Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
BERTEMU REYHAN



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


** selamat membaca **


Setelah mengobati nesya, rara segera mengajak sahabat²nya pulang bersama


* parkiran *


" kalian yakin mau pulang? " tanya anggara


" iya kak, mereka butuh istirahat " ucap rara


" yaudah deh kalian hati² ya, mau kita antarin gak? " ucap anggara


" gak usah, kamu kan bentar lagi ada kelas " ucap rara tersenyum sambil berjalan menuju mobilnya bersama anggara dan sahabat²nya


" hati² ya sayang " ucap anggara sambil membukakan pintu mobil untuk rara


" iya sayangku yang paling bawel " ucap rara masuk kedalam mobilnya


" rey? " teriak rara sambil keluar kembali ketika melihat reyhan lewat di depan mobilnya


" rara? " ucap reyhan kaget dan berhenti


" kok kamu ada di sini? " tanya rara penasaran sambil menghampiri reyhan di susul dengan sahabat²nya


" kamu masih ingatkan tunangan yang sering aku ceritain? aku mau jemput dia " ucap reyhan


" iya aku ingat, mana dia? " tanya rara


" itu " ucap reyhan menunjuk tunangannya yang baru datang


" rara? anggara? " ucap kania terkejut melihat mereka sedang bersama tunangannya


" kamu kenal sama mereka? " tanya reyhan ke kania


" kenal dong, kamu ingatkan cewek sama cowok yang sering aku ceritain waktu itu sama kamu? " tanya kania ke reyhan


" iya, jadi mereka orangnya? " tanya reyhan memastikan


" iya " ucap kania tersenyum


" perempuan yang kamu sering ceritain ke aku, yang mau merebut pacar kamu itu maksudnya kania? " tanya reyhan ke rara


" iya rey tapi aku udah tau semuanya.. kania yang ceritain semuanya ke aku ternyata ini cuma salah paham " ucap rara tersenyum


" bagus deh kalo kamu gak salah paham lagi, kalo ada masalah mending kamu tanya langsung sama orangnya biar gak salah paham " ucap reyhan


" iya rey, thanks ya udah mau dengarin curhatan aku " ucap rara tersenyum


" sama² ra " ucap reyhan tersenyum


" kamu kenal rara dari mana? " tanya kania


" kita sekampus di Amrik dan di kampus kita sering bertemu, kita juga sering curhat bareng walaupun gak sekelas sih, rara ini adik tingkat aku.. dia lumayan pintar di kampus " ucap reyhan


" oh " ucap kania


" lo gausah cemburu yaa kita berdua gak ada hubungan apa² kok, kita cuma berteman, lo kan tau kalo gue udah punya pacar, lagian kita gak berdua aja disana, tiara selalu ikut jadi kita bertiga " ucap rara menjelaskan


" gak kok raa gue tau reyhan orangnya setia gak mungkin dia selingkuhin gue, gue percaya kok sama dia " ucap kania


" bagus dong, kalian emang cocok.. oh iya rey, kenalin dia pacar aku namanya anggara dan cowok² itu pacarnya sahabat² aku sekaligus sahabat pacarku, yang cewek² itu baru sahabat² aku, kamu masih ingatkan namanya " ucap rara memperkenalkan mereka semua


" iya, jadi yang sering kamu ceritain ke aku itu mereka? " tanya reyhan memastikan


" iya rey, aku duluan ya.. mau buru² pulang soalnya mereka mau istirahat " ucap rara segera pamit karna melihat wajah anggara mulai tak bersahabat (cemburu)


" iya lo hati² ya " ucap rey


" iya, lo juga " ucap rara


***


" ada yang cemburu nih kayaknya " ledek revano setelah kepergian reyhan dan kania


" apaan sih lo " ucap anggara kesal


" yaelah gitu aja marah lo.. kan udah jelas kalo mereka cuma temenan lo dengar sendiri kan tadi " ucap wahyu


" percuma lo bilang gitu gak akan mempan kalo bukan orangnya langsung yang jelasin dan bujukin.. namanya juga cemburu " ucap revano tertawa


" udah dong sayang marahnya diakan cuman teman aku dan dia juga udah punya tunangan, tunangannyakan juga kamu kenal, kenapa masih marah sih " ucap rara dan anggara enggan untuk berbicara


" kayak anak kecil aja lo ngambek² gak jelas cuma karna ceweknya ngobrol sama cowok lain yang udah punya tunangan " ledek aditya


" namanya juga cemburu dit mana penting dia udah punya tunangan apa gak " ledek revano


" udah dong revan lo bukannya dinginin suasana ini malah kebalikannya lama² malah terbakar dia " ucap rangga memarahi revano


