Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
MENGANTAR PULANG



Jangan lupa like, coment dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


** selamat membaca **


Setelah memepet motor preman itu hingga terjatuh rara langsung menggampiri mereka dan memegang kedua tangan preman itu, preman berusaha kabur dengan cepat rara menghajarnya hingga terjatuh ke tanah warga langsung berdatangan memegang para preman


" bawa ke kantor polisi aja pak sebelum ada korban lagi " ucap rara kepada bapak² yang memegang tangan preman itu


" iya neng, mereka ini memang preman yang sering meresahkan warga di sini, terimakasih ya neng udah menangkapnya " ucap bapak itu


" sama² pak " ucap rara sambil tersenyum


" kalo gitu kita permisi dulu ya mau bawa mereka ke kantor polisi " ucap bapak itu


" iya pak hati² nanti mereka kabur lagi loh " ucap rara


" iya neng " ucap bapak itu langsung pergi


rara melihat anggara bersama perempuan, ia merasakan sesak di dadanya melihat laki² yang di cintainya bersandar di bahu perempuan lain karena menahan sakit, rara ingin pergi dari sana meninggalkan mereka berdua, saat rara ingin melangkahkan kakinya ke mobil perempuan itu memanggil rara


" tunggu! " ucap perempuan itu


rara menarik nafasnya dalam² mencoba untuk menenangkan dirinya agar tidak cemburu melihat anggara bersama perempuan lain, setelah sedikit tenang ia memutar badannya menghadap perempuan itu


" kenapa? " tanya rara


" terimakasih ya udah menolong kita dan tolongin gue sekali lagi.. anterin dia pulang ya, gue mau ke kantor polisi mengurus masalah ini dan motor dia " ucap perempuan itu


Rasa kesal dan cemburu masih menghantuinya ia enggan menolong namun rasa cinta dalam dirinya seakan bergejolak untuk menolong sang pacar, akhirnya ia memutuskan untuk mendekati anggara dan memapahnya kedalam mobilnya. Hanya ada keheningan yang mereka rasakan setelah rara mengobati luka pada kepala dan tangannya, mereka enggan untuk mulai berbicara hanya saling melirik satu sama lain akhirnya Anggara memutuskan untuk mulai berbicara


" ra.. aku minta maaf.. ini semua gak seperti yang kamu lihat " ucap anggara


" udah lah ngapain di bahas lagi.. aku sadar kok aku gak seperti cewek tadi yang kamu suka dan aku akan mengalah biar kamu bisa bahagia bersama dia " ucap rara sambil menahan tangisnya


" rara stop berkata seperti itu! kamu salah sangka, aku dan dia gak ada apa²! aku memang sekampus dan sekelas sama dia tapi aku gak suka apalagi cinta sama dia, aku cintanya sama kamu.. kapan sih kamu pahamnya dan berhenti seperti ini.. aku cinta kamu apa adanya raa gak penting kamu cantik atau jelek walaupun kamu gak seperti yang lain aku tetap nerima kamu apa adanya, aku mohon raa maafin aku.. aku tau aku salah udah lupa kasih kabar bahkan aku sibuk dengan duniaku sendiri hingga melupakan kamu " ucap anggara sedih


" tolong jangan seperti ini lagi hatiku hancur raa lihat kamu cuek bahkan gak perduli sama aku.. aku kehilangan sosok perempuan seperti kamu yang menghiasi hari²ku yang kelam menjadi berwarna, kamu yang mampu merubah aku raa, aku gak mau kehilangan kamu lagi tolong kamu percaya sama aku " ucap anggara lagi


" udah stop! jangan bahas ini lagi.. aku gak mau denger lagi penjelasan kamu.. aku minta maaf belum bisa jadi pacar yang baik buat kamu dan mungkin aku gak bisa lagi bersama kamu, 2 hari lagi aku akan kuliah di Amerika, aku harap kamu bisa tanpa aku, aku udah maafin kamu kok.. semoga kamu bisa bahagia tanpa aku di samping kamu " ucap rara sambil menghapus airmatanya yang jatuh


