak tersebut


" Nih ra " ucap menyerahkan kotak P3k


" Makasih ya fin, eh iya fin tolongin tu dia kasian kakinya terkilir, lo kan bisa pijat bantuin gih " ucap rara sambil menunjuk revan


" Sama², iya² gue tolongin " ucap refina kesal ia pijatin kaki revan dengan kuat sehingga revan kesakitan


" Awww sakit tau lo nggak bisa ya pelan² sedikit, cewek kok tenaganya kuat banget nggak bisa apa lembut² gitu " ucap revan


" Lo tu ya udah di tolongin masih aja ngatain gue " ucap refina kesal manambah kuat pijatnya


" Awww sakit.. lo kalau nggak ikhlas mijitin gue mendingan nggak usah deh nanti kaki gue bisa² patah lo buat " ucap revan kesal


" Lebay banget sih lo baru juga dipijitin kayak gini udah teriak² aja, kita aja yang tiap hari ngehadapi lawan yang lebih ganas dari preman tadi hingga babak belur aja nggak selebay elo, lo cowok bukan sih bawel amat dari tadi tahan dikit kenapa " ucap refina geram


" Mungkin aja lo dibelakang gue lebih lebay dari ini gue kan nggak tau, cewek itu hanya bisa menyalahkan cowok dan nggak mau dipersalahkan maunya menang sendiri ya seperti lo ini " ucap revan senyum sinis


" Lo kalau mau curhat ya jangan disini gue bukan cewek yang lo maksud, gue berbeda ngerti lo!! jangan menganggap semua cewek itu sama!! " ucap refina


" Fin udah deh jangan berantem mulu " ucap rara melerai refina dan revan


" Iya fin nanti lo bisa suka tau sama ni orang " ucap tiara tertawa


" Apaan sih lo.. ya kali gue suka sama ni orang ih amit² dah " ucap Refina


" Jangan gitu ihh nanti kemakan omongan sendiri loh " ucap Nesya


" Jangan sampe dah gue suka sama musuh kita sendiri " ucap Refina


" Udah ah becanda mulu kalian lanjutin obatin mereka setelah itu kita pulang " ucap Rara


" Dilihat dari dekat cantik dan baik juga ni cewek sepertinya gue benar² suka sama dia " ucap anggara dalam hati sambil melihat rara


" Udah ni luka lo udah gue obatin, lo kenapa liatin gue gitu banget risih tau gue liatnya biasa aja dong " ucap Rara kepada Anggara hingga tersadar dari lamunannya


" Nggak papa, makasih ya udah obatin gue dan nolongin kita tadi " ucap Anggara


" Sama² " ucap Rara


" Yaudah sekarang kita pulang yuk capek banget ni badan gue pengen istirahat " sambung Rara


" Gue juga ni ayo kita pulang " ucap Tiara


" Tunggu!! " ucap Anggara


Rara dan sahabat²nya pun berhenti melangkah dan berbalik menghadap anggara


" Kenapa lagi? " tanya Rara


" Gue hanya mau mengucapkan terima kasih kepada kalian udah mau nolongin kita kalau nggak ada kalian kita nggak tau nasib kita gimana tadi " ucap Anggara tersenyum


" Gue nggak salah denger kan guys dia mengucapkan terima kasih sama kita? " ucap faranisa heran


" Sama², nggak ada lagi kan yang mau diucapkan kita harus pulang sekarang " ucap Rara


" Kita minta maaf selama ini kita salah sangka sama kalian dan selalu mencari masalah sama kalian, apa kalian mau berteman sama kita? " ucap wahyu tersenyum


Rara dan sahabatnya hanya melirik satu sama lain, rara menyenggol tangan tiara, tiara mengerti kode dari rara dia pun menjawab


" Kita udah maafin kalian kok, maafin kita juga ya, mulai sekarang kita bisa berteman " ucap tiara tersenyum


" Iya gara² masalah kemarin kalian jadi putus sama pacar² kalian maaf ya kita nggak ada maksud buat kalian putus " ucap rara tersenyum


" Nggak apa² kok malahan kita jadi tau kalau mereka bukan cewek yang tepat buat kita " Anggara tersenyum


" Bagus deh kalau kalian bisa mengerti " ucap Rara


" Kalau begitu kita pulang duluan ya, kalian bisa pulang kan atau masih ada yang sakit? " sambung Rara


" Kita masih bisa pulang kok walaupun masih sakit sedikit sih " ucap Anggara


" Mau kita anterin nggak? " ucap rara


" Nggak usah deh kita bisa pulang sendiri " ucap Anggara


" Yaudah kalau gitu kita pulang duluan ya bye " ucap tiara lalu masuk kedalam mobil