
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys
trimakasih 😘😘😍
** selamat membaca **
Bunda dan ayah mendatangi rumah keluarga rara dan mengajak berkumpul di ruang keluargaa
* ruang keluarga *
" aku ke sini mau bicarakan sesuatu sama kalian " ucap bunda
" mau bicara apa mbak? " tanya mami
" begini renata mbak bermaksud ingin menjodohkan rara dan alva " ucap bunda
" apa mbak? mbak nggak salah bicarakan? " ucap mami kaget karna papi belum sempat bicara kepada mami
" nggak ren mbak serius ingin menjodohkan mereka " ucap bunda
" rara nggak mau bun " tolak rara
" maafin bunda tiba² ngomong kayak gini sama kamu dan buat kamu kaget bunda hanya nggak mau kehilangan kamu nak, mangkanya bunda ingin menjodohkan kalian " ucap bunda
" tapi bun nggak gini caranya rara nggak akan ninggalin bunda, rara sayang sama bunda " ucap rara
" bunda tau sayang bunda hanya ingin lebih dekat dengan kamu bisa tinggal satu rumah lagi seperti dulu bunda ingin kamu menjadi menantu bunda " ucap bunda
" maafin rara bun, rara nggak bisa menerima ini, rara nggak mau menjadi menantu bunda rara hanya ingin menjadi putri kalian seperti dulu bukan menjadi menantu bunda, rara dan kak alva tidak memiliki perasaan apa² kecuali kakak dan adik, tolong mengerti bun jangan paksa kami 🙏 " ucap rara memohon
" maaf rara keputusan bunda sudah bulat kalian tidak bisa menolak lagi " tegas bunda
" bunda jahat.. bunda egois bunda nggak mengerti perasaan kita " ucap rara berlari ke kamarnya
" apa²an ini bunda, bunda kenapa jadi begini? " tanya alvaro
" bunda nggak mau kamu memilih orang yang salah nak bunda juga nggak mau rara bersama laki² lain bunda nggak mau kehilangan dia, bunda harap kamu mengerti sayang " ucap bunda
" aku tau maksud bunda tapi bukan gini caranya bun kasian rara dan alva mereka sudah memiliki pasangan masing² " ucap reno menolak
" maaf mbak aku juga menolak perjodohan ini, aku tidak akan memaksa perjodohan ini kepada anak²ku mereka berhak memilih pasangan mereka, aku sudah pernah mengecewakan rara dan membuat dia menangis, aku tidak akan melakukan itu lagi aku mohon sama mbak untuk tidak memaksa anakku, aku permisi " ucap mami menyusul rara
***
tok..tok..tok.. (suara ketukan pintu)
" rara buka pintunya sayang " ucap mami
" kalo mami ke sini untuk memaksa rara, rara nggak mau mi tolong jangan lakuin itu " ucap rara di balik pintu sambil menangis
" nggak sayang mami tidak akan memaksa kamu, buka pintunya ya nak mami mau bicara sama kamu " ucap mami merayu rara agar membukakan pintu kamarnya
" mami bohong pasti mami mau memaksa rara kan? " ucap rara menangis terisak²
" tidak sayang percaya sama mami, buka pintunya ya nak mami mohon " ucap mami
rarapun membuka pintunya dan mami langsung masuk ke kamar rara, rara langsung memeluk mami sambil menangis
" kenapa bunda jadi begini mi? rara nggak mau di jodohin sama kak alva " ucap rara menagis terisak di pundak mami
" udah ya nak jangan nangis lagi, mami juga nggak setuju kamu sama alva, mami akan berusaha menentang perjodohan ini, mami akan bicara sama papi kamu untuk batalkan perjodohan ini udah yaa jangan nangis lagi mami bersamamu " ucap mami menghapus airmata rara
" makasih mi rara sayang mami, mami jangan ikutan bunda yaa, rara sayang sama kak alva seperti rara sayang sama kak reno mi rara nggak bisa di jodohkan apalagi menikah sama kak alva, yang rara cintai cuma kak anggara mi " ucap rara