" apa? kamu mau kuliah di luar negeri? " tanya anggara memastikan


" iya " ucap rara berusaha menahan sesak dalam dadanya


" kenapa kamu tega ninggalin aku sih ra? " tanya anggara syok


" ini udah keputusan aku dari awal " ucap rara berbohong


" kenapa kamu gak bilang dari awal sama aku raa?! " ucap anggara mulai kecewa


" maafin aku.. sebenarnya setelah pulang dari cafe itu aku mau bilang sama kamu tapi keburu kamu ngasih kejutan yang luar biasa aku mengurung niatku untuk kasih tau kamu " ucap rara


" maafin aku raa.. " ucap anggara merasa bersalah


" udah lah ini udah terlanjur juga, udah sampai di rumah kamu nih.. kamu bisa turun sendirikan? " ucap rara mengalihkan pembicaraan


" kan udah aku bilang, aku udah maafin kamu.. kalo buat jangan pergi maaf aku gak bisa, aku gak mau ngecewain papi lagi " ucap rara mengusir anggara dan anggara tetap menolak


" kamu kenapa sih kok keras kepala banget, kamu tuh harus banyak² istirahat biar kamu cepat pulih " ucap rara mulai kesal


" aku gak akan berhenti sebelum batalin rencana kamu kuliah di luar negeri " ucap anggara


" apaan sih kak seharusnya kamu tuh mendukung dong bukannya malah kayak gini " ucap rara kesal


" aku gak mau jauh dari kamu ra " ucap anggara


rara langsung turun dari mobilnya dan membuka pintu untuk anggara agar ia bisa turun


" aku yang mau jauh dari kamu! " ucap anggara


" aku mohon sekali lagi kamu turun dari mobil aku sekarang juga! " ucap rara


" baik kalo itu mau kamu aku akan turun, asal kamu tau yaa aku rela harus melakukan sesuatu asal kamu tetap bersamaku di sini! karna aku cinta sama kamu! jangan berpikir aku suka sama yang lain karna itu gak mungkin, hatiku hanya buat kamu! " ucap anggara dan rara hanya terdiam tanpa menjawab perkataan anggara, anggara mencoba untuk turun tanpa bantuan rara


" kamu kenapa nak? " tanya mamanya anggara tiba² menghampiri mereka


" dia habis di kejar preman tante " ucap rara


" yaampun.. kamu gak papakan nak? " tanya mama anggara khawatir


" aku gak apa² ma cuma lecet aja, aku masuk dulu ma " ucap anggara pergi tanpa melihat rara


" kok bisa di kejar preman? ada apa sebenarnya nak? " tanya mama anggara


" rara gak tau tante kejadiannya seperti apa.. rara hanya menolong dia dan temennya, sekarang temennya ada di kantor polisi ngurusin masalah ini, mending tante tanya langsung aja sama orang biar lebih jelas " ucap rara


" nanti tante tanya dia.. kalian lagi berantem ya? " ucap mama anggara melihat ada yang beda dari mereka


" gak kok tante, kalo gitu rara permisi dulu ya " ucap rara sambil menyalim tangan mama anggara


" yaudah kamu hati² ya, terimakasih udah mau menolong dan nganterin anak tante pulang " ucap mama anggara


" sama² tante " ucap rara langsung pergi


setibanya di rumah rara langsung menuruni barang² yang dibelinya untuk di bawa masuk kedalam rumah, rara memanggil para satpamnya untuk membantu membawakan barang² belanjaannya


" bawa ke dapur aja ya pak " ucap rara


" baik non " ucap para satpam berbarengan


setelah menutup bagasinya ia langsung masuk kedalam rumahnya


" gimana nak lengkap gak barang belanjaannya? " tanya mami melihat kedatangan rara


" udah semua mi, rara capek banget ni, rara kekamar dulu mi " ucap rara langsung pergi


" kenapa ya dia kok murung gitu mukanya? apa dia ada masalah atau bener² capek? " tanya mami penasaran


" udah lah nanti aja aku tanya langsung " ucap mami