
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys
trimakasih 😘😘😍
jangan silent reader please 🙏🙏
** selamat membaca **
setelah kepergian rara anggara kembali ke kantin menemui teman²nya
" kok lo balik lagi? gak jadi nganterin rara? " tanya aditya
" gak, dia gak mau gue temanin " ucap anggara lesu
tiara dan sahabat² saling menatap
" kalau begitu kita susul rara dulu ya " ucao tiara
" kita baru dateng kalian malah mau pergi aja " ucap wahyu
" maaf sayang bukannya kita mau gak mau ngumpul bareng kalian, rara lagi butuh kita sekarang " ucap tiara
" yaudah deh kamu temuin rara kasian dia " ucap wahyu pura² tidak tau
merekapun pergi menyusul rara ke kelas, sesampainya mereka di kelas baru, mereka langsung mencari keberadaan rara
" kok rara gak ada sih? apa dia salah masuk kelas? " tanya tiara mencari keberadaan rara
" riana?! " panggil faranisa
" kebetulan ada lo! lo lihat rara gak? " tanya faranisa
" tadi sih ada di sini tapi kayaknya dia pergi lagi deh " ucap riana
" lo lihat gak dia pergi kemana? " tanya faranisa
" tadi sih dia kearah sana bawa tas juga " ucap riana menunjuk arah kanan
" oh, thanks ya " ucap faranisa
" oke " ucap riana
***
" kenapa sih tu anak ada masalah apa sebenarnya kok dia jadi begini? " tanya tiara
" mending kita cari dia aja yuk " aja refina
" ayo " ucap mereka berbarengan
merekapun kembali mencari rara di sekitar sekolah
" eh tio.. berenti dulu " ucap refina memberhentikan tio
" kenapa ref? " tanya tio teman sekelas mereka yang tak sengaja berpapasan
" lo ada lihat rara gak? " tanya refina
" tadi sih gue lihat dia di parkiran kayaknya dia mau pergi deh " ucap tio
" pergi kemana? " tanya refina
" mana gue tau, dia juga bawa kertas gitu kayaknya surat izin deh " ucap tio
" yaudah deh thanks ya " ucap refina
" iya, gue duluan ya " ucap tio langsung pergi
" dia pulang duluan kok gak ngabari kita dulu ya, biar kita bisa anter atau apa gitu seperti biasanya " ucap faranisa
" gue jadi gak yakin deh kalau dia cuma kurang tidur kayaknya dia lagi ada masalah tapi apa ya 🤔 " ucap nesya
" gue juga berpikiran seperti itu tapi mau gimana lagi dia belum mau cerita sama kita ☹️ " ucap tiara
" apa kita perlu susul dia? " tanya faranisa
" gausah.. biarin aja dia sendiri dulu, setelah pulang sekolah kita baru ke rumah dia " ucap tiara
" yaudah deh sekarang kita kemana nih? " tanya nesya
" ke kantin aja yuk " ajak tiara
" ogah ah gue lagi males bertemu kak revan lagi " tolak nesya
" kenapa? lo berantem lagi? " tanya tiara
" ya begitu lah ☹️ " ucap nesya
" berantem mulu loh.. kita ke kelas aja deh kalo gitu " ucap refina
***
setelah pulang sekolah mereka langsung pergi ke rumah rara, setibanya di sana mereka memencet bel dan mami langsung membukakan pintu
" mami kira siapa.. ternyata kalian, masuk nak " ajak mami
" iya mi " ucap mereka bebarengan
" mau minum apa nak? " tanya mami
" gausah mi kalo kita haus tinggal ambil aja di dapur kan ini juga rumah kita " ucap tiara
" bagus deh kalo kalian masih menganggap rumah sendiri " ucap mami sambil tersenyum
" dari dulu kan kita udah seperti ini.. oh iya mi rara ada gak mi? " tanya tiara
" ada tuh di kamarnya lagi tidur, masuk aja pintunya gak di kunci kok " ucap mami
" yaudah deh mi kita ke sana aja " ucap tiara
" iya nak, mami mau ke dapur dulu " ucap mami beranjak pergi
" ternyata di sini nih anak kita cariin dari tadi jugaa " ucap tiara sedikit mengeraskan suaranya agar rara terbangun dari tidurnya
" rara bangun! teriak nesya dan rara masih tidur dengan nyenyak tanpa merespon teriakan nesya
" yaampun gak bangun² juga dia padahal kita udah berisik banget loh " ucap refina
bukan tiara, nesya, refina dan faranisa namanya kalo tidak bisa membangunkan rara dari tidurnya mereka saling melihat satu sama lain dan memberi kode agar berteriak bersama
" satu.. dua.. tiga.. " bisik tiara
" Rara Calista Adiwijaya bangun!! " teriak mereka bersamaan
" apaan sih berisik banget ganggu gue tidur aja.. gue masih ngantuk nih, jangan ganggu gue! " teriak rara sambil menutup muka dan telinganya dengan bantal