" benar tu kata kak rangga, kalian itu emang kompor yaa " ucap rara kesal


" kamu ikut aku bentar " ucap rara menarik tangan anggara menjauh dari hadapan mereka semua


" tapi aku gak suka lihat kamu dekat sama dia " ucap anggara mulai membuka suaranya


" aku tau kalo kamu cemburu tapi aku cuma berteman sama dia gak lebih di hati aku cuma ada kamu, kamu gak usah cemburu gitu dong, aku gak ada hubungan apa² sama dia, kamu harus percaya sama aku, waktu itu kita sama² galau mangkanya curhat bareng " ucap rara menjelaskan semuanya


" kamu gak boleh curhat sama dia lagi aku gak suka, aku sayang sama kamu raa, aku gak mau ada laki² lain dekatin kamu walaupun itu cuma temen " ucap anggara


" iya sayang, aku gak akan curhat sama dia lagi.. maafin aku yaa " ucap rara tersenyum


" aku udah maafin kamu kok lagian aku gak bisa lama² marah sama kamu.. jangan di ulangin lagi yaa sayang " ucap anggara tersenyum


" iya sayang " ucap rara sambil memeluk anggara dan anggara membalas pelukannya


***


* mobil rara *


" kalian gak marah kalo kita ikut pulang juga dan gak masuk kuliah? " tanya nesya


" gak mungkin dong kita marah dan paksain kalian masuk kalo keadaan kalian begini, kita gak tega lihatnya, mending kalian istirahat aja ya di rumah " ucap rara sambil melajukan mobilnya menuju rumahnya


" iya kalian harus istirahat lupain semuanya, kalo kalian butuh gue dan rara, kita selalu ada buat kalian kok kalian bisa ke rumah kita atau kita yang ke rumah kalian " ucap tiara


" thanks ya kalian selalu ada buat gue, kalian emang sahabat terbaik gue " ucap nesya


" kayak sama siapa aja lo " ledek rara


" nanti malam gue nginep di rumah lo yaa ra, gue kangen tidur bareng lo " ucap nesya


" kenapa perasaan gue jadi aneh begini yaa saat nesya bilang begitu, ada apa ya? " ucap rara dalam hati


" boleh kan raa? " tanya nesya


" kapan gue pernah ngelarang kalian tidur di rumah gue? " canda rara


" kalian juga yaa nginep di rumah rara biar kita bisa menghabiskan waktu bersama lagi gue kangen masa² itu sebelum kita pisah " ucap nesya membuat perasaan rara semakin tidak karuan


" iya, gue juga kangen masa² itu " ucap faranisa


" btw ni mobil lo raa? keren banget " ucap nesya


" iya, udah lama mobil ini tapi jarang gue pakai " ucap rara


" pantesan jarang gue lihat " ucap nesya


" udah sampai nih di rumah kalian, turun gih pada istirahat " ucap rara mengusir


" lo ngusir nih "canda faranisa


" kalo iya kenapa? " canda rara


" jahat lo sama sahabat sendiri " canda faranisa


" biarin daripada gue jambak lo " canda rara


" idihh udah kayak nenek lampir aja lo " ledek refina


" siapa tuh nenek lampir " ucap rara bingung


" siapa lagi kalo bukan stevani dan temen²nya " ucap nesya tertawa


" ada² aja deh kalian, udah sana masuk " ucap rara tertawa


" byee.. bawel " ucap nesya dan faranisa


" kok bawel sih " ucap rara menggeleng melihat kelakuan sahabatnya sambil melajukan mobilnya


sesudah mengantar sahabat²nya pulang ke rumah masing², rara langsung turun dari mobilnya dan masuk kedalam rumahnya


***


" mami? " panggil rara


" nyonya belum pulang non " ucap bik inah


" kapan pulangnya bik? " tanya rara


" bibik kurang tau non, non rara mau makan? biar bibik siapin " ucap bik inah


" gausah bik rara belum lapar, rara ke kamar dulu ya bik " ucap rara langsung menuju kamarnya


* kamar rara *


" kenapa perasaan gue jadi gak enak yaa saat nesya bicara tadi padahal dia sering berkata seperti itu tapi kenapa kali ini dia bicara seakan² dia mau pergi jauh " ucap rara bingung


" apa ini berhubungan dengan ancaman stevani, apa yang dia lakuin ke nesya dan yang lain, jadi gak tenang gue.. kalo emang dia mau ngelakuin sesuatu gue gak bisa tinggal diam nih " ucap rara mondar mandir


" udah ahh dari pada gue pusing mikirin ini mending gue mandi dulu biar gue gak kepikiran lagi dan sedikit tenang " ucap rara berjalan menuju kamar mandi


Terimakasih yang udah like, koment dan vote 🥰😘