Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
BUJUKIN PAPI



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys,


jangan silent reader please 🙏🙏


Terimakasih 😘🥰😍


** selamat membaca **


Rara menuruni tangga dengan perlahan² agar tidak jatuh dari tangga, ia menuju meja makan


* ruang makan *


" kamu kenapa dek kok lesu banget mukanya? kamu sakit? " tanya reno sambil melihat rara tak bersemangat


" gakpapa kok kak rara cuma ngantuk aja " ucap rara sambil menguap


" bukannya kamu udah tidur dari sore tadi kata bik inah " ucap mami


" iya mi tapi masih ngantuk " ucap rara


" cuci muka dulu gih nak biar ngantuknya hilang " saran papi tak tega melihat anaknya sulit untuk membuka matanya


" iya pi " ucap rara berdiri sambil melangkahkan kakinya ke kamar mandi di dekat dapur


setelah mencuci muka rara kembali lagi kemeja makan


" kamu gak mandi ya dek? " tanya reno


" rara aja baru bangun kak gimana mau mandi " ucap rara


" udah² lanjutin makannya nak nanti aja ngobrolnya " ucap mami


" iya mi " ucap rara dan reno berbarengan


setelah makan mereka menuju ruang keluarga dan menonton tv di sana


" papi.. " panggil rara sambil duduk di dekat papinya


" kenapa nak? " tanya papi sambil mengelus rambut rara


" papi kenal gak dengan pemilik perusahaan Adichandra group? " tanya rara


" kenal, kenapa nak? " tanya balik papi


" perusahaan itu mau bangkrut ya pi? " tanya rara memastikan


" papi denger sih gitu tapi perusahaan Ariendra group membantu perusahaannya " ucap papi


" siapa nama pemiliknya pi? " tanya rara


" kalo gak salah namanya Rendy Ariendra " ucap papi rara membuat rara terkejut


" berarti benar yang dikata indah kemarin" ucap rara dalam hati


" kenapa nak kok kamu kaget gitu? " tanya papi penasaran


" gak papa kok pi " ucap rara tersenyum


" perusahaan itu hampir bangkrut dua bulan yang lalu tapi papi yang menolong perusahaan rendy, papi menanam saham 70% di sana, secara gak langsung perusahaan itu bisa jadi milik kita bahkan papi juga bisa menarik kembali saham atau uang yang udah papi keluarkan ke perusahaan itu dan membuat perusahaan itu kembali dalam masalah seperti sebelumnya " ucap papi


" akhirnya gue punya cara untuk bantu kak wahyu " ucap rara senang dalam hati


" kenapa kamu jadi senang gini mukanya dan sejak kapan anak papi yang cantik ini ingin tau tentang perusahaan? " tanya papi penasaran


" kata papi kita harus tolong menolongkan? apalagi menolong orang yang lagi kesusahan? " tanya rara


" iya, memang seharusnya begitu " ucap papi


" papi maukan menolong temennya rara? " tanya rara


" perusahaan yang rara tanya tadi pi kan lagi dalam masalah dan hampir bangkrut " ucap rara membuat papi bingung


" maksud kamu gimana sih papi jadi bingung yang harus di bantu dimananya? " tanya papi


" gini pi perusahaan Adichandra group itu perusahaan papanya temen rara, dia lagi kesusahan papi maukan menolong perusahaan itu? " tanya rara


" perusahaan itu kan udah ada yang bantu, papi harus bantu gimana lagi? " tanya papi


" anak pemilik Ariendra group itu musuhnya rara pi dia memanfaatkan kebangkrutan Adichandra group untuk menjodohkan anaknya dengan anak pemilik perusahaan Adichandra group itu " jawab rara


" trus papi harus gimana? " tanya papi


" papi ambil alih aja, papi bantuin perusahaan Adichandra group biar kembali seperti semula dan papi bisa kerja sama sama mereka, kasian temen rara dia gak mau di jodohkan dengan musuh rara itu, ayolah pi bantuin rara gagalin rencana perjodohan itu, kata papi kita harus tolong menolong " ucap rara merayu papinya


