Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
BERANTEM LAGI



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


Selamat hari raya Idul Adha, mohon maaf lahir dan batin guys 🙏🥰


** selamat membaca **


Setelah kepergian nesya, faranisa, refina ke kelasnya rara dan yang lain melanjutkan makannya


" masa kamu gak makan apa² sih yng terus makanan tadi bukannya punya kamu? " tanya anggara


" iya sih semenjak lihat kamu aku jadi kenyang " ucap rara bercanda


" sejak kapan kamu bisa ngegombal gini? " ucap anggara menggelitiki rara


" sejak jauh dari kamu " ucap rara menahan tangan anggara yang menggelitikinya


" kok gitu " ucap anggara


" nafsu makanku jadi hilang kepikiran kamu mulu " gombal rara


" uhuk.. uhuk.. keselek gue lama² disini " ledek tiara


" apaan sih lo tiara tuh yang disamping jangan di anggurin kasian tau selama gak ada lo kan dia jones " ledek rara


" mulai yaa lo raa ledekin gue ketularan revan ya lo.. perasaan lo gak serese ini kemarin " ucap wahyu


" iya kali kak " canda rara sambil tertawa


" kok jadi gua sih, rese lo pada emang gue penyakit apa pakek menular " ucap revano membuat semuanya tertawa


" kasian tau kak revan kalian ledekin " bela tiara


" kenapa kamu bela dia sih sayang " protes wahyu


" kan kasian sayang dia kan gak ada pasangan tuh sekarang, gak ada yang belain dia juga masa kamu tega sih sama sahabat sendiri.. nanti dia nangis loh berasa jones " ledek tiara


" sama aja lo.. gua kira mau belain gua beneran itu sama aja lo ngeledekin juga, untung lo sahabat pacar gua kalo gak habis lo sama gua" ucap revano kesal


" berani lo habisini dia, lo yang gue lemparin ke lantai biar tulang lo pindah posisi " ucap rara bercanda


" yaampun pacar² kalian pada sadis yaa ngeri gue " ucap revano


" ternyata cuma nesya yang mau belain gua, diakan perempuan yang paling sayang sama gua " ucap revano bangga


" kepede'an lo kak, nesya pasti milih kita daripada lo " ledek rara


" benar tu waktu berantem aja dia lebih milih sahabatnya dibandingkan percaya kata² lo " ledek anggara


" kok lo malah bela mereka sih, itukan kemarin kalo sekarang pasti dia milih gua " ucap revano


" udah sayang jangan di ladenin dia, biar aku suapin yaa " ucap rara menyendokkan bakso kedalam mulut anggara begitupun tiara dan wahyu


" mereka balas dendam nih guys " ledek revano


" iya nih mentang² sekarang kita gak ada pasangan jadi gitu deh " ucap aditya


" iri yaa kak.. kasian " ledek rara


" sayang biar aku suapin yaa " ucap anggara sengaja memanasi sahabatnya


" rese lo gar mesra²an di depan gua lagi, mending kita pisah meja aja yuk " protes revano


" jangan dong.. " cegah rara terpotong karna ada yang berteriak


" ada berita heboh guys " teriak seorang laki² kepada teman²nya yang sedang makan di kantin membuat rara dan yang lain menatapnya penasaran


" ada apa lo teriak² gitu " tanya teman laki² itu


" geng stevani berantem sama cewek kampus ini juga mereka bertiga mana cewek²nya cantik semua " ucap laki² itu membuat rara dan tiara saling pandang


" kayaknya tu cewek habis deh di buat stevani " ucap laki² itu membuat rara dan tiara kaget langsung berdiri


" rara dan tiara kenapa kok jadi teriak gitu? " tanya anggara


" jangan² yang di katakan dia tadi mereka lagi " ucap wahyu buru² berdiri dan mengejar pacarnya disusul dengan sahabat²nya kecuali anggara karna ia harus membayar makanan terlebih dahulu


