
Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰
...** selamat membaca **...
" ra.. " panggil sahabat² rara
" kita harus saling memaafkan guys dulu mereka udah nyakitin kita tapi kita gak boleh menaruh dendam sama mereka, lupakan masa lalu yang pahit dan kita mulai yang baru, gak salahkan kita berdamai dengan mantan? " ucap rara membuat sahabat²nya menjadi terdiam
" yaudah deh kita mau berdamai sama mereka tapi awas aja ya kalian seperti dulu lagi kita gak akan sudi punya teman seperti kalian " ancam nesya memperingati mereka semua
" gak akan, kita janji sama kalian " ucap alex sambil tersenyum
" makasih semuanya, makasih ya ra berkat lo mereka mau maafin kita " ucap rendy kemudian langsung memeluk erat rara
" sama² ren " ucap rara tersenyum tanpa membalas pelukan rendy
" gue akan mencoba menghapus rasa sakit hati gue sama lo ren, gue tau ini gak mudah buat gue dan sahabat² gue tapi gue gak mau bermusuhan lama² sama lo, ntah karna masih ada rasa atau gue emang udah ikhlasin semuanya, semoga aja lo dan temen² lo benar² berubah ya " ucap rara dalam hati
" hm ren.. tolong lepasin dong sesak ni nafas gue " ucap rara membuat rendy segera melepaskan pelukannya
" sorry raa aku terlalu happy " ucap rendy cengengesan
" gua juga minta maaf sama kalian semua ya, dulu gua udah kasar sama kalian " ucap alex tersenyum sambil mengulurkan tangannya
" gua juga minta maaf ya " ucap ronald (mantan tiara)
" gua juga minta maaf " ucap randa (mantan refina
" gua juga minta maaf, dulu gua sering banget bentak kalian " ucap arkan (mantan faranisa)
" kita juga minta maaf sama kalian semua " ucap tiara mewakili semua sahabatnya
" sekarang kita udah berteman ya " ucap rendy dengan senyum manisnya
" iya " ucap tiara tersenyum
" lusa besok kita semua akan kembali New York sebagai teman kalian anterin kita ya ke bandara, gua pengen ketika pergi nanti gak ada lagi beban dan rasa bersalah yang tertinggal di sini " ucap rendy tulus sambil tersenyum
" oke.. gak masalah " ucap rara tersenyum
tanpa rara dan sahabat²nya sadari dari kejauhan ada yang mengawasi mereka, dari awal mereka menghampiri rombongan rendy hingga sekarang yang tak lain adalah anggara dan sahabat²nya, mereka terlihat sangat cemburu melihat kedekatan antara rara dan sahabat²nya bersama laki² lain
" siapa sih cowok itu gar? kelihatannya akrab banget sama mereka ber5 " ucap wahyu terlihat kesal
" mana gua tau " ucap anggara ketus
" samperin yuk " ajak revano yang tak bisa menahan kekesalannya
" yuk.. daripada penasaran mending samperin mereka " ucap aditya langsung berdiri dari tempat duduknya
" ehem.. " tegur wahyu membuat semuanya melihat ke arahnya
" seperti kenal suara itu.. yaampun.. gue lupa lagi tadikan ada anggara disini.. jangan² tadi dia lihat rendy meluk gue lagi, gawat " ucap rara dalam hati panik
" kayaknya gue kenal deh sama suara itu " bisik tiara kepada rara
" itu pasti mereka, gimana nih pasti anggara marah sama gue karna rendy meluk gue tadi " bisik rara kepada tiara yang berdiri disebelahnya
" mana gue tau raa, wahyu juga pasti marah nih sama gue secara tadikan ronald pegang tangan gue " bisik tiara takut
" pura² gak tau aja deh tia " ajak rara dengan mengumpulkan keberanian mereka perlahan menghadap ke arah anggara dan sahabat²nya yang terlihat sangat marah
" eh ada kak wahyu dan yang lain " tegur nesya canggung
