
* Ruang makan *
" pagi mi " ucap rara sambil mencium kedua pipi maminya
" pagi sayang " ucap mami tersenyum
" papi mana mi kok nggak kelihatan? " tanya rara sambil mencari keberadaan papinya
" papi pergi dari subuh tadi sayang ada urusan mendadak katanya " jawab mami
" oh, kapan pulangnya mi? " tanya rara lagi
" lusa kata papi sayang " jawab mami
" oh iya mi rara hari ini nggak bawa mobil ya " ucap rara
" tumben kamu mau di anter aja? " tanya mami
" nggak mi, kak anggara yang jemput aku hari ini " jawab rara
" tumben dia jemput kamu? kamu udah jadian ya sama dia? " tanya mami
" Iya mi 😁 " ucap rara
" mami izinin kamu pacaran sama dia tapi inget pesan mami jangan kelewat batas, sesayang apapun kamu sama laki² jangan mau diapa²in jaga kehormatan kamu dan jaga nama baik keluarga kita, ingat itu rara! " ucap mami
" siap mami rara akan turutin semua nasehat mami, terimakasih mamiku sayang " ucap rara sambil memeluk maminya
" Yaudah sekarang kamu lanjutin sarapannya " ucap mami
" maaf non nyonya di luar ada tamu laki² katanya mau jemput non " ucap bik inah
" oh iya bik nanti rara kesana, makasih ya bik " ucap rara
" sama² non " ucap bik inah sambil menuju dapur
" mi rara pergi sekolah dulu ya, bye mami " ucap rara sambil menyalim tangan maminya
* teras rumah *
" pagi tuan putri " sapa anggara
" pagi, kamu kenapa nggak masuk aja " ucap rara
" nggak papa nggak enak juga ganggu kamu sama tante lagi makan " ucap anggara
" nggak papa kok masuk aja sekalian kita makan bareng " ucap rara
" lain kali aja, lagian aku udah sarapan tadi di rumah " ucap anggara sambil memberikan helm buat rara
" makasih " ucap rara sambil memakai helm
" ayo naik " ucap anggara kepada rara dan anggara melajukan motornya
" kamu tau dari mana rumah aku? " tanya rara
" dari wahyu sayang " ucap anggara
" tu mereka udah pada ngumpul " ucap anggara kepada wahyu dan sahabat²nya yang sedang berkumpul di depan rumah refina berdepanan dengan rumah rara
" jadi kalian barengan kesininya? " tanya rara kepada anggara
" Iya sayang, kalo nggak barengan mana tau aku rumah kamu dimana " ucap anggara
" sorry ya lama " ucap anggara kepada temen²nya
" santai aja kak udah biasa kok nungguinnya apa lagi kalo jemput rara pasti lama " ucap tiara
" iya kak lihat aja kita sering telat tu karna nungguin dia lama banget " ucap faranisa
" pantesan kalian sering dihukum dan masuk ruang BK " ucap wahyu
" iya juga sih.. tpi kan kita sering kena hukum bukan karna terlambat aja " ucap tiara
" emangnya kalian ngapain aja? " tanya wahyu
" sebelum kita baikan rara sering banget berantem sama kak anggara sampai² moodnya hilang buat belajar ya dia nggak masuklah sama guru killer itu trus kena hukum deh, kita nggak tega dia di hukum sendirian ya namanya juga sahabat kita bantu eh tau² ada mantan pacar kalian lihat dan ngadu ke guru killer ya kita kena hukum juga lah dan masuk ke ruang BK " ucap tiara kesal sambil menekan kata mantan karena cemburu
" santai aja dong sebut mantan jangan cemburu gitu dia kan masalalu yang harus dilupain " jelas wahyu agar tiara tidak cemburu lagi
" iya tiara ngapain kamu bahas cewek itu lagi sih " ucap aditya
" udah² kenapa pada bahas itu sihh mendingan kita otw ke sekolah nanti telat pada nyalahin gue lagi " ucap rara
" ayo guys, kita duluan ya " ucap anggara
merekapun melajukan motornya menuju sekolah dengan beriringan, sesampainya di sekolah mereka memarkirkan motornya bersebelahan, diparkiran mereka bertemu dengan agnes beserta gengnya seperti biasa mereka menghadang rara dan sahabat²nya
" mau apa lagi ni lampir " ucap rara geram
" iya ni buat kesabaran gue habis aja " ucap tiara
" gue rasa mereka mau cari masalah lagi nih sama kita " ucap nesya
" cuekin aja guys kita langsung masuk nggak usah perduliin mereka " ucap rara sambil menggandeng tangan anggara menuju kelas mereka, agnes beserta gengnya tampak kesal karena perlakuan rara dan sahabat²nya yang tidak merespon ucapannya
* depan kelas *
" hahaha senang banget gue lihat ekspresi wajah agnes kesal gitu " ucap tiara tertawa terbahak²
" iya apalagi sampe merah gitu mukanya nahan marah " ucap faranisa sambil tertawa
" Ide lo tumben bagus ra " ucap nesya tertawa sambil mengacungkan kedua jempolnya
" ide² gue kn emang bagus lo pada aja yg nggak sadar " ucap rara tertawa
" iya deh lo emang pinter dalam segala hal " ucap refina tertawa
" tumben lo muji gue pasti ada maunya nih " ucap rara bercanda
" di puji salah nggak di puji salah juga mau lo apasih " ucap refina kesal
" ughh cabatku malahh serem ihh " ucap rara bercanda sambil menirukan suara anak kecil
" udah ahh nggak baik tau gibahin orang lain seperti itu " ucap anggara membela agnes
" betul tuh kenapa kalian nggak baikan aja biar nambah temen " ucap wahyu membela agnes
" kenapa kalian pada belain agnes sih bukannya kita! pacar kalian sendiri! " ucap tiara kesal sambil melipat tangannya kedada
" iya nih jangan² kalian mulai suka sama mereka? " ucap rara mulai kesal
" bukannya gitu coba deh kalian pikir maksud anggara sama wahyu itu baik, biar kalian nggak ada musuh lagi " ucap aditya membela wahyu dan anggara
" tau ahh " ucap rara ngambek sambil masuk kedalam kelas disusul dengan tiara
" kamu kenapa sih kok jadi gini? " tanya faranisa membela rara dan tiara
" bukannya aku mau bela musuh kamu sayang tapi emang bener yang dikatain mereka " ucap aditya
" Terserah kamu mau bilang apa bagiku kamu tetap aja belain dia " ucap faranisa kesal sambil menyusul rara dan tiara
" kenapa mereka pada ngambek sih? " tanya wahyu heran pada kelakuan pacar dan sahabat²nya
" mereka itu memang gitu kak sensitif banget kalo bahas musuhnya apalagi orang yang mereka sayang membela musuhnya pasti marah banget untuk menghindari pertengkaran ya menghindar seperti itu " jelas nesya
" iya kak sabar aja ya menghadapi mereka " ucap refina
" yaudah deh biarin mereka tenang dulu, kita pamit ke klas ya " ucap anggara kepada nesya dan refina
" iya kak " ucap refina dan nesya berbarengan