" mami ngerti kok perasaan kamu nak mami nggak akan ikutan bunda untuk menjodohkan kalian, sekarang kamu istirahat ya sayang jangan menangis lagi mami nggak mau lihat putri kesayangan mami menangis " ucap mami menarik selimut rara dan mencium keningnya
" iya mi, rara sayang mami " ucap rara mencium pipi mami
setelah rara tertidur mami langsung keluar menemui papi
" gimana keadaan rara mi? " tanya papi
" rara udah tidur pi, mereka udah pulang? " ucap mami
" udah mi " ucap papi
" mami nggak setuju pi, papi harus menolak kemauan mbak ratih, seenaknya saja mengambil keputusan rara anak kita pi kita yang berhak memutuskannya bukan dia, mami sayang sama rara pi bertahun² kita buat dia sedih dan nggak ada saat dia butuh kasih sayang kita sekarang kita mengecewakan dia, mami nggak mau pi udah cukup buat dia tersiksa dulu mami nggak akan mengulanginya lagi! " ucap mami kesal
" papi mengerti maksud mami tapi papi bingung menolak kemauan mbak ratih gimana dia dulu sangat berjasa merawat anak kita pas kita nggak ada tapi sekarang kita menolak kemauan dia, dia pasti kecewa dan bilang kita nggak tau berterimakasih " ucap papi bingung
***
rara menuruni tangga dengan langkah pelan ia tak bersemangat untuk sarapan, mami melihat rara dan langsung menyambutnya
" eh anak mami udah bangun ayo sarapan sayang " ucap mami menyambut rara
" iya mi " ucap rara tak bersemangat
" kamu mau apa sayang? " tanya mami
" roti aja mi " ucap rara
" ini sayang " ucap mami memberikan roti kepada rara
" makasih mi " ucap rara
" lesu banget lo dek, kenapa? " ucap reno
" nggak papa kak " ucap rara lesu
setelah mereka sarapan tiba² ayah menelpon papi
" hallo mas? ada apa nelpon pagi² begini? " tanya papi
" istri mas masuk rumah sakit rid sekarang lagi di tangani dokter " ucap ayah sedih
" kok bisa? sakit apa dia mas? " tanya papi
" serangan jantung rid " ucap ayah
" yaudah mas sebentar lagi kami akan kesana " ucap papi
" baiklah mas tunggu di sini " ucap ayah mematikan telponnya
" ada apa pi? " tanya mami
" mbak ratih kena serangan jantung mi, kita harus kesana setelah sarapan " jawab papi
" yaudah pi mami siap² dulu ya " ucap mami menuju kamarnya
" bunda sakit? ini pasti salah gue karna menolak kemauanya semalam " ucap rara dalam hati
" kamu kenapa melamun dek? tanya reno dan rara langsung tersadar
" nggak papa kok kak " ucap rara
" kakak tau kamu pasti merasa bersalahkan? udah jangan di pikirin kamu nggak salah kok " ucap reno menghibur rara
" tapi kak bunda nggak pernah kayak gini, ini pasti gara² semalam " ucap rara
" udah jangan pada ribut sekarang kita harus pergi ke rumah sakit, mami udah siap tuh, ayo pergi sekarang " ucap papi
" papi nggak ke kantor pagi ini? " tanya reno
" nggak, nanti aja papi perginya ayo kita pergi " ucap papi menuju mobilnya
" iya pi " ucap rara dan reno berbarengan
***
" gimna keadaan mbak ratih mas? " tanya papi
" ratih kritis rid, ini yang mas takutkan menolak keinginannya " ucap ayah dan papi hanya terdiam
mendengar ucapan ayah dan papi rara langsung pergi sambil menangis
" rara kamu mau kemana nak? " teriak mami melihat rara pergi
" udah mi biarin dia nenangin diri dulu " cegah papi
" tapi pi mami takut dia ngelakuin yang aneh² " ucap mami menangis
" udah mami tenang aja reno akan cari rara mami di sini aja ya " ucap reno
" iya nak cari adik kamu yaa " ucap mami dan reno hanya mengangguk