
Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰
...** selamat membaca **...
Setelah beberapa menit rara menelpon seseorang akhirnya ia menyudahi telponnya itu membuat semua orang yang berada disana menatap rara penasaran
" lo nelpon siapa sih ra? " tanya tiara penasaran
" nanti lo pasti tau sendiri " ucap rara tersenyum misterius
" kamu nelpon siapa sih yng? " tanya anggara sambil menatap rara
" ada deh.. kamu kepo ih " canda rara sambil duduk di samping anggara
" kamu gak nelpon laki² lain kan? " tanya anggara mulai cemburu
" ya gak lah ngapain aku nelpon laki² lain kan di samping aku udah ada " jawab rara sambil tertawa
" yaelah gar cemburuan amat lo.. adek gua itu setia gak mungkin dia selingkuhi lo " ucap reno meledek anggara
" iya nih sejak kapan lo jadi cemburuan gini gar " ledek wahyu
" dia takut kali rara di ambil orang secarakan rara tambah cantik sekarang " ledek revano
" apaan sih kalian.. jangan ledekin terus dong kak anggaranya " ucap rara membela anggara
" cieee ngebelain calon suaminya " ledek tiara
" kenapa emangnya? lo iri yaa buruan gih suruh kak wahyu ngelamar lo " ledek balik rara sambil tertawa
" dihh malah ngeledek balik dia, kalo dia beneran sayang dan gak mau kehilangan gue tanpa gue mintapun dia pasti ngelamar gue " jawab tiara tak sadar membuat rara menahan tawanya
" tuh kak wahyu dengar sendirikan tiara bilang apa dia ngode tuh minta di lamar secepatnya, buruan gih nanti keburu di ambil orang loh nyesel " ledek rara membuat semuanya tertawa kecuali tiara
" nih mulut lemes amat kan jadi malu " gumam tiara sambil memukul pelan mulutnya
" aman raa nanti gua lamar tapi dianya mau gak " canda wahyu
" lo gak peka banget sih kak kalo dia gak mau gak mungkin dong dia bicara seperti tadi " ucap rara semakin membuat tiara malu
" gua cuman bercanda kali raa " ucap wahyu sambil tertawa
" nanti yaa sayang aku pasti ngelamar kamu kok tapi tunggu orangtua kamu balik dari luar negeri ya " ucap wahyu serius kepada tiara
" sayang? emang kalian udah balikan? " tanya rara pura² tak tau
" udah dong " ucap wahyu happy
" pantasan tadi waktu di kantor tiara bilang cuma suka sama kak wahyu doang " ucap rara tak sadar dengan cepat tiara menyenggolnya
" ember banget sih mulut lo raa gausah di bilangin juga kali " ucap tiara malu membuat semuanya tertawa
" ya maaf guekan refleks " ucap rara tersenyum tanpa rasa bersalah
" ternyata kita ketinggalan banyak info ref " ucap faranisa kepada refina
" iya nih pokoknya nanti kalian harus ceritain semuanya sama kita biar kita gak tinggalan info lagi " ucap refina pura² kesal
" salah sendiri siapa suruh kalian pergi " canda tiara
" gini nih kalo mereka udah kumpul dunia serasa milik mereka yang lain cuma ngontrak aja " ledek reno kepada rara dan sahabat²nya
" maklumin aja ya anggara, wahyu, aditya, rangga, revano, mereka kalo udah bertemu bawelnya udah ngalahin ibu² " ledek alvaro membuat mereka terdiam
" santai aja kak kita udah terbiasa kok dari dulu dengarin mereka ngobrol begitu " ucap anggara membuat rara menjulurkan lidahnya untuk meledek reno dan alvaro
" rese ya kamu dek awas aja nanti kakak bales " ucap reno kesal
" bales aja rara gak takut tuh 😝 " ucap rara sambil bersembunyi di belakang punggung anggara
" gak takut tapi sembunyi di belakang anggara " ledek reno sambil menaikan sebelah alisnya
saat rara ingin menantang reno tiba² ada yang memanggil nama rara, rara dan yang lainpun menoleh ke sumber suara membuat semuanya bertanya² siapa perempuan itu
" lo udah datang, sini gabung sama kita! " ucap rara sambil menghampiri dan menarik tangan perempuan itu menuju tempat semula
" gue takut ra " bisik perempuan itu
" gak perlu takut kan ada gue " ucap rara menenangkan perempuan itu
" siapa dia ra? " tanya faranisa kepada rara
" iya nih kayaknya gak asing lagi deh dia " ucap tiara
" masa kalian gak kenal sama dia, dari ciri²nya seharusnya kalian tau dong " ucap rara membuat mereka semakin penasaran
" coba kalian perhatiin baik² " ucap rara membuat perempuan itu menggenggam kuat tangannya
" gausah takut " ucap rara sambil menepuk pelan tangan perempuan itu untuk menguatkannya
" dia mirip nesya " ucap refina mulai mengenali perempuan itu
" iya cuman wajahnya sedikit berbeda dan gak mungkin dia nesya, nesyakan udah meninggal " ucap faranisa sambil melipat kedua tangannya di dada
" dia siapa sih ra gue kepo jadinya? " ucap tiara mulai mendekati rara dan perempuan itu
" coba perhatiin lebih dekat kalian pasti tau dia siapa " ucap rara membuat ketiga sahabatnya mendekati rara dan perempuan itu
