
Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰
...** selamat membaca **...
Setelah mendengar semua perkataan mama anggara, rara menjadi uring²an dan tidak bisa fokus bekerja membuat tiara penasaran akan sikap rara hari ini
" lo kenapa sih ra dari tadi gue perhatiin uring²an mulu? " tanya tiara sambil menghampiri rara di mejanya
" tadi gue ketemu sama mama anggara, dia bilang kalo anggara menyesal dan dia masih cinta sama gue, mamanya dia juga masih berharap gue jadi menantunya " ucap rara lesu sambil menutup muka dengan kedua tangannya
" yaa terus? kenapa lo jadi uring²an gini sih? " tanya tiara bingung
" lo tau sendiri hubungan gue sama anggara gimana.. gue tuh masih kesal sama dia tapi gue.. " ucap rara terputus
" tapi lo masih sayangkan sama dia? " tebak tiara
" iya sih.. tapi kan gue... " ucap rara terputus lagi
" ini nih yang gak gue suka dari lo.. lo masih sayang tapi lo gengsinya tinggi banget, gini ya raa kalo lo masih sayang sama dia ya lo maafin dia, ini juga bukan kesalahan dia sepenuhnya ra, coba lo pikir selama ini apa dia pernah khianatin lo? gak kan! kalo gak terpaksa gak mungkin dia selingkuhin lo dengan anak investor itu, lo udah dengar sendirikan penjelasan kak wahyu kemarin investor itu yang menipu mereka, agar mereka mau jadi pacar anak²nya ya di iming²kan dana buat perusahaan baru mereka, mau gak mau harus terima dong sedangkan mereka gak ada pilihan lain waktu itu " ucap tiara membuat rara bingung menentukan pilihan mengikuti ego atau hatinya
" gue tau lo masih cinta sama dia kelihatan dari mata lo, lo gak bisa bohongin gue rara, sejauh apapun lo melangkah kalo hati dan pikiran lo masih tertuju pada anggara itu percuma aja ra, rasa benci itu yang buat lo jadi seperti ini, seharusnya lo maafin dia dan lupain kejadian itu anggap saja itu masa lalu yang buruk jadi lo gausah ingat² lagi, anggara itu cinta mati sama lo, lo lihat pengorbanan dia selama ini bahkan dia rela melalukan aja demi lo sampai² dia kecelakaan dan koma itu karna lo! masa lo gak sadar² sih kurang apa lagi dia sama lo ra?! buang ego lo jauh² dan coba maafin dia gue yakin rasa yang ngeganjal di hati lo pasti hilang " ucap tiara menasehati rara
" gue akan coba saran lo semoga aja gue bisa " ucap rara
" nah gitu dong, itu baru sahabat gue " ucap tiara
" cieee tadi ketemu camer, kayaknya bentar lagi ada yang mau sold out nih " ledek tiara
" apaan sih tia.. masih lama kali.. mending lo urus tuh file²nya nanti kasih ke gue " ucap rara mengalihkan pembicaraan
" bisa aja lo mengalihkan pembicaraan " ledek tiara
" udah ah gue ke bawah dulu yaa ada yang ketinggalan di mobil " ucap rara segera keluar dari ruangannya menuju parkiran
sesampainya di lobi rara berjalan menuju pintu keluar tak sengaja ia menabrak seseorang
" sorry.. saya gak sengaja " ucap rara sambil membantu perempuan itu berdiri
" iya gak papa kok " ucap perempuan itu sambil melihat mata rara
" nesya? " ucap rara kaget
" nesya? saya bukan nesya, saya dira, saya permisi dulu ya " ucap perempuan itu gugup. dan langsung keluar sambil berlari
" gue gak salah itu pasti nesya " ucap rara sambil mengejar perempuan itu
rara mencari sekitar parkiran namun tak bertemu dengan perempuan itu rara yakin dia bersembunyi tak jauh dari sini
" dimana dia? kenapa dia lari gue dan dia gugup banget saat gue sebut nama nesya?apa dia takut rahasianya terbongkar?! " ucap rara ngos²an
rara tak sengaja melihat perempuan itu bersembunyi di balik pohon
" gue tau lo sembunyi dibalik pohon keluar lo! lo itu nesya kan? sahabat gue?! lo gak usah bohongin gue lagi deh pakai nama dira, lo pikir gue gak tau siapa lo sebenarnya.. Nesya Anindira keluar lo! apa lo gak kangen sama gue mau sampai kapan lo sembunyi² begini?! " ucap rara berteriak agar nesya keluar dari balik pohon
" gausah sembunyi di balik pohon itu deh, kelihatan tau! kalo lo gak mau keluar juga gue yang samperin kesana! gue hitung sampai tiga kalo lo gak keluar juga gue gak akan maafin lo sampai kapanpun dan lo jangan anggap gue sahabat lo lagi! satu... du..." ucap rara terpotong karena nesya langsung memeluknya