" mereka siapa? " tanya anggara terlihat cemburu
" eh sayang.. sejak kapan kamu disitu? " tanya rara berusaha mengalihkan pembicaraan
" jangan mengalihkan pembicaraan, jawab pertanyaan aku ra! " ucap anggara semakin terlihat kesal
" santai dong bro jangan marah² gitu sama cewek " ucap rendy membela rara
" udah ren gue gak papa " ucap rara menenangkan rendy yang mulai terpancing amarah
" sayang kenalin dia rendy " ucap rara memperkenalkan rendy kepada anggara
" dan rendy kenalin ini anggara tunangan aku " ucap rara memperkenalkan rendy kepada anggara
" gua rendy mantannya rara " ucap rendy sambil mengulurkan tangannya dan menatap sinis anggara
" gua anggara calon suami rara " ucap anggara sambil menjabat tangan rendy dan menatap sinis kembali matanya
" aduh bisa perang dunia ketiga nih tatapan mereka bikin gue takut, yang satu mantan yang satu tunangan sama² pernah buat gue jatuh cinta, gue jadi serba salah sekarang, gue harus lerai mereka " ucap rara dalam hati
" apa²an sih kalian jangan berantem dong!sebaiknya kamu pulang aja ren, aku gak mau lihat kalian berantem disini " ucap rara membujuk rendy agar segera pergi
" oke, aku pulang dulu ya ra, jaga diri kamu baik² dan jangan lupa lusa nanti, kalo dia jahatin kamu, kamu bilang sama aku! " pamit rendy sambil memeluk rara sekilas
" oke, hati² di jalan " ucap rara tersenyum canggung
" kita pamit dulu ya semuanya " pamit rendy dan teman²nya
" ngapain kamu ketemuan sama mantan kamu itu?! " ucap anggara sambil menaikkan suaranya
" kita gak sengaja bertemu disini yang, sebenarnya tadi kita mau nyamperin kalian tapi kayaknya lagi meeting, kita gak mau ganggu kebetulan mereka ada disini yaudah deh kita ngobrol sebentar sama mereka " ucap rara menjelaskan
" lusa dia mau balik ke luar negeri, pelukan tadi sebagai tanda perpisahan kok, kamu jangan cemburu gitu dong, aku sama dia gak ada apa² lagi semua udah selesai! " ucap rara manja sambil memeluk lengan anggara
" aku gak suka lihat calon istri aku di peluk laki² lain! " ucap anggara tegas
" maaf ya lain kali gak kok, btw aku suka deh lihat kamu cemburuan gini lucu jadinya, aku tuh cuma sayang dan cintanya sama kamu doang, dia masa lalu aku dan kamu masa depan aku, aku gak mungkin balikan sama dia lagi.. dihati aku cuma ada kamu jadi jangan cemburuan gitu deh " bujuk rara sambil merayu anggara
" tapi dia mantan kamu! orang yang pernah kamu sayang sebelum aku " bantah anggara tak mau kalah
" yaampun sayang kan udah aku jelasin, percaya dong sama aku, sama mantan gak mesti musuhan kan? cukup jadi teman gak masalah! aku cuma anggap dia sebagai teman gak lebih! " ucap rara meyakinkan anggara
" terserah kamu deh! " ucap anggara kemudian pergi meninggalkan mereka semua
" gue susulin dia dulu ya " pamit rara kemudian pergi menyusul anggara
" sayang?? " panggil rara tak membuat anggara berhenti melangkah
" sayang berhenti dong!! " teriak rara sambil mengejar anggara yang mulai jauh
" aduh kepala gue kenapa tiba² pusing gini yaa? " ucap rara lirih sambil memegang kepalanya dan tiba² pingsan
" rara! " teriak nesya yang melihat rara mulai lemas dan terjatuh ke lantai
" kenapa sya? " tanya refina buru² menghampiri nesya yang berteriak cukup keras
" rara pingsan ref ayo buruan kita tolongin dia " ajak nesya dengan cepat ia berlari menghampiri rara yang terkulai lemas di lantai mall