" kita gak akan berenti gangguin lo sebelum lo jawab pertanyaan kita! " ucap nesya
" pertanyaan apa lagi sih? gue ngantuk! " ucap rara sambil menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya
tiara memberi kode agar nesya menarik selimutnya
" apa²an sih kalian! kembaliin gak selimut gue! " ucap rara kesal dan membangunkan tubuhnya
" gue gak akan kembaliin selimut ini ke lo sebelum lo jawab pertanyaan gue! " ucap nesya
" pertanyaan apa lagi sih! " ucap rara kesal dan melipat kedua tangannya di dada
" kenapa tadi lo pulang gak ngabari kita dulu? " tanya nesya
" ya elah cuma itu doang ribet amat sampai narik selimut gue " ucap rara
" udah jawab gausah mengalihkan omongan! " ucap nesya
" kan udah gue bilang tadi gue ngantuk dan kepala gue pusing " ucap rara
" kan lo bisa minta bantuan kita atau tidur di kelas, di uks juga bisa kalo gak di ruangan oma lo seperti biasanya, kalo lo kenapa² di jalan gimana?! " ucap nesya khawatir
" gue kan gak kenapa² buktinya gue di sini baik² aja kalian gausah khawatir " ucap rara santai
" lo kenapa sih gue perhatiin gak seperti biasanya dengan kak anggara, apa lo berantem sama dia? " tanya tiara
" gak kok, gue baik² aja sama dia " ucap rara
" trus kenapa lo ngehindar dari dia bahkan dia mau nganterin lo malah lo tolak? " tanya refina
" gue ngantuk banget nih nanti aja ya jawabnya " ucap rara pura² menguap
" gausah mengalihkan pembicaraan deh jawab pertanyan gue! " ucap refina
" sebenarnya... " ucap rara sengaja menggantung agar sahabatnya semakin penasaran
" sebenarnya apa sih? tinggal jawab aja susah banget " ucap nesya kesal
" sebenarnya.. " ucap rara lagi
" sebenarnya mulu ada apa sih " ucap faranisa penasaran
" sebenarnya gue udah di jodohin " ucap rara lirih
" what?! " teriak mereka bersamaan
" biasa aja kali gausah teriak² bisa budeg ni telinga gue dengar teriakan kalian " ucap rara sambil menggosok kedua telinganya
" lo serius ra? " tanya tiara memastikan
" lo bukan lagi ngeprank kita doang kan? " ucap nesya
" ngapain gue bohongin kalian kurang kerjaan banget gue " ucap rara sambil mengambil handphonenya
" gue masih gak percaya " ucap tiara
" katanya kalian bisa bedain gue lagi bohong atau gak, masa gue bicara jujur kalian gak percaya sih " ucap rara
" yaa maaf gue kira lo cuma bercanda aja " ucap tiara
" emang muka gue lagi bercanda? " tanya rara
" gak sih " ucap tiara
" lo di jodohin sama siapa ra? " tanya nesya kepo
" sama kak alva ☹️ " ucap rara lirih
" what?! " teriak mereka bersamaan
" sekali lagi kalian teriak² begini gue sumpel mulut lo pada " ucap rara menggosok lagi kedua telinganya
" kenapa kalian gak percaya lagi sama gue? awalnya gue juga gak nyangka jadi begini bunda yang maksa gue, gue sempet nolak, mami dan kak reno juga ikut belain gue tapi bunda tetap kekeh pada kemauannya sendiri tanpa memperdulikan perasaan anak²nya, dia sanggup melakukan ini dan dia sempet sakit bahkan koma cukup lama gue gak tega lihatnya dan menghilangkan ego gue, gue terpaksa menerimanya ☹️ " ucap rara sambil menangis
" lo yang sabar ya ra ini cobaan buat lo gue yakin lo bisa nglewati ini semua " ucap tiara memeluk rara dan diikutin sahabat²nya
" gue terpaksa ngelakuin ini semua bahkan gue harus menjauh dari kak anggara, gue gak bisa begini terus tapi keadaan yang memaksa gue seperti ini, maafin gue udah gak jujur sama kalian, gue gak mau kalian ikut terbebani karna masalah ini, bunda itu orangnya nekat gue gak mau kalian dan kak anggara kenapa² " ucap rara menangis
" kita juga minta maaf ra udah maksa lo buat jujur " ucap nesya menyesal sambil melepas pelukannya
" trus kita harus gimana sekarang guys " ucap faranisa
" gue juga bingung harus apa sekarang " ucap tiara
" biar ini jadi urusan gue aja kalian gak perlu bantu gue " ucap rara
" tapi ra kita ini kan sahabat jadi masalah apapun kita harus selesaikan bersama² " ucap tiara
" maaf guys bukannya gue gak mau kalian bantu tapi ini masalah gue biar gue yang selesaikan sendiri " ucap rara
" yaudah deh kalo lo butuh bantuin kita bilang aja ya " ucap nesya
" iya, makasih ya semua gue sayang kalian " ucap rara memeluk semuanya