***


" dasar cewek gatel! gak tau diri lo! " ucap stevani sambil menampar muka nesya


" lo yang cewek gatel dan gak tau diri " ucap rara sambil menahan tangan stevani yang hendak menampar nesya


" lo lagi lo lagi! gak pergi² lo dari kampus ini! muak gue lama² lihat muka lo! " ucap stevani


" lo yang harusnya pergi dari kampus milik keluarga gue! " ucap rara sambil menghempaskan tangan stevani


" lo mimpi ketinggian sih sadar woy! jatuh sakit lo " ledek stevani


" lo yang seharusnya sadar dan ngaca, lo yang gak tau malu banget! mau ngambil pacar orang seenak lo pakek ngancam lagi emang lo siapa hah?! atau emang gak punya malu lo yaa dan sok berkuasa lagi di kampus milik keluarga gue! " ledek rara balik sambil tertawa meremehkan


" kalo gue jadi lo yaa gue udah pulang dan nangis di bawah bantal " ledek rara membuat semuanya tertawa


" mau lo apa sih! " ucap stevani mulai kesal


" seharusnya gue yang tanya itu ke lo! " ucap rara sambil melipat kedua tangannya di dada


" gue gak akan ganggu kalian lagi asal kalian mutusin wahyu dan sahabat²nya " ucap stevani sinis


" itu gak akan terjadi! gue dan sahabat² gue gak akan ngelepasin mereka buat kalian cewek² gak tau malu! " ucap rara


" jadi lo nantangin gue?! " ucap stevani kesal


" gue gak nantangin lo tapi lo sendiri yang nyari masalah sama kita, karna masalah mereka itu akan jadi masalah gue juga! gue gak akan biarin lo sentuh mereka lagi dengan tangan kotor lo itu! kalo itu terjadi gue gak jamin posisi tangan lo masih ditempatnya " ancam rara geram


" jadi lo ngancam gue! sorry.. gue gak mempan sama ancaman lo! terserah gue mau ngelakuin apa sama mereka dan itu bukan urusan lo! " ucap stevani


" lo budeg yaa? tadi kan gue ngomong urusan mereka akan jadi urusan gue! makanya punya kuping itu di pasang jangan buat hiasan aja! lo cewek tapi kasar banget melebihi cowok tau gak! cowok gak akan betah lihat kelakuan lo yang brutal begini gak punya malu lagi! " ledek rara


" awas ya lo! tunggu pembalasan gue ingat itu! kali ini gue ngalah tapi besok² itu gak akan terjadi! " ucap stevani lalu pergi meninggalkan mereka semua


" kamu gak apa²kan? ada yang sakit? " tanya anggara baru menghampiri rara


" gak papa kok, aku baik² aja " ucap rara


" lo gak papa sya? " tanya rara khawatir melihat muka nesya memerah


" pipi gue sakit raa " ucap nesya sambil memegang pipinya yang merah


" ikut gue yuk biar gue obatin " ucap rara menarik tangan nesya


" tiara lo urus refina dan fara yaa gue urus nesya


" kak revan tolong belikan es batu dong " ucap rara


" oke raa, bentar yaa " ucap revano langsung pergi


" raa gue mau ngomng sama lo berdua aja " ucap nesya menarik tangan rara


" ada apa sya? " tanya rara kaget


" gue gak kuat lagi raa kalo harus di siksa begini lebih baik gue tinggalin revano selamanya kalo emang itu mau dia " ucap nesya sambil menangis


" gue tau ini sangat menyakitkan buat lo tapi lo harus pikirin baik² jangan sampai salah mengambil keputusan nanti lo nyesal seperti gue kemarin " ucap rara menasehati nesya


" tapi raa.. " bantah nesya


" sya lo jangan takut sama dia gue akan ngelindungi lo, munculin keberanian lo dong buat lawan dia jangan lemah seperti ini mana nesya yang gue kenal? dia gak mudah putus asa begini? " ucap rara


" rara gue takut " ucap nesya menangis sambil memeluk rara