" aduh gimana nih ngangkatnya? " ucap nesya bingung
" rara bangun! " ucap nesya panik sambil menepuk pelan pipi rara
" gue panggil yang lain dulu ya, lo tunggu di sini! " ucap refina buru² memanggil sahabat²nya yang lain
* didalam cafe *
" kamu dengarin penjelasan aku dulu sayang! " ucap tiara
" aku gak nyangka kamu begini di belakang aku! " ucap wahyu kecewa
" marahnya di pending dulu yaa " ucap refina tiba² datang sambil ngos²an
" lo kenapa ref? " tanya faranisa kaget melihat kedatangan refina
" rara.. rara.. " ucap refina terbata²
" rara kenapa? " tanya tiara mulai panik
" ngomong yang jelas dong! rara kenapa? " ucap faranisa mulai ikut panik
" rara pingsan! " teriak refina
" hah! dimana? " tanya tiara dan faranisa berbarengan
" di depan, buruan kesana! " ajak refina kemudian pergi di susul dengan yang lain
" kok bisa rara pingsan? dia kenapa? " tanya wahyu menghampiri nesya dan rara
" gue gak tau, tiba² gue mau samperin rara eh dia malah lemas dan pingsan " ucap nesya sambil menangis
" nanyanya nanti aja.. buruan angkat rara bawa dia ke rumah sakit sekarang! " ucap tiara panik dan wahyupun langsung mengangkat rara menuju mobilnya
Rara di bawa ke rumah sakit terdekat dan langsung ditangani oleh dokter, tak lama anggara tiba di rumah sakit dengan tampilan yang sangat kacau
" rara kenapa? " tanya anggara cemas
" dia pingsan tadi kak dan sekarang lagi di tangani dokter " ucap tiara sedih
" ini semua gara-gara lo kak! coba aja tadi lo gak pergi rara gak akan pingsan seperti sekarang! " ucap nesya sambil menyeka air matanya
" gue minta maaf seharusnya gue gak egois tadi dan gak pergi dari sana " ucap anggara menyesal
" mangkanya lo itu percaya sama rara! rara itu gak mungkin selingkuh dari lo! kalo dia mau udah dari dulu dia balikan sama rendy bukannya milih jadi tunangan lo! " ucap nesya sambil mengeraskan suaranya
" udah sya ini di rumah sakit, lo bisa ganggu yang lain! " ucap tiara menenangkan nesya yang mulai histeris
" gue kesal sama dia tia coba aja dia percaya sama rara ini semua gak akan terjadi! lo lihat sahabat kita sekarang! dia gak sadarkan diri itu semua gara² dia! " ucap nesya menyalahkan anggara
" sya tolong dong tenangi diri lo, kita juga sedih dan panik tapi kita gak mungkin histeris kayak lo! rara gak papa jangan perkeruh suasana deh, ini semua bukan kesalahan kak anggara sepenuhnya! kita juga salah sya kita yang menghampiri rendy dan teman²nya wajar mereka marah " ucap faranisa membuat nesya langsung terdiam
di saat bersamaan dokter keluar setelah memeriksa keadaan rara dan menemui mereka semua
" di sini ada keluarga pasien? " tanya dokter
" keluarganya lagi di jalan mau kesini dok, saya calon suaminya rara, rara kenapa dok? " ucap anggara penasaran
" pasien cuma kelelahan dan kurangnya asupan sehingga ia lemas dan pingsan, pasien membutuhkan istirahat yang cukup agar kesehatannya segera pulih, anda bisa segera mengurus administrasinya dan mencarikan kamar inap buat pasien " ucap dokter menjelaskan keadaan rara
" baik dok saya akan segera kesana mengurus administrasinya, terimakasih dok " ucap anggara tersenyum
" sama², saya permisi dulu " ucap dokter kemudian pergi
" gua urus administrasinya dulu ya, gua titip rara sebentar sama kalian " ucap anggara kemudian pergi
terimakasih udah mau menunggu kelanjutan novel ini, like dan komennya 🥰