" gue kangen sama lo raa.. maafin gue.. gue gak bermaksud bohongin lo dan yang lain " ucap nesya terisak²
" udah.. lo jangan nangis jelasin sama gue kenapa lo begini jangan ada yang ditutup²in sama gue lagi sya " ucap rara sambil melepas pelukan nesya
" gue.. gue terpaksa raa ini semua rencana mimi gue " ucap nesya jujur
" setelah gue sadar dari koma saat kecelakaan itu mimi merekayasa seolah² gue telah meninggal dan kebetulan ada perempuan yang mirip gue kecelakaan juga dan kata dokter perempuan itu tak punya keluarga lagi, mimi meminta dokter dan pihak rumah sakit mengganti identitas perempuan itu dengan identitas gue, biar kalian menganggap itu benar² gue yang meninggal dan gue di pindahkan ke rumah sakit di luar negeri agar gue mendapatkan perawatan yang lebih baik lagi " ucap nesya menjelaskan semuanya
" setelah gue pulih orangtua gue memilih menetap di sana agar gue gak bertemu lo dan lain lagi, mimi takut kejadian itu terulang lagi kata mimi semenjak gue kuliah ada aja peristiwa yang gak mengenakkan dan gue selalu jadi korbannya itulah sebabnya gue gak di izinkan lagi bertemu apalagi berteman sama kalian, gue rasa itu bukan salah kalian emang nasib gue aja yang gak bagus " sambung nesya
" maafin gue yaa di saat kalian butuhin gue, gue malah gak ada " ucap rara sedih
" udah lah ra itu udah gue lupain seharusnya gue yang minta maaf sama lo yang lain bukan maksud gue menipu kalian tapi ini benar² bukan kemauan gue " ucap nesya merasa bersalah
" gue ngerti sya, gue udah maafin lo kok, jadi sekarang lo masih sahabat gue kan? " canda rara
" sampai kapan pun lo tetap sahabat gue ra " ucap nesya sambil memeluk kembali rara
" lo jangan kasih tau siapa² ya gue gak mau yang lain tau dan marah sama gue, gue belum siap raa " ucap nesya masih memeluk rara
" gimana ya? " ucap rara bingung ia tak mungkin lagi berbohong kepada tiara
" please raa.. sampai gue bener² bisa meyakini mimi dan pipi gue buat pindah ke rumah yang lama, gue pasti jelasin kok ke kalian " ucap nesya sambil melepaskan pelukan rara dan menggenggam tangannya
" yaudah deh gue bakal rahasiain ini semua dari mereka tapi lo janji akan jelasin semuanya ke mereka nanti " ucap rara
" siap rara, makasih ya udah mau bantuin gue, lo emang sahabat terbaik gue " ucap nesya sambil memeluk rara kembali
" sama² sya, ingat jangan bohongin gue lagi " ucap rara mengancam nesya
" gue gak akan bohongin lo lagi kok, lagian gue bohong ada sebabnya " ucap nesya menyengir sambil menggandeng tangan rara
" udah ahh gue balik dulu kedalam kalo lama² di sini ntar tiara curiga " ucap rara sambil melepaskan genggaman nesya
" yahh gue kan masih kangen sama lo " ucap nesya
" mangkanya lo bongkar penyamaran lo biar kita bisa bareng² lagi seperti dulu " ucap rara
" nanti gue bongkar kalo udah saatnya " ucap nesya tersenyum
" sebaiknya lo pergi dari sini nanti ada yang curiga " ucap rara mengusir nesya
" jahat banget lo ngusir gue " ucap nesya pura² sedih
" kalo lo masih mau di sini yaudah gak papa gue bongkar aja sekarang " ucap rara pura² mengancam sambil menarik nesya kedalam kantornya
" ehh jangan dong raa, yaudah deh gue pergi jangan kangen yaa " ucap nesya dengan gaya centilnya
" idihh masih aja centilnya gak hilang² " ledek rara sambil menggeleng² melihat kelakuan sahabatnya itu
" udah sana pergi " usir rara
" iya² bawel, ini nomor handphone gue nanti hubungi gue yaa " ucap nesya sambil menyerahkan selembar kertas
" penting amat lo gue hubungi " canda rara
" guekan emang penting buktinya aja lo nangiskan waktu gue koma dan meninggal, lo gak mau gue tinggalin " ledek nesya
" tau dari mana lo gue sedih? " ledek rara balik
" saat gue koma lo pikir gue gak denger lo nangis, lo gak mau gue pergikan " ledek nesya
" udah² gak kelar² ngomong sama lo, gue pergi yaa ada meeting lagi soalnya byee bawel " ucap rara langsung pergi meninggalkan nesya
Terimakasih telah menunggu novel ini, like, komen dan votenya 😘🥰