" gak mungkin! nesya kan udah meninggal! gak mungkin dia hidup kembali jelas² kita ikut makamin dia! " ucap tiara kaget sambil menggeleng² lalu menjauh
" cuma mirip kali gak mungkin dia nesya " ucap faranisa cuek
" tapi mukanya lumayan mirip nesya cuman sedikit ada yang berbeda " ucap refina masih menatap wajah perempuan itu
" dia beneran nesya guys " ucap rara serius membuat semuanya terkejut
" lo pasti bercandakan ra? " ucap tiara tak percaya
" iya nih gak lucu bercanda lo " ucap faranisa tak terima
" gue gak bercanda guys, ini beneran nesya awalnya gue juga kaget dan gak percaya sama seperti kalian tapi mau gimana lagi dia beneran nesya sahabat kita " ucap rara meyakini ketiga sahabatnya
" gak mungkin " ucap refina syok
" iya guys ini beneran gue.. nesya, gue minta maaf sama kalian semua gue gak bermaksud bohongin kalian tentang kematian gue, gue tau gue salah udah gak jujur sama kalian, waktu itu gue masih sakit dan ini semua rencana mimi gue, dia yang nukar posisi gue dengan orang lain yang mukanya mirip sama gue kebetulan dia kecelakaan juga dan meninggal dunia, jujur.. gue gak tau apa² waktu itu ingatan gue sebagian hilang akibat terbentur stir mobil setelah ingatan gue balik dan gue tau semuanya gue sangat syok atas perlakuan mimi terhadap gue dan kalian, gue gak ada niat kok buat bohongin kalian percaya sama gue ya please 🙏🏻 " ucap nesya menceritakan semuanya
" setelah lo tau kenapa lo gak kasih tau kita sya?! tega banget lo bohongin kita bertahun², berat buat kita berpisah sama lo kita udah dari kecil sama² setelah tau lo meninggal hati gue dan lain hancur sya kita kehilangan sahabat yang udah di anggap saudara sendiri, apa persahabatan kita selama ini gak berarti apa² bagi lo sehingga lo rahasiain ini semua dari kita?! gue kecewa sama lo " bentak tiara sambil menahan tangisnya
" gue takut buat nemuin kalian, kalian pasti gak percaya perkataan gue dan gue gak mau kalian benci sama mimi setelah kalian tau semuanya " ucap nesya sambil terisak isak
" gue benar² gak habis pikir sama lo sya, kita udah kenal dari kecil tapi kenapa lo gak mau jujur sama kita? kita ini sahabat sya gak mungkin kita gak percaya sama lo, masalah lo juga masalah kita, kita bisa selesaikan sama², dari dulu kita selalu berbagi suka maupun duka! tapi kenapa sekarang gak?! lo berubah sya, lo bukan nesya yang kita kenal, nesya gak pernah takut menghadapi apapun dan gak pernah bohongi sahabatnya sendiri seperti sekarang! gue kecewa sama lo! " bentak faranisa sambil terisak²
" gue juga kecewa sama lo sya, gue gak nyangka sahabat gue tega melakukan ini " ucap refina sambil menahan tangisnya
" maafin gue 😭 " ucap nesya terisak²
" yang nesya bilang benar, ini bukan murni kesalahan dia, ini kemauan mimi, mimi takut dan khawatir nesya kembali di celakai orang lain mangkanya mimi sengaja menukar nesya dengan orang lain waktu itu dan yang kita makamin itu orang lain bukan nesya, kalian harus percaya sama nesya, maafin dia ya guys dia gak salah " ucap rara menyakini ketiga sahabatnya
" lo tau dari mana ra? atau jangan² lo udah tau dari awal? kenapa lo gak kasih tau kita ra?! lo sama aja kayak nesya " tanya tiara kesal
" iya.. gue tau jauh sebelum lo pada tau, gue sengaja rahasiain ini semua dari lo karna gue tau lo itu emosian tiara gue gak mau lo kepikiran dan jadi sakit, selama ini gue mencari bukti dia nesya apa gak ternyata benar dugaan gue selama ini dia beneran nesya sahabat kita, gue udah mau jujur waktu itu tapi nesya nahan gue dan gue hargai keputusan dia untuk tidak kasih tau kalian dulu, maafin gue " ucap rara jujur sambil menatap mata sahabat²nya
" gue gak bisa hubungi fara dan refina itu karna handphone gue rusak lo tau sendirikan gue udah berusaha cari mereka tapi gue gak nemu, gue tanya sama lo tapi lo jawab gak tau, gue gak tau lagi harus apa dan pikiran gue juga gak karuan waktu itu " sambung rara menjelaskan semuanya
" gue mohon sama kalian maafin nesya.. kasian nesya dia kepikiran terus dan semakin merasa bersalah apa kalian tega lihat sahabat kalian seperti itu?! " sambung rara semakin membuat ketiga sahabatnya bingung
" sahabat² gue gak ada yang egois apa salahnya saling memaafkan, Allah aja maha pemaaf masa kalian gak " ucap rara menasehati sahabat²nya
" ayo dong baikan, masa diam² aja kita bukan anak kecil lagi loh ayo dong bersikap dewasa jangan gini, apa kalian gak mau kasih kesan yang bagus gitu buat ulangtahun gue kali ini? " ucap rara merayu sahabat²nya yang sedari tadi hanya diam saja
terimakasih udah mau menunggu kelanjutan novel ini, like, komen dan vote 😘🥰