Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
KEBENARAN (2)



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


** selamat membaca **


Setelah mendengar penjelasan kania rara menjadi syok dan membuat tiara panik


" lo kenapa raa? " tanya tiara panik dan rara masih terdiam


" raa.. jawab pertanyaan gue lo kenapa? " tanya tiara lagi sambil menggoyangkan kedua bahu rara membuatnya sadar kembali


" gue.. gue.. " ucap rara terbatah²


" siapa yang nelpon lo barusan? dia bilang apa sama lo? kenapa lo jadi diam gini? " ucap tiara panik


" gue gak papa kok cuma syok aja " ucap rara sambil minum jus yang dia pesan tadi


" syok kenapa? emang siapa yang nelpon lo tadi? " tanya tiara kepo


" lo masih ingatkan gue pernah cerita sama lo dan yang lain tentang perempuan yang di bonceng anggara waktu itu? " tanya rara


" iya, gue inget.. kenapa ra? " jawab tiara


" dia yang nelpon gue " ucap rara


" dia bilang apa sama lo? apa dia ngancam lo? " tanya tiara mulai kesal


" gak! malah dia yang bilang sama gue waktu kejadian itu anggara kebetulan lewat dan nolongin dia yang gue lihat waktu itu ternyata cuma salah paham, anggara cuma bawa dia kabur dari preman yang mengejar mereka dan dia merasa bersalah udah buat gue dan anggara saling jauh sekarang " ucap rara


" apa ini cuma akal²an mereka aja? lo ingatkan mereka pernah melabrak dan mengancam kita? apa ini salah satu rencana mereka? " tanya tiara


" gue rasa dia jujur deh, dia juga takut sama stevani perempuan yang mengancam kita waktu itu, dia terpaksa mendekati anggara karna ancaman stevani di bully habis²an kalo gak ikutin kemauan dia " ucap rara


" gue juga dari awal udah merasa ada yang aneh kenapa tiba² mereka bilang sama kita kalo wahyu dan sahabat²nya suka sama stevani dan teman²nya, gak mungkin dong secepat itu mereka berpaling dari kita?! " ucap tiara


" dengan bodohnya kita malah percaya perkataan mereka, gue hampir aja kehilangan cowok yang bener² sayang sama gue " ucap rara sambil mengusap mukanya dengan kasar


" gue nyesal udah cuekin wahyu.. gue harus gimana nih? " rengek tiara sambil merebahkan kepalanya ke bahu rara


" gue juga gak tau, selera makan gue udah hilang.. kita pulang yuk " ucap rara sambil mengambil uang dari dompetnya


setelah membayar makanan yang mereka pesan tadi mereka segera pulang dan merebahkan badannya di tempat tidur


" gue gak tau lagi harus gimana udah dua kali gue ngelakuin hal yang sama karna cemburu?! " ucap rara sambil berguling² di atas tempat tidur


" galau sih galau raa tapi gak kayak gitu juga kali udah kayak dadar gulung lo begitu " ledek tiara melihat kelakuan sahabatnya


" handphone lo bunyi lagi tu? " ucap tiara mendengar suara dari handphone rara


" siapa lagi sih? gak tau apa gue lagi galau! " gerutu rara sambil menjawab panggilan tersebut


" jawab vidcall gue! " ucap nesya kesal


" ada apa sih sya?! " tanya rara menjawab vidcall nesya


" lo kemana aja sih? gue vidcall dari tadi gak di jawab²? " ucap nesya


" gue baru sampai di apartemen, ada apa? " ucap rara


" gue mau lanjutin yang tadi, tunggu ya gue sambung 4 dulu " ucap nesya


" terserah lo deh sya " ucap rara sambil duduk di tempat tidurnya


" jadi gini raa sebenarnya cewek² yang melabrak kita waktu itu suka sama pacar² kita terus mereka sengaja buat kita marah biar kita putus sama mereka, dan ini semua akal² mereka aja biar kita salah paham " ucap nesya


" udah tau syaa lo telat sih ngasih infonya " ucap tiara tiba² muncul


" lo tau dari mana? " tanya nesya


" maksud lo kania? " tanya faranisa memastikan


" iya " ucap tiara dan rara berbarengan


" oh.. pantesan dia minta nomor handphone rara, dia juga yang ngasih tau kita, tanpa sepengetahuan stevani si cewek rese itu " ucap nesya


" gue gak nyangka banget segitu liciknya dia sampai mau misahin kita " ucap refina


" tunggu gue balik gue pasti balas mereka awas aja " ucap rara geram


" gue udah baikan sama revano " ucap nesya senang


" gue juga 😁 " ucap faranisa dan refina berbarengan


" ciee.. yang udah baikan enak dong bisa pacaran lagi " ledek tiara


" iya dong bisa berduaan lagi " ucap nesya


" kasian yaa yang LDRan " ledek faranisa


" mulai jahil lo yaa.. awas ya lo pada gue pulang pasti gue bales " ucap tiara


" oh.. iya ra gue mau ngasih tau lo dari kemarin² tapi lo gak ada kabar gue kasian sama kak anggara dia berubah banget semenjak lo pergi sampai sekarang tampilannya jadi acak²an seperti orang frustasi " ucap nesya


" iya raa dia udah gak ganteng lagi seperti dulu " ucap refina


" bahkan cewek² yang suka sama dia, dia tolak habis²an dengan alasan dia setia sama lo " ucap faranisa


" gue semakin yakin dia cinta banget sama lo raa, cuma lo yang dia cinta dan gak mau berpaling ke yang lain padahal banyak loh cewek cantik yang deketin dia " ucap nesya


" kalian semakin buat gue galau tau gak! " ucap rara


" iya nih dia udah kayak dadar gulung tau gak guling² di tempat tidur " ledek tiara


" haha dia galau ternyata besok gue kasih tau kak anggara ahh biar dia tau kelakuan lo seperti apa " ledek nesya


" apaan sih jangan kasih tau dia dong " ucap rara


" biarin! biar dia tau kelakuan pacarnya seperti apa? " ledek nesya


" awas aja ya dia sampai tau gue marah besar sama lo! " ucap rara mengancam nesya


" jangan gitu dong raa.. iya² gue janji gak ngasih tau dia " ucap nesya menyerah


" jadi gak kita pergi ke mall tiara? sekalian beli kartu buat lo? " tanya rara sengaja mengalihkan pembicaraan dengan cara memanasi nesya karna nesya suka sekali jika di ajak ke mall


" ke mall? ikut dong? " ucap nesya terpancing


" gak boleh! apartemen kita bagus banget ada mall juga di sini, semua yang kita mau ada juga " ucap tiara sengaja memancing nesya


" ihhh lo sengaja banget udah tau gue gak bisa nolak kalo di ajak ke mall masih aja kalian manasin gue " ucap nesya kesal


" kapan² aja yaa.. disini juga banyak tu cowok bule ganteng banget malah, kayaknya dia juga tinggal di apartemen ini juga " ucap rara semakin memanasi nesya


" dadah sya kita pergi dulu ya samperin mereka byee muah.. muahh.. " ucap tiara langsung mematikan vidcallnya


setelah memanasi nesya, rara dan tiara tertawa terbahak² melihat ekspresi kesal nesya


" lucu juga ya ngerjain dia " ucap tiara masih tertawa


" iya.. kapan² kita kerjain dia lagi yaa " ucap rara tertawa


" jahat banget sih sama sahabat sendiri masa di kerjain " ucap tiara tertawa


" biarin, lo juga " ucap rara tertawa