" hmm... gimana ya? " ucap papi pura² berpikir padahal ia setuju untuk membantu, ia tidak akan pernah menolak keinginan putri kesayangannya


" please papi.. bantuin mereka.. rara janji deh liburan nanti rara gak kemana² dan gak minta yang macam² lagi asal papi tolongin mereka yaa " rengek rara memohon pada papinya itu


" baiklah papi akan bantu kamu asal nilai kamu tidak menurun dan tahun depan daftar kuliah di Harvard University? " tanya papi


" yaudah deh rara mau kuliah di sana asal papi ikutin keinginan rara " ucap rara


" nah gitu dong itu baru putri kesayangan papi, apapun keinginan kamu pasti papi turutin " ucap papi memeluk putri kesayangannya


" berarti tahun depan setelah rara lulus sekolah rara pisah dong dari kalian " ucap rara sedih


" jangan sedih gitu dong papi dan mami akan sering² kunjungin kamu disana nak " ucap papi mengelus kepala rara


" kakak juga dek " ucap reno tiba² muncul dari arah dapur


" janji ya sama rara kalian harus sering² kesana kalo bisa 3 atau 4 kali dalam sebulan gak boleh kurang " ucap rara manja


" itu mah seminggu sekali namanya gimana sih kamu dek " ledek reno


" biarin mau seminggu sekali atau apapun itu rara gak peduli, pokoknya harus kalo gak rara gak mau " ucap rara pura² ngambek


" lihat nih anak kamu mi belum tinggal di sana ada aja permintaannya " ledek papi sambil menggeleng melihat kelakuan putrinya itu


" iya sayang lagian kamu gak sendiri disana gak usah takut, kamu harus mulai belajar mandiri dan harus terbiasa lagi gak ada kami disana bangunnya jangan kesiangan terus " ucap mami menasehati anaknya


" iya dek kakak aja bisa tanpa mami dan papi kenapa kamu nggak, enak tau tinggal disana " ledek reno


" kakakkan beda sama rara " rengek rara


" apanya yang beda sih dek " ucap reno


" ya beda aja pokoknya kak " ucap rara bingung mau melawan perkataan kakaknya itu


" udah² jangan berantem tidur gih udah malam, gak baik tidurnya kemalaman dan gak bagus untuk kesehatan kalian, mulai besok dan seterusnya kamu harus belajar bangun pagi tanpa mami atau bik inah yang bangunin, oke nak? " ucap mami kepada kedua anaknya


" reno kan udah besar mi kenapa masih diatur² sih " ucap reno ngambek


" memang kamu sudah besar tapi kesehatan kamu harus dijaga nak tidur kemalaman itu tidak bagus dan paginya kamu pasti mengantuk karna kekurangan tidur, pagi besok kamu harus bekerja, atur sendiri pola tidur kalian mulai sekarang karna kalian sudah besar mami tidak akan membangunkan kalian, jangan salahkan mami jika kalian kesiangan ke sekolah ataupun bekerja " ucap mami


" mami kok gitu sih " protes rara


" mami ingin kalian mandiri nak, ikutin kata mami jika kalian mau sukses " ucap mami


" baik mi " ucap rara dan reno berbarengan


" sekarang masuk kedalam kamar kalian dan beristirahatlah " ucap mami dan kedua anaknya menuruti perkataannya


" jangan terlalu keras sama mereka mi " ucap papi membela kedua anaknya


" sebenarnya mami tidak tega pi tapi mami hanya ingin mendidik mereka biar gak manja dan bergantung pada kita terus " ucap mami


" ternyata papi gak salah pilih mami jadi ibu dari anak²ku, makasih ya mi aku bangga sama kamu semoga kamu bisa mendidik mereka ya " ucap papi membuat mami tersenyum sambil memeluknya